Juniartha Semara Putra
B. Penyebab
C. Tanda dan gejala
Derajat IV
E. Penatalaksanaan
B. DHF dengan Renjatan
LAPORAN PENDAHULUAN
KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DHF
A. PengertianB. Penyebab
C. Tanda dan gejala
Derajat IV
E. Penatalaksanaan
B. DHF dengan Renjatan
- Pengawasan tanda – tanda Vital secara kontinue tiap jam
- Resiko Perdarahan
- Peningkatan suhu tubuh
DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh Arbovirus (
arthro podborn virus ) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk AEDES ( AEDES
ALBOPICTUS dan AEDES AEGEPTY )
Penyebab DHF adalah Arbovirus ( Arthropodborn Virus )
melalui gigitan nyamuk Aedes ( Aedes Albopictus dn Aedes Aegepty )
Tanda dan gejala penyakit DHF adalah :
-
Meningkatnya suhu
tubuh
-
Nyeri pada otot
seluruh tubuh
-
Suara serak
-
Batuk
-
Epistaksis
-
Disuria
-
Nafsu makan
menurun
-
Muntah
-
Ptekie
-
Ekimosis
-
Perdarahan gusi
-
Muntah darah
-
Hematuria masih
-
Melena
D. Klasifikasi DHF menurut WHO
Derajat I
Demam disertai gejala tidak khas, terdapat manifestasi
perdarahan ( uju tourniquet positif )
Derajat II
Derajat I ditambah gejala perdarahan spontan dikulit
dan perdarahan lain.
Derajat III
Kegagalan sirkulasi darah, nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menurun ( 20 mmhg, kulit
dingin, lembab, gelisah, hipotensi )
Nadi tak teraba, tekanan darah tak dapat diukur
Pemeriksaan Diagnostik
-
Darah Lengkap =
Hemokonsentrasi ( Hemaokrit meningkat 20 % atau lebih ) Thrombocitopeni ( 100.
000/ mm3 atau kurang )
-
Serologi = Uji HI
( hemaaglutinaion Inhibition Test )
-
Rontgen Thorac =
Effusi Pleura
§ Medik
A. DHF tanpa Renjatan
-
Beri minum banyak
( 1 ½ - 2 Liter / hari )
-
Obat anti
piretik, untuk menurunkan panas, dapat juga dilakukan kompres
-
Jika kejang maka
dapat diberi luminal ( antionvulsan )
untuk anak <1th dosis 50 mg Im dan untuk anak >1th 75 mg Im. Jika 15
menit kejang belum teratasi , beri lagi luminal dengan dosis 3mg / kb BB ( anak
<1th dan pada anak >1th diberikan 5 mg/ kg BB.
-
Berikan infus
jika terus muntah dan hematokrit meningkat
-
Pasang infus RL
-
Jika dengan infus
tidak ada respon maka berikan plasma expander ( 20 – 30 ml/ kg BB )
-
Tranfusi jika Hb
dan Ht turun
§ Keperawatan
-
Pemeriksaan Hb,
Ht, Trombocyt tiap 4 Jam
-
Observasi intik
output
-
Pada pasienDHF
derajat I : Pasien diistirahatkan, observasi tanda vital tiap 3 jam , periksa Hb, Ht, Thrombosit tiap 4 jam
beri minum 1 ½ liter – 2 liter per hari, beri kompres
-
Pada pasien DHF
derajat II : pengawasan tanda vital, pemeriksaan Hb, Ht, Thrombocyt, perhatikan
gejala seperti nadi lemah, kecil dan cepat, tekanan darah menurun, anuria dan
sakit perut, beri infus.
-
Pada pasien DHF
derajat III : Infus guyur, posisi semi fowler, beri o2 pengawasan tanda – tanda
vital tiap 15 menit, pasang cateter, obsrvasi productie urin tiap jam, periksa
Hb, Ht dan thrombocyt.
-
Obsevasi
perdarahan : Pteckie, Epistaksis, Hematomesis dan melena
-
Catat banyak,
warna dari perdarahan
-
Pasang NGT pada
pasien dengan perdarahan tractus Gastro Intestinal
-
Observasi / Ukur
suhu tubuh secara periodik
-
Beri minum banyak
-
Berikan kompres
Pengkajian
-
Kaji riwayat
Keperawatan
-
Kaji adanya
peningkatan suhu tubuh, tanda perdarahan , mual muntah, tidak nafsu makan,
nyeri ulu hai, nyeri otot dan tanda – tanda renjatan ( denyut nadi cepat dan lemah, hipotensi,
kulit dingin dan lembab, terutama pada ekstremitas, sianosis, gelisah, penurunan
kesadaran )
Diagnose Keperawatan
1. Kekurangan Volume cairan berhubungan dengan
peningkatan permeabilitas kapiler , perdarahan, muntah, dan demam
2. Perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan
perdarahan
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan
4. Hiertermi berhubungan dengan proses infeksivirus
5. Perubahan proses proses keluarga berhubungan dengan
kondisi anak
Perencanaan
1. Anak menunjukkan tanda – tanda terpenuhinya kebutuhan
cairan
2. Anak menunjukkan tanda – tanda perfusi jaringan perifer
yang adekwat
3. Anak menunjukkan tanda – tanda vital dalam batas
normal
4. Keluarga menunjukkan kekoping yang adaptif
Implementasi
1. Mencegah terjadinya kekurangan volume cairan
-
Mengobservasi
tanda – tanda vital paling sedikit setiap 4 jam
-
Monitor tanda –
tanda meningkatnya kekurangan cairan : turgor tidak elastis, ubun – ubun
cekung, produktie urin menurun
-
Mengobservasi dan
mencatat intake dan output
-
Memberikan
hidrasi yang adekwat sesuai dengan kebutuhan tubuh
-
Memonitor nilai
laboratorium : elektrolit / darah BJ urin , serum tubuh
-
Mempertahankan
intake dan output yang adekwat
-
Memonitor dan
mencatat berat badan
-
Memonitor
pemberian cairan melalui intravena setiap jam
-
Mengurangi
kehilangan cairan yang tidak telihat ( insesible water loss / IWL )
2. Perfusi jaringan Adekwat
-
Mengkaji dan
mencatat tanda – tanda Vital ( kualitas dan Frekwensi denyut nadi, tekanan
darah , Cappilary Refill )
-
Mengkaji dan
mencatat sirkulasi pada ektremitas ( suhu , kelembaban dan warna )
-
Menilai
kemungkinan terjadinya kematian aringan pada ekstremitas seperti dingin , neri
, pembengkakan kaki )
3. Kebutuhan nutrisi adekwat
-
Ijinka anak
memakan makanan yang dapa ditoleransi anak. Rencanakan untuk memperbaiki
kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkat.
-
Berikan makanan
yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan kualitas intake
nutrisi
-
Menganjurkan
kepada orang tua untuk memberikan makanan dengan teknik porsi kecil tetapi
sering
-
Menimbang berat
badan setiap hari pada waktu yang sama dan dengan skala yang sama
-
Mempertahankan
kebersihan mulut pasien
-
Menjelaskan
pentingnya intake nutirisi yang adekwat untuk penyembuhan penyakit
4. Mempertahankan suhu tubuh normal
-
Ukur tanda –
tanda vital suhu tubuh
-
Ajarkan keluarga
dala pengukuran suhu
-
Lakukan “ tepid
sponge” ( seka ) dengan air biasa
-
Tingkatkan intake
cairan
-
Berikan terapi
untuk menurunkan suhu
5. Mensupport koping keluarga Adaptif
-
mengkaji perasaan
dn persepsi orang tua atau anggota keluarga terhadap situasi yang penuh stress
-
Ijinkan orang tua
dan keluarga untuk memberikan respon secara panjang lebar dan identifikasi
faktor yang paling mencmaskan keluarga
-
Identifikasikan
koping yang biasa digunakan dn seberapa besar keberhasilannya dalam mengatasi
keadaan
Pencegahan DHF
Menghindari atau mencegah berkembangnya nyamuk Aedes
Aegepty dengan cara:
-
Rumah selalu
terang
-
Tidak menggantung
pakaian
-
Bak / tempat
penampungan air sering dibersihkan dan diganti airnya minimal 4 hari sekali
-
Kubur barang –
barang bekas yang memungkinkan sebagai tempat terkumpulnya air hujan
-
Tutup tempat
penampungan air
Perencanaan pemulangan dan PEN KES
-
Berikan informasi
tentang kebutuhan melakukan aktifitas sesuai dengan tingkat perkembangan dan
kondisi fisik anak
-
Jelaskan terapi
yang diberikan, dosis efek samping
-
Menjelaskan
gejala – gejala kekambuhan penyakit dan hal yang harus dilakukan untuk
mengatasi gejala
-
Tekankan untuk
melakukan kontrol sesuai waktu yang ditentukan
DAFTAR PUSTAKA
Buku ajar IKA infeksi
dan penyakit tropis IDAI Edisi I. Editor : Sumarmo, S Purwo Sudomo, Harry Gama,
Sri rejeki Bag IKA FKUI jkt 2002.
Christantie, Effendy. SKp, Perawatan Pasien
DHF. Jakarta, EGC, 1995
Prinsip – Prinsip Keperawatan Nancy Roper hal
269 – 267
No comments:
Post a Comment