Juniartha Semara Putra
gejala-Gejala Ankylosing Spondylitis
Mendiagnosis Ankylosing Spondylitis
Pilihan-Pilihan Perawatan Ankylosing Spondylitis
Masa Depan untuk Pasien-Pasien dengan Ankylosing
Spondylitis
|
|
|
Advertisement
|
gejala-Gejala Ankylosing Spondylitis
Gejala-gejala ankylosing spondylitis berhubungan
dengan peradangan dari spine, sendi-sendi tulang (joints), dan organ-organ
lain. Kelelahan adalah suatu gejala umum yang berkaitan dengan peradangan
aktif. Peradangn spine menyebabkan nyeri dan kekakuan pada belakang bawah ,
area bokong atas, leher, dan sisanya spine. Timbulnya nyeri dan kekakuan
biasanya secara berangsur-angsur dan memburuk secara progresif melalui waktu
berbulan-bulan. Adakalanya, timbulnya sangat cepat dan hebat/keras.
Gejala-gejala nyeri dan kekakuan adalah seringkali parah waktu pagi atau
setelah periode-periode tidak aktif yang panjang. Nyeri dan kekakuan seringkali
mereda dengan gerakan, panas, dan suatu mandi hangat pada pagi hari. Karena
ankylosing spondylitis seringkali mempengaruhi pasien-pasien masa remaja,
timbulnya nyeri belakang bawah kadangkala disalahartikan sebagai luka-luka
olahraga pada pasien-pasien yang lebih muda.
Pasien-pasien yang memunyai peradangan spine
kronis yang berat dapat mengembangkan suatu penyatuan tulang sepenuhnya dari
spine (ankylosis). Sekali menyatu, nyeri pada spine hilang, namun pasien
mempunyai suatu kehilangan sepenuhnya dari mobilitas spine. Spine yang menyatu
ini adalah sangat rapuh dan mudah patah (fracture) ketika telibat pada trauma,
seperti kecelakaan-kecelakaan motor. Suatu penimbulan mendadak dari nyeri dan
moblitas pada area spine dari pasien-pasien ini dapat mengindikasikan
kerusakkan tulang (fracture). Leher bagian bawah (cervical spine) adalah area
yang paling umum untuk kerusakkan-kerusakkan (fractures) seperti itu.
Spondylitis dan ankylosis kronis menyebabkan
lengkungan kedepan (bongkok) dari batang tubuh bagian atas (thoracic spine),
membatasi kapasitas pernapasan. Spondylitis dapat juga mempengaruhi area-area
dimana tulang-tulang iga (ribs) dicantelkan pada spine bagian atas, lebih jauh
membatasi kapasitas paru-paru. Ankylosing spondylitis dapat menyebabkan
peradangan dan luka goresan pada paru-paru, menyebabkan batuk dan sesak napas,
terutama dengan latihan dan infeksi-infeksi. Oleh karenanya, kesulitan bernapas
dapat menjadi suatu komplikasi yang serius dari ankylosing spondylitis.
Pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dapat
juga mempunyai arthritis pada sendi-sendi tulang yang lain daripada tulang
belakang (spine). Pasien-pasien mugkin merasakan nyeri, kekakuan, panas,
bengkak, kehangatan, dan/atau kemerahan pada tulang-tulang sendi seperti pinggul-pinggul,
lutut-lutut, dan pergelangan-pergelangan. Adakalanya, tulang-tulang sendi yang
kecil dari jari-jari kaki dapat meradang, atau berbentuk "sosis".
Peradangan dapat terjadi pada tulang rawan (cartilage) sekitar tulang dada (costochondritis) begitu juga pada
tendon-tendon dimana otot-otot menempel pada tulang (tendinitis) dan tempelan-tempelan ligamen (ligament attachments)
pada tulang. Beberapa pasien-pasien dengan penyakit ini mengembangkan Achilles tendinitis, menyebabkan nyeri
dan kekakuan pada belakang tumit, terutama jika bertolak dengan kaki ketika
naik tangga-tangga. Peradangan jaringan-jaringan dari alas kaki, plantar fasciitis, terjadi lebih
sering pada orang-orang dengan ankylosing spondylitis.
Area-area lain dari tubuh yang dipengaruhi oleh
ankylosing spondylitis termasuk mata-mata, jantung, dan ginjal-ginjal.
Pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dapat mengembangkan peradangan pada
iris, disebut iritis. Iritis
dikarakteristikan dengan kemerahan dan nyeri pada mata, terutama ketika melihat
pada sinar-sinar yang terang. Serangan-serangan yang terjadi kembali dari
iritis dapat mempengaruhi kedua mata. Sebagai tambahan pada iris, badan siliari
(ciliary body) dan koroid (choroid) dari mata dapat meradang dan ini dirujuk
sebagai uveitis. Iritis dan
uveitis dapat menjadi komplikasi-komplikasi yang serius dari ankylosing
spondylitis yang dapat merusak mata dan mengganggu penglihatan, dan mungkin
memerlukan suatu pelayanan yang mendesak dari seorang spesialis mata (ophthalmologist). Perawatan-perawatan
khusus untuk peradangan mata yang serius dibahas pada bagian perawatan dibawah.
Perlu dicatat bahwa iritis dan peradangan spine dapat terjadi dalam
bentuk-bentuk lain dari arthritis seperti reactive arthritis (dahulunya sindrom
Reiter), psoriatic arthritis, dan arthritis dari penyakit peradangan usus.
Suatu komplikasi yang jarang dari ankylosing
spondylitis melibatkan luka parut dari sistim elektrik jantung, menyebabkan
suatu denyut jantung yang abnormal rendah. Suatu alat pemacu jantung mungkin perlu
pada pasien-pasien ini untuk mempertahankan denyut jantung dan hasil (output)
yang memadai. Bagian aorta yang paling dekat dengan jantung dapat meradang,
berakibat pada kebocoran dari klep aorta. Pasien-pasien ini dapat mengembangkan
sesak napas, kepeningan, dan gagal jantung.
Spondylitis yang lanjut dapat menjurus pada
endapan-endapan yang disebut amyloid
kedalam ginjal-ginjal dan berakibat pada kegagalan ginjal. Penyakit ginjal yang
progresif dapat menjurus pada kelelahan kronis dan mual dan dapat memerlukan
pembuangan racun-racun darah yang terakumulasi dengan suatu mesin penyaringan (dialysis).
Mendiagnosis Ankylosing Spondylitis
Diagnosis dari ankylosing spondylitis berdasarkan
pada evaluasi gejala-gejala pasien, suatu pemeriksaan fisik, penemuan-penemuan
x-ray, dan tes-tes darah. Gejala-gejala termasuk nyeri dan kekakuan dari spine
dan area-area sakrum pada pagi hari dengan atau tanpa diiringi peradangan pada
sendi-sendi tulang, tendon-tendon, dan organ-organ lainnya. Gejala-gejala awal
dari ankylosing spondylitis dapat sangat memperdayakan/menipu, karena kekakuan
dan nyeri pada belakang bawah (low back) dapat terlihat pada banyak
kondisi-kondisi lain. Ia dapat sangat sulit dipisahkan pada wanita-wanita, yang
cenderung (namun tidak selalu) mempunyai keterlibatan spine yang lebih ringan.
Tahun-tahun dapat belalu sebelum diagnosis ankylosing spondylitis bahkan
dipertimbangkan.
Pemeriksaan dapat mempertunjukkan tanda-tanda
peradangan dan pengurangan batasan dari gerakan tulang-tulang sendi. Ini dapat
sangat jelas pada spine. Fleksibilitas dari belakang bawah (low back) dan/atau
leher dapat dikurangi. Mungkin ada kelembutan dari tulang-tulang sendi
sacroiliac dari bokong-bokong bagian atas. Ekspansi dari dada dengan bernapas
penuh dapat dibatasi karena kekakuan dari dinding dada. Orang-orang yang
dipengaruhi sangat berat dapat mempunyai suatu postur tubuh yang membungkuk.
Peradangan mata dapat dievaluasi oleh dokter dengan suatu ophthalmoscope.
Tanda-tanda yang lebih jauh pada diagnosis
disarankan oleh kelainan-kelainan x-ray dari spine dan kehadiran dari tes darah
untuk penanda genetik, gen HLA-B27. Tes-tes darah lain mungkin menyediakan
bukti peradangan didalam tubuh. Contohnya, suatu tes darah disebut angka sedimentasi adalah suatu penanda
nonspesifik untuk peradangan diseluruh tubuh dan sering meningkat dalam
kondisi-kondisi seperti ankylosing spondylitis. Analisa urin seringkali
dilakukan untuk mencari kelainan-kelainan ginjal yang mengiringinya, begitu
juga untuk mengeluarkan kondisi-kondisi ginjal yang mungkin menghasilkan nyeri
belakang (back pain) yang meniru ankylosing spondylitis. Pasien-pasien juga
dievaluasi secara simultan untuk gejala-gejala dan tanda-tanda dari
spondyloarthropathies yang berkaitan lainnya, seperti psoriasis, penyakit kelamin atau dysentery (reactive arthritis atau penyakit Reiter), dan penyakit
peradangan usus (ulcerative colitis atau penyakit Crohn).
Pilihan-Pilihan Perawatan Ankylosing Spondylitis
Perawatan ankylosing spondylitis melibatkan
penggunaan dari obat-obat untuk mengurangi peradangan dan/atau menekan/menindas
imunitas, terapi fisik, dan latihan. Obat-obat mengurangi peradangan pada spine
dan sendi-sendi tulang dan organ-organ lain. Terapi fisik dan latihan membantu
memperbaiki postur, mobilitas spine, dan kapasitas paru-paru.
Aspirin dan obat-obat anti-peradangan nonsteroid
(NSAIDs) biasanya digunakan untuk mengurangi nyeri dan kekakuan dari spine dan
sendi-sendi tulang laninya. NSAIDs yang umum dipakai termasuk indomethacin (Indocin), tolmetin (Tolectin), sulindac (Clinoril), naproxen (Naprosyn), dan diclofenac (Voltaren). Efek-efek
sampingan umum mereka termasuk gangguan perut, mual, nyeri perut, diare, dan
bahkan perdarahan borok-borok. Obat-obat ini seringkali diminum dengan makanan
untuk memperkecil efek-efek sampingan.
Pada beberapa pasien-pasien dengan ankylosing
spondylitis, peradangan dari sendi-sendi tulang tidak termasuk spine (seperti
pinggul-pinggul, lutut-lutut, atau pergelangan-pergelangan) menjadi persoalan
utama. Peradangan pada sendi-sendi tulang ini mungkin tidak merespon pada
NSAIDs sendiri. Pada pasien-pasien ini, tambahan dari obat-obat yang menekan
sistim imun tubuh dipertimbangkan. Obat-obat ini, seperti sulfasalazine (Azulfidine), mungkin
membawa pengurangan peradangan jangka panjang. Suatu alternatif dari
sulfasalazine yang sedikt banyaknya lebih efektif adalah methotrexate (Rheumatrex, Trexall),
yang dapat diberikan melalui mulut atau melalui suntikan. Tes-tes darah
seringkali dilakukan selama perawatan methotrexate karena potensi keracunannya
pada hati, yang bahkan dapat menjurus pada cirrhosis, dan keracunan pada sumsum
tulang, yang dapat menjurus pada anemia berat.
Penelitian terakhir telah menunjukan bahwa untuk
ankylosing spondylitis yang gigih dengan keterlibatan spine yang tidak merespon
pada obat-obat anti peradangan, keduanya sulfasalazine dan methotrexate adalah
tidak efektif. Obat-obat efektif yang lebih baru untuk penyakit spine menyerang
suatu protein kurir/pesuruh dari peradangan yang disebut TNF. Obat-obat penghalang TNF ini
telah ditunjukkan sangat efektif untuk merawat ankylosing spondylitis dengan
memberhentikan aktivitas penyakit, mengurangi peradangan, dan memperbaiki
mobilitas spine. Contoh-contoh dari TNF-blockers ini termasuk etanercept (Enbrel), infliximab (Remicade), dan adalimumab (Humira).
Beberapa pokok-pokok utama tentang perawatan
ankylosing spondylitis berhak mendapat penekanan. Ada suatu spondylitis awal
yang tingkat diagnosisnya rendah yang terjadi sebelum tes sederhana x-ray dapat
mendeteksi perubahan-perubahan klasik. Pasien-pasien yang dirawat lebih awal
merespon lebih baik pada perawatan-perawatan. Obat-obat yang memodifikasi
penyakit sekarang ini, seperti methotrexate, sulfasalazine, dan leflunomide (Arava), yang dapat
menjadi efektif untuk peradangan sendi tulang dari sendi-sendi tulang yang
berjauhan dari spine, adalah tidak efektif untuk peradangan spine. Jika
obat-obat anti peradangan nonsteroid tidak efektif pada suatu pasien yang
kondisinya didominasi oleh peradangan spine (dan 50% merespon), maka obat-obat
biologi yang menghambat faktor tumor nekrosis diindikasikan (TNF inhibitors). Semua
penghambat-penghambat TNF, termasuk Remicade,
Enbrel, dan Humira adalah efektif dalam merawat
ankylosing spondylitis. Perbaikan yang berakibat pada penghambatan TNF
dipertahankan terus menerus selama bertahun-tahun perawatan. Jika
penghambat-penghambat TNF diberhentikan, untuk alasan apa saja, kekambuhan
penyakit terjadi hampir pada semua pasien-pasien dalam waktu satu tahun. Jika
penghambat TNF kemudian dimulai lagi, ia secara khas efektif.
Kortikosteroid-kortikosteroi (kortison) mulut
atau suntikan adalah agent-agent anti peradangan yang berpotensi dan dapat
secara efektif mengontrol spondylitis dan peradangan-peradangan lain didalam
tubuh. Sayangnya, kortikosteroid-kortikosteroid dapat mempunyai efek-efek
sampingan yang serius jika digunakan pada suatu basis jangka panjang. Efek-efek
sampingan ini termasuk katarak-katarak, penipisan dari kulit dan tulang-tulang,
mudah memar, infeksi-infeksi, diabetes, dan kehancuran dari sendi-sendi tulang
besar, seperti pinggul-pinggul.
Terapi fisik untuk ankylosing spondylitis
termasuk instruksi-instruksi dan latihan-latihan untuk mempertahankan postur
yang sesuai. Ini termasuk bernapas yang dalam untuk ekspansi paru dan latihan-latihan
peregangan (stretching exercises) untuk memperbaiki mobilitas spine dan sendi
tulang. Karena ankylosis dari spine cenderung menyebabkan
lekukan/lengkungan/kebongkokan ke depan, pasien-pasien diperintahkan untuk
mempertahankan postur yang tegak sebanyak mungkin dan melakukan latihan-latihan
perluasan ke belakang. Pasien-pasien juga dinasehati untuk tidur pada suatu
kasur yang kokoh dan menghindari penggunaan sebuah bantal untuk mencegah
lekukan/lengkungan tulang belakang (spine). Ankylosing spondylitis dapat
melibatkan area-area dimana tulang-tulang iga menempel pada spine bagian atas
begitu juga sendi-sendi tulang vertebra, jadi membatasi kapasitas bernapas
paru. Pasien-pasie diinstruksikan untuk seringkali mengembangkan secara
maksimal dada mereka sepanjang hari untuk mengecilkan pembatasan ini.
Program-program latihan disesuaikan untuk setiap
individu pasien. Berenang lebih disukai, karena ia menghindari dampak yang
menggetarkan dari tulang belakang. Ankylosing spondylitis tidak perlu membatasi
kelibatan seorang pasien pada atletik. Pasien-pasien dapat berpartisipasi pada
olahraga-olahraga aerobik yang dipilh secara hati-hati ketika penyakit mereka
tidak aktif. Latihan aerobik umumnya dianjurkan karena ia memajukan perluasan
penuh dari otot-otot pernapasan dan membuka saluran-saluran udara dari
paru-paru.
Peradangan dan penyakit-penyakit pada organ-organ
lain dirawat secara terpisah. Contohnya, peradangan iris dari mata (iritis atau
uveitis) mungkin memerlukan obat-obat tetes mata kortison (pred forte) dan
dosis-dosis kortison mulut (secara oral) yang tinggi. Sebagai tambahan,
obat-obat tetes mata atropine seringkali diberikan untuk mengendurkan otot-otot
dari iris. Kadangkala suntikan kortison kedalam mata yang dipengaruhi adalah
perlu jika peradangannya berat. Penyakit jantung pada pasien-pasien dengan
ankylosing spondylitis mungkin memerlukan suatu penempatan pemacu jantung atau
obat-obat untuk gagal jantung kongestif (congestive heart failure).
Merokok sangat tidak dianjurkan pada pasien-pasien
dengan ankylosing spondylitis, karena ia akan mempercepat luka parut pada
paru-paru dan memperburuk secara serius kesulitan-kesulitan bernapas.
Adakalanya, pasien-pasien dengan penyakit paru yang parah yang berkaitan dengan
ankylosing spondylitis mungkin memerlukan tambahan oksigen dan obat-obat untuk
memperbaiki pernapasan.
Pasien-pasien mungkin perlu memodifikasi
aktivitas-aktivitas kehidupan sehari-hari mereka dan menyesuaikan ciri-ciri
tempat kerja. Contohnya, pekerja-pekerja dapat menyesuaikan bangku-bangku dan
meja-meja untuk postur-postur yang sesuai. Pengemudi-pengemudi dapat
menggunakan kaca-kaca untuk melihat kebelakang yang lebar untuk mengkompensasi
gerakan yang terbatas pada spine.
Akhirnya, pasien-pasien yang mempunai penyakit
yang parah dari tulang-tulang sendi tulang pinggul dan spine mungkin memerlukan
operasi orthopedi (bedah tulang).
Masa Depan untuk Pasien-Pasien dengan Ankylosing
Spondylitis
Ankylosing spondylitis dan setiap dari
spondyloarthropathies adalah area-area dari penelitian aktif. Hubungan antara
kekuatan-kekuatan yang bersifat menular dan pemicu dari peradangan kronis
sedang dikejar dengan penuh semangat. Faktor-faktor yang mengabadikan
"auto-immunity" sedang diidentifikasikan. Karakteristik-karakteristik
dari penanda gen HLA-B27 sedang didefinisikan lebih jauh. Kenyataannya,
sekarang diketahui ada tujuh subtipe-subtipe yang berbeda dari HLA-B27.
Dampak dari penemuan akhir-akhir ini dari dua
gen-gen tambahan yang berkaitan dengan ankylosing spondylitis tidak dapat
terlalu ditekankan. Ketika lebih banyak tentang mekanisme-mekanisme yang tepat
yang digunakan oleh gen-gen ini untuk mempengaruhi sistim imun dimengerti,
penemuan dari suatu penyembuhan akan menjadi mungkin. Lebih dari itu,
hasil-hasil dari penelitian yang sedang berjalan akan menjurus pada suatu
pengertian dan perawatan yang lebih baik dari seluruh kelompok penyakit yang
secara kolektif dikenal sebagai spondyloarthropathies.
No comments:
Post a Comment