WHO AM I?

I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA POLTEKKES KEMENKES DENPASAR JURUSAN KEPERAWATAN

Thursday, September 6, 2012

ANALISA PEMAKAIAN SYRING PUMP PADA PASIEN DI ICCU

Juniartha Semara Putra

ANALISA PEMAKAIAN SYRING PUMP PADA PASIEN DI ICCU

Data
Pasien Wyn Suadnyana, laki-laki, 47 tahun, diagnosa PJK IMA dilakukan pemberian Isoket dengan menggunakan syring pump. Pada pemeriksaan ditemukan HR 88 x/mnt, RR 20 x/mnt, TD 133/86 mmHg. Pada hasil EKG ditemukan interpretasi infark luas pada anterior.

Adapun ulasan materi dan analisa pemakaian syringe pump sebagai berikut,

Pengertian
Salah satu cara untuk memberikan obat melalui pembuluh darah balik / vena dengan alat yang namanya syring pump
Tujuan pemakaian syringe pump
1.      Untuk memberikan obat melalui vena dengan dosis dan jumlah yang tepat sesuai kondisi pasien dengan jumlah volume maksimal 50 cc / jam.
2.      Pemberian obat secara kontinyu dengan dosis terukur dan tepat
 Analisanya
Pada pasien Wyn Suadnyana diberikan terapi Isoket dengan menggunakan syring pump karena, terapi tersebut memerlukan ketepatan dosis untuk mendapatkan ketetapan konsentrasi obat yang terlarut dalam darah, dengan kurun waktu tertentu sehingga penggunaan syring pump menjadi pilihan.
Konsep dasar pemakaian syring pump
Dengan pemberian obat menggunakan syring pump, pasokan obat yang terlarut dalam tubuh diharapkan dapat mempertahankan jumlah dosis obat secara tetap tanpa mengalami perubahan.
Dengan konsentrasi obat menetap dalam darah didapatkan kontinyuitas respon obat terhadap tubuh dapat terjaga dan dapat meminimalkan terjadinya resistensi.
Untuk mendapatkan efek obat yang maksimal pada tubuh maka diperlukan pemberian obat dengan dosis tepat secara kontinyu.

Analisanya
Pada pasien Wyn Suadnyana diberikan obat menggunakan syring pump untuk memberikan obat secara tepat dengan waktu yang telah ditentukan. Disamping itu obat yang diberikan dengan konsentrasi tetap dalam darah akan memaksimalkan efek obat sehingga dapata dicapai efek terapi yang diinginkan. Sehingga efek tercapai dapat tercapai sesuai tujuan.

Fokus perhatian pada pasien yang terpasang obat menggunakan syring pump
Yang perlu diperhatikan pada pasien dan peralatan
1.      Perhatikan keadaan umum dan keluhan pasien saat dilakukan terapi
2.      Pastikan penghitungan obat sudah sesuai dengan kebutuhan dengan pengenceran yang dilakukan.
3.      Pastikan bahwa memberikan obat menggunakan syring pump, dosis yang masuk kedalam sirkulasi adalah dalam bentuk cc per jam, sehingga didapatkan dosis sesuai kebutuhan
4.      Pengenceran obat yang dilakukan untuk mempermudah memberikan jumlah dosis sesuai kebutuhan.
Analisanya
Pada pasien Wyn Suadnyana, diberikan Isoket 20 mg yang diencerkan dengan NaCl 0,9%, pada awalnya diberikan disis 5 mcg/jam, 30 menit kemudian dosis dinaikkan menjadi 10 mcg/jam dan 1 jam kemudian dosis dinaikkan menjadi 20 mcg/jam. Jadi dengan demikian pemberian obat dengan menggunakan syring pump sangat baik untuk memberikan terapi yang tepat. Disamping itu penggunaan syring pump akan lebih memudahkan dalam memberikan obat baik untuki menaikkan maupun menurunkan dosis pemberian secara cepat sesuai instruksi.

Referensi

Barbara E.,(1999), Rencana Asuhan keperawatan Medikal- Bedah Volume I, EGC, Jakarta
Barbara E.,(1999), Rencana Asuhan keperawatan Medikal- Bedah Volume  III, EGC, Jakarta
Barbara C. long,( 1996), Perawatan Medikal Bedah : suatu pendekatan proses keperawatan, Alih bahasa Yayasan ikatan alumni pendidikan keperawatan bandung,Yayasan IAPK, Bandung
Hudak & Gallo, ( 1997), Keperawatan Kritis : Pendekatan Holistik, EGC, Jakarta
www.syringpump.org.co: materi pemakaian syring pump.
Gloria Oblouk Darovic  :  Hemodynamic Monitoring


















                                

 

 

 

 









No comments: