Juniartha Semara Putra
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DERMATITIS
SEBOREA
1. PENGERTIAN.
Dermatitis seborea adalah kelainan inflamasi kronik
kulit dengan predileksi di daerah yang banyak dipasok dengan kelenjar sebosea
atau yang terletak di antara lipatan kulit tempat bakteri terdapat dalam jumlah
yang besar (Brunner & Suddart: 1856). Faktor
resiko terjadinya dermatitis seborea: stres, kelelahan, cuaca dingin, kulit
berminyak, jarang mencuci rambut, pemakaian losyen yang mengandung alcohol, penyakit
kulit (misalnya jerawat).
2. BENTUK-BENTUK DERMATITIS SEBOREA.
a.
Bentuk berminyak.
b.
Bentuk kering.
3. MANIFESTASI KLINIS.
a.
Bentuk berminyak.
1)
Akan tampak basah dan mengkilap.
2)
Terdapat bercak-bercak kulit yang berwarna pucat,
mengkilap dengan atau tanpa daskuamasi dan eritema ringan terutama di daerah
dahi, lipatan solabial.
b.
Bentuk kering.
1) Daskuamasi kulit kepala dengan sisik yang
halus dan berbentuk serbuk dalam jumlah yang besar (ketombe).
2)
Pruritus (rasa gatal).
Pada bayi baru lahir yang
berumur kurang dari 1 bulan, dermatitis seborea menyebabkan ruam tebal
berkeropeng berwarna kuning di kulit kepala (cradle cap) dan kadang
tampak sebagai sisik berwarna kuning di belakang telinga atau beruntusan merah
di wajah. Ruam di
kulit kepala ini sering disertai dengan ruam popok. Pada anak-anak, dermatitis seborea menyebabkan timbulnya
ruam yang tebal di kulit kepala yang sukar disembuhkan.
4. THERAPY.
Pengobatan untuk penyakit ini
belum diketahui:
- Dewasa.
Ø Bisa digunakan sampo yang
mengandung seng pirition, selenium sulfida, asam salisilat dan belerang atau
ter. Sampo digunakan setiap hari sampai ketombenya terkendali, selanjutnya
sampo cukup digunakan 2 kali/minggu. Pengobatan seringkali harus dilanjutkan
selama berbulan-bulan. Jika setelah pengobatan dihentikan dermatitis kembali
kambuh, maka sampo tersebut bisa kembali digunakan.
Ø Lotion yang mengandung
corticosteroid juga bisa dioleskan pada kulit kepala atau bagian tubuh lainnya.
Pada wajah digunakan lotion yang hanya mengandung corticosteroid 1%. Pemakaian
corticosteroid harus secara hati-hati, karena penggunaan jangka panjang dapat
menyebabkan penipisan kulit dan gangguan lainnya.
Ø Jika corticosteroid tidak
dapat mengatasi ruam, kadang digunakan krim ketoconazole.
- Anak-anak
Untuk ruam bersisik tebal di kulit kepala, bisa dioleskan
minyak mineral yang mengandung asam salisilat secara perlahan dengan
menggunakan sikat gigi yang lembut pada malam hari. Selama sisik masih ada,
kulit kepala juga dicuci dengan sampo setiap hari; setelah sisiknya menghilang
cukup dicuci 2 kali/minggu.
- Bayi.
Ø
Kulit kepala dicuci
dengan sampo bayi yang lembut dan diolesi dengan krim hydrocortisone.
Ø
Selama ada sisik,
kulit kepala dicuci setiap hari dengan sampo yang lembut; setelah sisik
menghilang cukup dicuci 2 kali/minggu.
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian.
a.
Kaji keadaan kulit.
b.
Adanya ruam dan lecet.
c.
Warna.
d.
Suhu.
e. Area kemerahan dan adanya kerusakan pada
kulit.
f. Kelembaban dan kekeringan yang berlebihan.
2.
Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul
berdasarkan Prioritas.
a. Gangguan kenyamanan berhubungan dengan
pruritus.
b. Kerusakan integritas kulit berhubungan
dengan pruritus.
c. Resiko infeksi berhubungan dengan adanya
lesi.
d. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan
eritema ringan dan ketombe.
3. Perencanaan.
|
No
|
Hari/tgl/jam
|
Dx
|
Rencana
dan tujuan
|
Rencana
tindakan
|
Rasional.
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
1
|
-
|
1
|
Setelah
diberikan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan pasien merasa
nyaman dengan kriterian hasil:
Ø
Pasien tenang.
Ø Pasien tidak mengaruk-garuk kepala.
|
Ø
Kaji penyebab ketidaknyamanan pasien.
Ø
Beri penjelasan pada pasien untuk menghindari
paparan sinar matahari langsung.
Ø Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian
obat topical jika mengenai wajah dan badan.
|
Ø
Untuk mempermudah memberikan intervensi
keperawatan.
Ø Untuk menghindari timbulnya rasa gatal.
Ø Untuk mengurangi rasa gatal jika muncul.
|
|
2
|
-
|
2
|
Setelah
diberikan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan kerusakan
integritas kulit dapat diatasi dengan criteria hasil:
Ø
Kulit dalam keadaan normal.
Ø
Kulit tidak gatal.
|
Ø Kaji tingkat kelembaban kulit pasien.
Ø Anjurkan pasien untuk menjaga kebersihan
kulit.
Ø Anjurkan pasien untuk menggunakan lotion
atau pelembab.
Ø Anjurkan pasien menggunakan pakaian
tertutup jika keluar rumah.
|
Ø
Untuk mengetahui keadaan kulit dan mempermudah
memberikan intervensi selanjutnya.
Ø
Untuk mengurangi peluasan penyakit.
Ø
Mengetahui kelembaban kulit.
Ø
Menjaga kelembaban kulit.
|
|
3
|
-
|
3
|
Setelah
diberikan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan tidak terjadi
infeksi dengan criteria hasil:
Ø Tidak terdapat tanda-tanda infeksi.
|
Ø
Observasi vital sign.
Ø
Kaji tanda-tanda infeksi.
Ø
Usahakan jangan menggaruk bila gatal
Ø Ajarkan pada keluarga cara perawatan
luka.
Ø
Lakukan perawatan kulit secara teratur.
Ø Rendam dengan menggunakan air hangat
dengan garam atau PK.
Ø Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian
therapy lebih lanjut..
|
Ø
Mngetahui keadaan umum klien.
Ø Suhu yang meningkat menunjukan adanya
tanda infeksi.
Ø
Dapat mempermudah terjadi perlukaan.
Ø
Agar keluarga mandiri.
Ø
Untuk menghindari perluasan infeksi.
Ø
Dapat membunuh kuman yang terdapat di area
permukaan kulit.
Ø
Mempercepat proses penyembuhan.
|
|
4
|
|
4
|
Setelah
diberikan asuhan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan gangguan citra
tubuh dapat diatasi dengan criteria hasil:
Ø Pasien tetap bisa bergaul seperti
biasanya.
Ø
Pasien tidak menunjukan rasa malu.
|
Ø
Beri penjelasan tentang proses penyakitnya.
Ø Adakan pendekatan yang lebih sering
dengan klien.
Ø
Beri motivasi pada pasien untuk mengungkapkan
perasaannya.
|
Ø Agar pasien lebih memahami mengenai
penyakitnya.
Ø Untuk menimbulkan rasa percaya diri pada
pasien disamping itu mengurangai rasa rendah diri bila bertemu dengan orang lain.
Ø Mengetahui perasaan pasien yang
sebenarnya mengenai gambaran dirinya
sekarang ini.
|
4. Evaluasi
Evaluasi
yang diharapkan dari rencana tindakan yang dilakukan:
- Pasien dapat merasa nyaman.
- Kerusakan integritas kulit dapat diatasi.
- Tidak ditemukan tanda infeksi.
- Gangguan citra tubuh dapat diatasi.
DAFTAR PUSTAKA
Bruner & Suddart, (2001 ).Buku
Ajar Keperawatan Medikal Bedah,Ed 8 : EGC: Jakarta
Carpenito, L.J, (2001 ). Handbook of nursing diagnosis ( Buku Terjemaahan
), Ed. 8:
EGC: Jakarta.
Price, sylvia, ( 1995).Patofisiologi penyakit, jilid 2, Ed. 8 :EGC:
Jakarta.
No comments:
Post a Comment