WHO AM I?

I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA POLTEKKES KEMENKES DENPASAR JURUSAN KEPERAWATAN

Saturday, September 15, 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DERMATITIS SEBOREA

Juniartha Semara Putra

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DERMATITIS SEBOREA
1.      PENGERTIAN.
Dermatitis seborea adalah kelainan inflamasi kronik kulit dengan predileksi di daerah yang banyak dipasok dengan kelenjar sebosea atau yang terletak di antara lipatan kulit tempat bakteri terdapat dalam jumlah yang besar (Brunner & Suddart: 1856). Faktor resiko terjadinya dermatitis seborea: stres, kelelahan, cuaca dingin, kulit berminyak, jarang mencuci rambut, pemakaian losyen yang mengandung alcohol, penyakit kulit (misalnya jerawat).
2.      BENTUK-BENTUK DERMATITIS SEBOREA.
a.       Bentuk berminyak.
b.      Bentuk kering.
3.      MANIFESTASI KLINIS.
a.       Bentuk berminyak.
1)      Akan tampak basah dan mengkilap.
2)      Terdapat bercak-bercak kulit yang berwarna pucat, mengkilap dengan atau tanpa daskuamasi dan eritema ringan terutama di daerah dahi, lipatan solabial.
b.      Bentuk kering.
1)      Daskuamasi kulit kepala dengan sisik yang halus dan berbentuk serbuk dalam jumlah yang besar (ketombe).
2)      Pruritus (rasa gatal).
Pada bayi baru lahir yang berumur kurang dari 1 bulan, dermatitis seborea menyebabkan ruam tebal berkeropeng berwarna kuning di kulit kepala (cradle cap) dan kadang tampak sebagai sisik berwarna kuning di belakang telinga atau beruntusan merah di wajah. Ruam di kulit kepala ini sering disertai dengan ruam popok. Pada anak-anak, dermatitis seborea menyebabkan timbulnya ruam yang tebal di kulit kepala yang sukar disembuhkan.

4.      THERAPY.
Pengobatan untuk penyakit ini belum diketahui:
  1. Dewasa.
Ø  Bisa digunakan sampo yang mengandung seng pirition, selenium sulfida, asam salisilat dan belerang atau ter. Sampo digunakan setiap hari sampai ketombenya terkendali, selanjutnya sampo cukup digunakan 2 kali/minggu. Pengobatan seringkali harus dilanjutkan selama berbulan-bulan. Jika setelah pengobatan dihentikan dermatitis kembali kambuh, maka sampo tersebut bisa kembali digunakan.
Ø  Lotion yang mengandung corticosteroid juga bisa dioleskan pada kulit kepala atau bagian tubuh lainnya. Pada wajah digunakan lotion yang hanya mengandung corticosteroid 1%. Pemakaian corticosteroid harus secara hati-hati, karena penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan penipisan kulit dan gangguan lainnya.
Ø  Jika corticosteroid tidak dapat mengatasi ruam, kadang digunakan krim ketoconazole.
  1. Anak-anak
Untuk ruam bersisik tebal di kulit kepala, bisa dioleskan minyak mineral yang mengandung asam salisilat secara perlahan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut pada malam hari. Selama sisik masih ada, kulit kepala juga dicuci dengan sampo setiap hari; setelah sisiknya menghilang cukup dicuci 2 kali/minggu.
  1. Bayi.
Ø  Kulit kepala dicuci dengan sampo bayi yang lembut dan diolesi dengan krim hydrocortisone.
Ø  Selama ada sisik, kulit kepala dicuci setiap hari dengan sampo yang lembut; setelah sisik menghilang cukup dicuci 2 kali/minggu.
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
1.      Pengkajian.
a.       Kaji keadaan kulit.
b.      Adanya ruam dan lecet.
c.       Warna.
d.      Suhu.
e.       Area kemerahan dan adanya kerusakan pada kulit.
f.       Kelembaban dan kekeringan yang berlebihan.

2.      Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul berdasarkan Prioritas.
a.       Gangguan kenyamanan berhubungan dengan pruritus.
b.      Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pruritus.
c.       Resiko infeksi berhubungan dengan adanya lesi.
d.      Gangguan citra tubuh berhubungan dengan eritema ringan dan ketombe.

3.      Perencanaan.

No
Hari/tgl/jam
Dx
Rencana dan tujuan
Rencana tindakan
Rasional.
1
2
3
4
5
6
1
-
1
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan pasien merasa nyaman dengan kriterian hasil:
Ø  Pasien tenang.
Ø  Pasien tidak mengaruk-garuk kepala.
Ø  Kaji penyebab ketidaknyamanan pasien.

Ø  Beri penjelasan pada pasien untuk menghindari paparan sinar matahari langsung.
Ø  Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat topical jika mengenai wajah dan badan.
Ø  Untuk mempermudah memberikan intervensi keperawatan.
Ø  Untuk menghindari timbulnya rasa gatal.


Ø  Untuk mengurangi rasa gatal jika muncul.


2
-
2
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan kerusakan integritas kulit dapat diatasi dengan criteria hasil:
Ø  Kulit dalam keadaan normal.
Ø  Kulit tidak gatal.
Ø  Kaji tingkat kelembaban kulit pasien.



Ø  Anjurkan pasien untuk menjaga kebersihan kulit.
Ø  Anjurkan pasien untuk menggunakan lotion atau pelembab.
Ø  Anjurkan pasien menggunakan pakaian tertutup jika keluar rumah.
Ø  Untuk mengetahui keadaan kulit dan mempermudah memberikan intervensi selanjutnya.
Ø  Untuk mengurangi peluasan penyakit.
Ø  Mengetahui kelembaban kulit.

Ø  Menjaga kelembaban kulit.
3
-

3
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan tidak terjadi infeksi dengan criteria hasil:
Ø  Tidak terdapat tanda-tanda infeksi.
Ø  Observasi vital sign.

Ø  Kaji tanda-tanda infeksi.


Ø  Usahakan jangan menggaruk bila gatal
Ø  Ajarkan pada keluarga cara perawatan luka.
Ø  Lakukan perawatan kulit secara teratur.
Ø  Rendam dengan menggunakan air hangat dengan garam atau PK.
Ø  Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapy lebih lanjut..
Ø  Mngetahui keadaan umum klien.
Ø  Suhu yang meningkat menunjukan adanya tanda infeksi.
Ø  Dapat mempermudah terjadi perlukaan.
Ø  Agar keluarga mandiri.

Ø  Untuk menghindari perluasan infeksi.
Ø  Dapat membunuh kuman yang terdapat di area permukaan kulit.
Ø  Mempercepat proses penyembuhan.
4

4
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan gangguan citra tubuh dapat diatasi dengan criteria hasil:
Ø  Pasien tetap bisa bergaul seperti biasanya.
Ø  Pasien tidak menunjukan rasa malu.
Ø  Beri penjelasan tentang proses penyakitnya.

Ø  Adakan pendekatan yang lebih sering dengan klien.





Ø  Beri motivasi pada pasien untuk mengungkapkan perasaannya.

Ø  Agar pasien lebih memahami mengenai penyakitnya.
Ø  Untuk menimbulkan rasa percaya diri pada pasien disamping itu mengurangai rasa rendah diri bila bertemu dengan orang lain.
Ø  Mengetahui perasaan pasien yang sebenarnya mengenai gambaran  dirinya sekarang ini.


4.      Evaluasi
Evaluasi yang diharapkan dari rencana tindakan yang dilakukan:
  1. Pasien dapat merasa nyaman.
  2. Kerusakan integritas kulit dapat diatasi.
  3. Tidak ditemukan tanda infeksi.
  4. Gangguan citra tubuh dapat diatasi.

DAFTAR PUSTAKA

Bruner & Suddart, (2001 ).Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah,Ed 8 : EGC: Jakarta

Carpenito, L.J, (2001 ). Handbook of nursing diagnosis ( Buku Terjemaahan ), Ed. 8:
 EGC: Jakarta.

Price, sylvia, ( 1995).Patofisiologi penyakit, jilid 2, Ed. 8 :EGC: Jakarta.

No comments: