Juniartha Semara Putra
BAB III
TINJAUAN KASUS
TINJAUAN KASUS
I. PENGKAJIAN
1. Pengumpulan
data
a. Biodata
1)
identitas klien
|
Nama
|
:
|
Ny. R
|
|
Umur
|
:
|
60 th
|
|
Jenis kelamin
|
:
|
Perempuan
|
|
Agama
|
:
|
Islam
|
|
Status marital
|
:
|
Menikah
|
|
Pekerjaan
|
:
|
Ibu rumah tangga
|
|
Pendidikan
|
:
|
SMA
|
|
Suku/ bangsa
|
:
|
Sunda/Indonesia
|
|
Tanggal masuk
|
:
|
01 desember 2004
|
|
Tanggal pengkajian
|
:
|
03 desember 2004
|
|
Diagnosa medis
|
:
|
Glaukoma
|
|
Alamat
|
:
|
Jl. Cikadut no. 211 cicadas Bandung
|
|
No. Medrec
|
:
|
059708
|
2) Identitas
Penanggung jawab
|
Nama
|
:
|
Tn. A
|
|
Umur
|
:
|
65 th
|
|
Agama
|
:
|
Islam
|
|
Pekerjaan
|
:
|
SMA
|
|
Hub. Dengan klien
|
:
|
Suami
|
b.
Riwayat kesehatan
1)
Keluhan utama
kllien mengatakan pusing
2)
Riwayat kesehatan sekarang
Klien mengatakan bahwa kurang lebih 6 bulan sebelum
masuk rumah sakit, dirinya mengalami sakit kepala sebelah kanan. Sakit kepala
ini disertai mual dan muntah, lalu klien pergi ke dokter di RS. Santo Yusup
Bandung dan didiagnosa sakit maag dan klien diberi obat maag. Tetapi tak
kunjung sembuh. Satu bulan sebelum masuk rumah sakit klien memeriksakan diri ke
dokter spesialis mata karena merasa penglihatannya buram. Klien lalu dirujuk ke
RS Mata cicendo Bandung. Klien pergi ke
RS Mata Cicendo tanggal 1 desember 2004 dan disarankan untuk dirawat dan
dioperasi. Klien dioperasi tanggal 2 desember 2004. tindakan yang dilakukan
adalah trabekulectomy.
Saat dilakukan pengkajian tanggal 3 desember 200,
klien mengeluh pusing. Pusing dirasakan saat klien duduk tegak tanpa bersandar.
Pusing dirasakan seperti berputar-putar. Jika pusing terasa klien akan
bersandar.
3) Riwayat
kesehatan dahulu
Klien mengatakan sebelumnya tidak pernah mengalami
penyakit yang sama seperti saat ini, maupun penyakit infeksi mata lainnya.
4) Riwayat
kesehatan keluarga
Menurut klien, dalam keluerga tidak ada yang
menderita penyakit glaukoma dan tidak ada yang menderita penyakit keturunan
gula darah, darah tinggi ataupun penyakit menular seperti TBC, hepatitis
c.
Pemeriksaan fisik
1) keadaan
umum
kesadaran :
kompos mentis
TD: 120/80
mmhg, N: 80x/menit, R: 20x/menit, S: 37 C
2)
sistem penglihatan
a.
struktur eksterna
bentuk kelopak mata
simetris, alis dan bulu mata ada, pergerakan kelopak mata kanan tidak terkaji
karena terasa pusing.
b.
struktur interna
|
Struktur
|
OS
|
OD
|
|
Palpebra
|
Terang
|
Terang
|
|
Konjungtiva
|
Merah muda
|
Merah
|
|
Kornea
|
Jernih, transparan
|
Transparan, kemerahan
|
|
Pupil
|
Berdilatasi
|
Belum berdilatasi
|
|
Iris
|
|
Buram
|
|
Lensa
|
Jernih
|
Keruh
|
|
TIO
|
15,8
|
37,8
|
|
COA
|
|
Dangkal
|
|
Ketajaman Penglihatan
|
3/60
|
1/300
|
|
Lapang pandang
|
90O
|
45O
|
|
Gerakan bola mata
|
Bergerak ke segala arah
|
Tidak terkaji
|
3)
sistem pernafasan
hidung klien bersih, tidak terdapat pernafasan
cuping hidung, tidak terdapat polip, bentuk hidung simetris, tidakada nyeri
tekan, tidak terdapat sekret, mukosa hidung lembab. Bentuk dada simetris, tidak
terdapat retraksi interkosta, nafas reguler, RR: 20x/menit, pengembangan toraks
simetris kanan dan kiri.. perkusi resonsn di seluruh area paru
4)
sistem kardiovaskuler
tekanan darah 120/80mmhg, nadi 80x/menit, tidak
terdapat pembesaran KGB, konjungtiva tidak pucat, bunyi jantung murni reguler,
tidak ada pembesaran jantung
5)
sistem pencernaan
bentuk bibir simetris, keadaan mulut bersih dan
tidak berbau, mukosa mulut berwarna merah muda, tidak ada stomatitis,
pergerakan lidah normal, tidak ada kesulitan menelan. Bentuk abdomen datar,
teraba lemmbut,. Bising usus 8x/menit, tidak terdapat pembesaran hati dan
limpa. Tidak terdapat nyeri tekan pada semua kuadran
6)
sistem genitourinaria
tidak ada pembengkakan dan peradangan. Tidak
terdapat nyeri tekan, kandung kemih kosong, CVA tidak nyeri.
7)
sistem endokrin
tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, tidak
terdapat tumor.
8)
sistem integumen
warna kulit sawo matang, kulit kepala dan rambut
bersih, badan bersih, tidak terdapat lesi atau gatal, turgor kulit baik, shu 37
C]
9)
sistem persarafan
Tingkat
Kesadaran
Keadaan umum :
Baik
Kualitas : CM, E4 M6 V5
1.
Tes fungsi serebral
Status Mental
Orientasi :
Orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu baik. Klien dapat mengenal anak, cucu, dimana ia
berada sekarang, dan dapat menyebutkan waktu saat dikaji yaitu pagi hari.
Memori :
Klien dapat menyebutkan tanggal lahir dengan benar, dapat
menyebutkan/mengulang nama benda yang diperlihatkan sebelumnya oleh perawat 5
menit yang lalu.
Konsentrasi
& perhitungan : Klien bisa berkonsentrasi dengan baik, klien
bisa menjumlahkan angka yang disebutkan perawat ( 5+5 = 10 + 5 = 15 + 5 = 20 +
5 = 25).
Daya
pikir dan bahasa : Klien dapat menyebutkan lima kota di Jawa
Barat
2.
Nervus cranial
N I
(Olfaktorius)
Fungsi
penghidu klien baik. Klien dapat membedakan wangi kopi dan minyak kayu putih.
N II (Optikus)
Klien tidak
bisa membaca papan nama perawat dalam jarak + 30 cm. Klien hanya dapat
menghitung jari dalam jarak 1 ½ meter untuk mata kanan, dan 1 meter mata kiri,
Lapang pandang OS normal sedangkan OD menyempit.
N III, IV,
VI :
Klien mampu
menggerakan bola mata kearah lateral, atas dan bawah. Respon pupil baik pada
mata kanan, Pupil OS isokor diameter 3, Pupil OD belum berdilatasi, dan
pergerakan bola mata OS keatas, kebawah, tengah (arah hidung) dan kearah
lateral baik, sedangkan pergerakan bola mata OD tidak terkaji karena klien
mengeluh pusing.
Nervus V
(Trigeminus)
Sensorik klien
baik, dapat merasakan usapan kapas, pada kelopak mata, dahi, dan maxilla.
Motorik : klien dapat mengunyah dengan baik
Nervus VII
(facialis)
Sensosik :
Klien dapat membedakan rasa manis dan asin pada 2/3 anterior lidah. Motorik :
Wajah simetris kiri dan kanan.
Nervus VIII
(Akustikus)
Pendengaran
dan keseimbangan klien ketika berjalan masih baik.
Nervus IX
(Glosofaringeus) & X (Vagus)
Uvula terletak
ditengah. Dan terangkat saat klien mengatakan “ah”. Reflek menelan baik.
Nervus XI
(Assesoris)
Klien dapat
mengangkat bahu kanan dan kiri dengan baik dan simetris
Nervus XII
(Hipoglosusu)
Pergerakan
lidah kearah lateral, depan dan belakang baik.
Tes Sensorik
Klien dapat
merasakan dan membedakan halus, kasar, tajam, dan tumpul
10) sistem
muskuloskeletal
ekstremitas atas dan bawah simetris, tidak terdapat
oedema, turgor kulit baik, ROM bebas, reflek trisep ++/++, reflek bisep ++/++,
babinski -/-. Sensasi tajam dan halus dapat dirasakn klien pada ekstremitas
atas dan bawah. Kekuatan otot 5 5
5 5
d.
Pola aktivitas sehari-hari
|
No
|
Jenis aktivitas
|
Di rumah
|
Di rumah sakit
|
|
1.
|
Nutrisi
Makan
Minum
|
2x sehari, porsi habis,
terdiri dari nasi, sayuaran dan lauk pauk
7-8 gelas sehari, air
putih
|
2x sehari, porsi habis,
terdiri dari nasi, sayuran, dan lauk pauk
1500 ml(1 botol besar air
meneral)
|
|
2
|
Eliminasi
|
BAB :1x sehari, lembek
BAK : 3-4x/hari
|
Belum pernah
3-4x/hari
|
|
3
|
Personal hygiene
a.
mandi
b.
keramas
c.
gosok gigi
|
2x/hari, diguyur
3x/minggu
2x/ hari
|
1x/hari, di lap
belum pernah
2x/ hari
|
|
4
|
Istirahat-tidur
|
5-6 jam(21.00-02.00)
nyenyak
|
6-7 jam(21.00-04.00)
nyenyak
|
|
5
|
Aktivitas
|
Klien melakukan aktivitas
secara mandiri
|
Aktivitas klien dibantu
oleh keluarga
|
e.
Data Psikologis
1) Status
emosi
Klien tampak tenang, emosi stabil, afek yang ditunjukkan sesuai
dengan suasana hati yang dirasakan
2) konsep
diri
a.
gambaran diri
klien mengatakan sangat
menghargai matanya, karena dengan mata yang sehat, dirinya bisa beraktivitas
dan beribadah
b.
harga diri
klien mengatakan malu
pada keluarganya karena semua aktivitasnya harus dibantu oleh keluarga.
c.
identitas diri
klien adalah seorang
wanita,
d.
ideal diri
klien mengatakan ingin
cepat sembuh dan kembali kerumah serta melakukan aktivitas seperti biasa
e.
peran
klien adalah seorang
istri, seorang ibu, serta seorang nenek
3) data
sosial
hubungan klien dengan keluarga baik, dan klien sangat
kooperatif dengan petugas kesehatan.
4) data
spiritual
klien beragama islam, walau dalam keadaan sakit, klien tetap
menjalankan solat 5 waktu dan klien selalu berdoa untuk kesembuhannya
5) data
penunjang
a.
pemeriksaan laboratorium
2 desember 2004
Hb: 10,0 gr/dl
Leukosit :8200/mm3
b.
Therapy
TMO 5% dilanjutkan
Diamox 3x1
Xitrol 6xOD
MMC I
2. Analisa
Data
|
no
|
Data senjang
|
Kemungkinan penyebab dan dampak
|
Masalah
|
||||||||||||
|
1
|
DS:
·
Klien mengatakan pusing
DO:
·
TIO : 37,8
·
Klien post op trabekulektomy
|
Tersumbatnya saluran schlemm
Aliran air mata terganggu
Penggaunagn dan atropi syaraf optik+defek lapang pandang
|
Gangguan rasa nyaman :
pusing
|
||||||||||||
|
2
|
DS:
·
Klien mengatakan pusing
DO:
·
Pupil OD belum berdilatasi
·
Iris OD buram
·
Lensa OD keruh.
·
Kornea OD kemerahan.
·
TIO :
OD =
37,8
OS =
15,8
|
Glaukoma
Sumbatan pada filter
Kornea berkabut
Penglihatan berkurang
|
Perubahan persepsi sensori
: visual
|
||||||||||||
|
3
|
DS:
·
Klien mengatakan tidak bisa beraktivitas
seperti biasa
DO:
·
aktivitas klien dibantu oleh keluarga
·
Visus : OD: 1/300, OS: 3/60
·
TIO : 37,8
|
Tersumbatnya saluran schlemm
Aliran humors aqueous terganggu
Penggaunagn dan atropi syaraf optik+defek lapang pandang
Penurunan lapang pandang
Resiko cidera
|
Resiko terjadi injuri
|
||||||||||||
|
4
|
DS:
·
Klien mengatakan malu tidak bisa beraktivitas
seperti biasa
DO:
·
Visus : OD : 1/300, OS: 3/60
·
TIO : 37,8
·
aktivitas klien dibantu oleh keluarga
|
Galukoma
Penurunan lapang pandang
Aktivitas terbatas
Klien tidak bisa beraktivitas seperti biasa
Cemas
|
Gangguan konsep diri :
harga diri rendah
|
||||||||||||
|
5.
|
DS : -
DO :
- Tampak luka operasi pada
mata sebelah kanan
|
Tindakan invasive
Inkontinuitas
jaringan
Port d’entry bagi
kuman dan mikroorganisme
Resiko infeksi
|
Resiko terjadi infeksi
|
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
|
No
|
Diagnosa keperawatan
|
Ditemukan
|
Dipecahkan
|
||
|
Tanggal
|
Paraf
|
Tanggal
|
Paraf
|
||
|
1
|
Gangguan rasa nyaman :
pusing b.d penigkatan TIO
|
3-12-04
|
Kel. 4
|
|
|
|
2
|
Perubahan sensori persepsi
: visual b.d. destruksi jaringan saraf oleh peningkatan TIO
|
3-12-04
|
Kel. 4
|
|
|
|
3
|
Resiko injuri b.d. penurunan ketajaman penglihatan
|
3-12-04
|
Kel. 4
|
|
|
|
4
|
Gangguan konsep diri:
harga diri rendah b.d. keterbatasan fisik
|
3-12-04
|
Kel. 4
|
|
|
III.
PERENCANAAN
|
No.
|
Diagnosa keperawatan
|
Perencanaan
|
||
|
Tujuan
|
intervensi
|
rasional
|
||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
1
|
Gangguan rasa nyaman :
pusing b.d. peningkatan tekanan intraokuler
DS :
·
Klien mengatakan pusing
DO:
·
TIO : 37,8
Klien post op
trabekulektomy
|
Tupan :
Rasa nyaman klien
terpenuhi
Tupen :
Setelah dilakukan tindakan
perawatan selama 2 hari tekanan intraokuler berkurang dan dalam batas normal,
dengan kriteria :
1. Klien
tidak mengeluh pusing
2. TIO
dalam batas normal yaitu 20-22 mmHg
|
1.
Beri pasien posisi bersandar, kepala tinggi atau
miring ke arah sisi yang nyeri.
2.
Batasi aktivitas klien seperti menggerakkan kepala
tiba-tiba, menggaruk mata, membungkuk.
|
1.
Menurunkan tekanan pada mata yang sakit.
2.
Menurunkan stres pada mata
|
|
2
|
Perubahan sensori persepsi :
penglihatan b.d penurunan ketajaman penglihatan yang ditandai dengan :
DS:
·
Klien mengatakan pusing
DO:
·
Pupil OD belum berdilatasi
·
Iris OD buram
·
Lensa OD keruh
·
Kornea OD kemerahan.
·
TIO
:
OD =
37,8
OS =
15,8
|
Tupan :
Perubahan sensori penglihatan
dapat diminimalisir
Tupen :
Setelah
dilakukan tindakan perawatan selama
2 hari, visus
dapat bertambah dengan kriteria :
1.
Penglihatan tidak bertambah buruk
2.
TIO dapat menurun.
3.
Klien dapat berorientasi dengan ruangan, orang,
tempat dan waktu
|
1.
Observasi TTV
2.
Kaji lapang pandang klien
3.
Observasi Visus
dan TIO
4.
Berikan therapy sesuai dengan program
5.
Orientasikan klien dengan orang, tempat, dan waktu
|
1.
Untuk mengetahui keadaan umum klien.
2.
Deteksi dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.
3.
Mencegah komplikasi lebih lanjut dan dapat mengetahui
perkembangan kemajuan kemampuan penglihtan klien.
4.
Pemberian therapy yang tepat dapat mempercepat proses
penyembuhan klien.
5.
Dapat membantu klien mengenali keadaan disekitarnya
sehingga dapat mencegah terjadinya resiko yang tidak diharapkan
|
|
3
|
Resiko tinggi terjadinya
injuri b.d penurunan ketajaman penglihatan
DS :
·
Klien mengatakan tidak bisa beraktivitas
seperti biasa
DO:
·
aktivitas klien dibantu oleh keluarga
·
Visus : OD: 1/300, OS: 3/60
TIO : 37,8
|
Tupan :
Injuri tidak terjadi
Tupen :
Selama adanya factor resiko, injuri tidak terjadi
dengan criteria :
1.
Ibu dapat mengenal lingkungan, orang, dan waktu
2.
Ibu dapat melakukan aktifitas ringan di tempat tidur
3.
Keluarga dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat
menyebabkan injuri pada ibu
4.
Keluarga dapat mengetahui cara mencegah injury pada
ibu
|
1. Observasi Visus dan TIO
2.
Berikan penyuluhan kesehatan
tentang hal-hal yang dapat factor-faktor yang dapat menyebabkan dan mencegah
terjadinya injury pada klien dengan penurunan ketajaman penglihatan.
3. Lakukan
aktivitas secara bertahap di tempat tidur.
4. Pertahankan
lantai dalam keadaan kering dan tidak licin.
5. Pertahankan pintu dalam satu posisi (tidak
sering ditutup – buka)
|
1.
Untuk mengetahui perkembangan kesehatan mata klien.
2.
Menambah pengetahuan klien mengenai hal – hal yang
dapat membuat injuri.
3.
Melatih klien secara bertahap untuk beraktivitas.
4.
Mencegah pasien agar tidak terjatuh.
5.
Agar ibu tidak
bingung dan mencegah terjadinya injury
|
|
4
|
Gangguan konsep diri :
harga diri rendah b.d keterbatasan aktivitas
DS:
·
Klien mengatakan malu tidak bisa beraktivitas
seperti biasa
DO:
·
Visus : OD : 1/300, OS: 3/60
·
TIO : 37,8
aktivitas klien dibantu
oleh keluarga
|
Tupan :
Tidak terjadi gangguan konsep
diri pada klien
Tupen :
Dalam 2 hari perawatan, klien
dapat beraktivitas dengan kriteria:
1.
Kien tidak mengeluh malu
2.
Kien beraktivitas sesuai dengan anjuran
3.
Kluarga membantu kllien dalam melakukan aktivitasnya
hanya jika diperlukan
|
1.
Diskusikan dengan klien mengenai perasaannya
2.
Beritahukan pada klien bahwa dirinya bisa
beraktivitas seperti biasa.
3.
Berikan motivasi pada kliien untuk melaukan
aktivitasnya
4.
Beritahukan pula pada klien dan keluarga mengenai
aktivitas yang tidak boleh dilakukan oleh klien
|
1.
Mengetahui perasaan klien
2.
Menambah motivasi pada klien
3.
Menambah semangat
4.
Menambah pengetahuan klien dan keluarga
|
|
5.
|
Resiko terjadinya infeksi b.d terputusnya
kontinuitas jaringan lensa
DS : -
DO : Tampak luka dan
jahitan pada lensa
|
Tupan :
Infeksi tidak terjadi
Tupen :
Tidak terdapat tanda-tanda
infeksi dalam waktu 2 x 24 jam perawatan dengan criteria:
1.
Tidak terdapat tanda-tanda kalor, rubor, dolor, dan
fungsiolesa
2.
Leukosit dalam batas normal
|
1.
Diskusikan
pentingnya mencuci tangan sebelum menyentuh / mengobati mata
2.
Gunakan teknik
yang tepat untuk membersihkan mata
3.
Tekankan
pentingnya tidak menggaruk / menyentuh mata yang dioperasi
4.
Observasi / diskusikan tanda terjadinya infeksi
seperti kemerahan, kelopak bengkak, drainase purulen
5.
Kolaborasi
untuk pemberian therapy antibiotik sesuai program
|
1. Menurunkan
jumlah bakteri pada tangan, mencegah kontaminasi area operasi
2. Teknik
aseptic menurunkan resiko penyebaran bakteri dan kontaminasi silang
3. Mencegah
kontaminasi dan kerusakan sisi operasi
4. Infeksi
mata terjadi 2-3 hari setelah prosedur dan memerlukan upaya intervensi
5. Menurunkan
resiko terjadinya infeksi
|
- Pelaksanaan dan Evaluasi
|
Tanggal
|
Tindakan
Keperawatan
|
Dx
Keperawatan
|
Paraf
|
|
|
3 Desember 2004
|
07.00
07.10
07.35
07.50
08.00
08.30
09.30
10.00
10.30
12.00
13.00
|
Mengobservasi tanda-tanda
vital
Hasil
:
·
T : 120
/ 80 mmHg
·
N
: 80x / mnt
·
R
: 20 x / mnt
·
S
: 37 oC
Mengobservasi visus dan TIO klien
Hasil :
·
Visus OD : 1/300,OS 3/60
·
TIO OD
: 37,8, OS : 15,8
Berkolaborasi untuk Memberikan therapy :
Diamox 1 tablet
Xitrol 1 tts
Hasil : Obat telah diberikan peroral dan tetes
Membantu klien duduk
bersandar
Hasil
: klien mengatakan nyaman
Membantu klien makan
Hasil : klien makan di
tempat tidur sendiri
Memberikan penyuluhan
kesehatan tentang factor-faktor yang
dapat menyebabkan injuri, upaya pencegahan, dan persiapan perawatan pasien di
rumah
Hasil :
Pasien dan keluarga mengerti tentang penjelasan perawat
Memberikan penjelasan pada
klien mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh klien
Hasil : klien mengatakan
mengerti
Mendiskusikan dengan klien
pentingnya mencuci tangan sebelum menyentuh mata
Hasil :
Klien mengerti
Menganjurkan klien untuk
beristirahat
Hasil : klien tidur
Memberikan klien makan
Hasil : klien makan habis
1 porsi
Memberikan xitrol 1 tts
Hasil ; xitrol masuk
|
2
1dan 5
1
|
|
4. Catatan Perkembangan
|
Tanggal
|
Dx
Keperawatan
|
Catatan
Perkembangan
|
Nama
/ TT
|
|
10 September 2004
|
1
2
3
4
5.
|
S :
klien mengatakan pusing berkurang
O :
TIO : OD : 43,4; OS :
20,5
A : Masalah belum teratasi
P :
Lanjutkan
intervensi :
·
Berikan Xitrol 1 tts
·
Batasi aktivitas klien yang dapat meningkatkan
TIO
·
Berikan posisi yang nyaman
I :
·
memberikan xitrol 1 tts
·
memberikan posisi nyaman untuk klien yaitu :
posisi bersandar
E :
·
mengatakan merasa nyaman setelah diberi obat
tetes dan dengan posisi berrsandar
S : Klien
mengeluh penglihatannya tidak jelas
O :
VOD : 1/300
VOS : 3/60
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi :
·
Kaji lapang pandang klien
·
Observasi Visus dan
TIO
·
Berikan therapy sesuai dengan program
I :
·
Mengobsvasi Visus dan
·
Memberikan obat : Diamox
E :
·
Visus klien masih tetap
·
Diamox masuk 1 tetes
S :
·
klien mengatakan masih tidak bisa beraktivitas
seperti biasa
·
Klien mengatakan masih pusing
O : klien masih terbaring di tempat tidur.
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
·
Observasi visus dan TIO
·
Lakukan aktivitas secara bertahap di tempat
tidur.
·
Pertahankan lantai tetap bersih dan licin.
·
Pertahankan pintu dalam satu posisi.
I :
·
Mengobservasi visus dan TIO.
·
Membantu melakukan aktivitas secara bertahap
di tempat tidur.
E :
·
Visus OD : 1/300,OS 3/60
·
Klien dapat makan sendiri di tempat tidur dan
klien dapat membenarkan posisi tidurnya tanpa bantuan perawat.
S : klien
mengatakan malu pada k keluarga
O : aktivitas klien masih dibantu oleh keluarga
A : masalah belum
teratasi
P : lanjutkan
intervensi
·
berikan motivasi pada kliien untuk melaukan
aktivitasnya
I : memeberikan
motivasi pada klien
E : aktivitas klien masih dibantu oleh keluarga
S:-
O : tidak terdapat tanda-tanda infeksi
A : Masalah teratasi
|
|
No comments:
Post a Comment