Juniartha Semara Putra
PROTEIN
NUTRISI ORGANIK
Nutrisi organik adalah ikatan kimia yang yang
diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu energi, membangun dan
memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan (Soenarjo, 2000). Menurut Soenarjo (2000),
Nutrisi organik merupakan kebutuhan utama pasien kritis dan nutrisi enteral
lebih baik dari parenteral karena lebih mudah, murah, aman, fisiologis dan
penggunaan nutrien oleh tubuh lebih efisien.
Nutrisi organik adalah proses dimana tubuh manusia
menggunakan makanan untuk membentuk energi, mempertahankan kesehatan,
pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi normal setiap organ dan jaringan
tubuh (Rock CL, 2004). Nutrisi
organik adalah suatu proses organism menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses degesti, absorbsi, transportasi,
penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk
mempertahankan kehidupan (Supariasa, 2001). Nutrisi organik merupakan
salah satu kebutuhan vital bagi semua makhluk hidup.
Pengertian nutrisi menurut beberapa
ahli adalah sebagai berikut:
- Nutrisi organik adalah proses
pengambilan zat-zat makanan penting (Nuwer, 2008).
- Nutrisi organik adalah
substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari
sistem tubuh, pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan (Wikipedia,
2008).
KARBOHIDRAT
A. Pengertian
Karbohidrat
Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani σάκχαρον, sákcharon, berarti
"gula") adalah segolongan besarsenyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat
memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar(misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada
hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada
tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).
Secara biokimia, karbohidrat adalah
polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan
senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton)
dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah
karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n,
yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air. Namun demikian, terdapat pula
karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur.
Karbohidrat
adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon, hydrogen dan
oksigen, terdapat dalam tumbuhan seperti beras, jagung, gandum, umbi-umbian,
dan terbentuk melalui proses asimilasi dalam tumbuhan (Pekik, 2007).
Karbohidrat merupakan makanan sumber energi yang memiliki
peranan penting bagi manusia, jika dilihat dari omu kimia, karbohidrat
merupakan senyawa-senyawa keton atau aldehida yang mempunyai gugus hidroksil.
Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida
atau keton dengan rumus empirik (CH2)n.
B.
Struktur
Karbohidrat
Pada karbohidrat atau sakarida
mempunyai gugus hidroksil (-OH), gugus aldehida atau disebut juga gugus keton.
Dilihat dari gugus-gugus fungsi yang ada tersebut maka karbohidrat dapat
didefinisikan sebagai senyawa polihidroksialdehida atau polihidroksiketon, atau
senyawa yang dihidrolisis dari keduanya.
Menurut Sir Walter Norman Haworth
(1883-1950), seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris, dia mempunyai pendapat
jika molekul glukosa kelima atom karbon yang pertama dengan atom oksigen dapat
membentuk cincin segi enam. Maka dari itu diusulkan penulisan rumus
struktur karbohidrat sebagai bentuk cincin piran atau furan.
Didasari pendapat di atas maka
struktur dan konfigurasi karbohidrat dapat dituliskan berdasarkan
bentuk cincin sikliknya, yaitu golongan furanosa bila karbohidrat
tersebut mempunyai cincin beranggota 5, dan golongan piranosa, bila
karbohidrat mempunyai cincin beranggota 6.
Karbohidrat
adalah polihidroksi aldehida atau keton dengan rumus empirik (CH2)n.
Kabohidrat digolongkan sebagai monosakarida atau gula ( satu unit aldehida atau
keton ); oligosakarida ( beberapa unit monosakarida ); dan polisakarida,
molekul besar linear atau bercabang yang mengandung banyak unit
monosakarida. Monosakarida atau gula sederhana memiliki satu unit aldehida atau
keton. Golongan ini juga mempunyai sedikitnya satu atom karbon asimetrik
dan karenanya terdapat dalam bentuk stereoisomer. Gula yang paling banyak
terdapat alam, seperti ribosa, glukosa, fruktosa, dan manosa, adalah rangkaian
gulaD. Gula sederhana dengan 5 atau lebih atom karbon dapat berada
dalam bentuk cicin-tertutup hemiasetal, sebagai furanosa (cicin beranggota-
lima ) atau p iranosa ( cicin beranggota- enam ). Furanosa dan piranosa
terdapat dalam bentuk anomer α dan β, yang dapat saling bertukar dalam proses
mutarotasi. Gula yang dapat saling bertukar dalam proses mutarotasi. Gula yang
dapat mereduksi senyawa oksidator disebut gula pereduksi.
Disakarida
terdiri dari dua monosakarida yang digabungkan oleh suatu ikatan kovalen.
Maltosa mengandung dua residu D-glukosa dalam ikatan α( 1 → 4 ) glikosida. Laktosa mengandung D-galaktosa dan D-glukosa. Sukrosa, suatu gula
nonpereduksi, αααmengandung unit D-glukosa dan D-fruktosa yang digabungkan oleh atom karbon anomernya.
Polisakarida
( glikan ) mengandung banyak unit monosakarida yang berikatan glikosida.
Beberapa berfungsi sebagai bentuk penyimpan karbohidrat. Polisakarida penyimpan
yang paling penting adalah pati dan glikogen, polimer glukosa bercabang dengan
berat molekul tinggi berikatan α( 1 → 4 ) pada rantai utamanya dan ikatan α( 1
→ 6 ) pada titik cabangnya. Ikatan α( 1 → 4 ) dapat dihidrolisa oleh α-amilase
dan ikatan α( 1 → 6 ) dihidrolisa oleh α( 1 → 6 ) glukosidase, polisakarida
lain memegang peranan struktural pada dinding sel. Selulosa, polisakarida pada
tunuh tumbuhan mempunyai unit D- glukosa yang berikatan β( 1 → 4 ). Selulosa tidak dapat dipecahkan oleh α atau β-amilase dan tidak dapat dicernakan oleh
vertebrata kecuali oleh hewan ruminan yang mengandung bakteri penghasil
selulosa yang dapat memecahkan selulosa menjadi D-glukosa.
Karbohidrat
didefenisikan secara tepat sebagai senyawa dengan rumus molekul Cn(H2O)n .
Namun kata karbohidrat umumnya digunakan dalam pengertian lebih terbatas untuk
menunjukan zat yang terdiri atas polihidroksin aldehida dan keton serta
turunannya. Gula yang juga dikenal sebagai sakarida. Umumnya diperlakukan
sebagai karbohidrat khas. Monosakarida adalah karbohidrat yang biasanya
memiliki 3-9 atom karbon. Sambungan dua monosakarida atau lebih melalui
jembatan oksigen menjadikan oligosakarida (biasa 2-10 satuan monosakarida ) dan
polisakarida. Berikut ini macam-macam kabohidrat yang terdapat dalam tubuh:
Monosakarida
dapat berupa aldosa atau katosa. Golongan aldosa mempunyai satu gugus aldehid
(-CHO) dan beberapa gugus hidroksil (-OH), sedangkan glukosa ketosa mempunyai
satu gugus keton (-CO-) dan beberapa gugus hidroksil. Monosakarida juga
digolongkan berdasarkan jumlah atom karbon dalam molekulnya. Monoksakarida
paling kecil mengandung 3 atom karbon, disebut trioksa; yang mempunyai 4 atom
karbon disebut tetrosa, dan seterusnya. Monosakarida terpenting adalah golongan
heksosa dan pentosa.
Setiap
monosakarida mempunyai dua bentuk konfigurasi yang ditandai dengan D
(baca;de)dan L (baca;el). Penetapan huruf D dan L didasarkan pada arah gugus OH
pada atom C asimetris nomor terbesar.
Semua
monosakarida adalah zat padat yang mudah larut dalam air. Larutannya
bersifat optis aktif. Larutan monosakarida yang baru dibuat mengalami perubahan
sudut putaran hingga akhirnya dicapai sudut putaran yang tetap. Perubahan sudut
putaran ini disebut mutarotasi.Semua monosakarida, baik aldosa
maupun ketosa, dalah gula pereduksi. Larutan monosakarida bereaksi positif
dengan pereaksi Fehling atau pereaksi Benedict maupun dengan pereaksi Toll.
Hanya
monosakarida yang mempunyai arti biologis penting yaitu D-glukosa, D-fruktosa,
D-ribosa, dan 2-deoksi-D-ribosa. D-glukosa terdapat dalam darah, merupakan
sumber energi utama pada kegiatan sel. Larutan D-glukosa dalam air
merupakan
pemutar kanan, oleh karena itu D-glukosa disebut juga dekstrosa. D-fruktosa
terdapat dalam buah-buahan. Larutan D-fruktosa adalah pemutar kiri sehingga
D-fruktosa disebut levulosa. D-Ribosa dan 2-deoksi-D-ribosa terdapat dalam asam
nukleat, yaitu dalam RNA dan DNA.
Disakarida
terbentuk dari kondensasi dua molekul monosakarida. Ikatan yang mengkaitkannya
disebut ikatan glukosida. Disakarida terpenting adalah sukrosa, maltosa, dan
laktosa. Ketiganya mempunyai rumus molekul C12H22O11.
Sukrosa
adalah gula tebu, gula yang kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Larutan
sukrosa memutar bidang polarisasi kekanan (putaran jenis =+66,53). Sukrosa
tidak mereduksi pereaksi fehling, Benedict, dan pereaksi Tolles.
Hidrolisis
sukrosa menghasilkan glukosa dan fruktosa. Pada hidrolisis sukrosa terjadi
pembalikan sudut putaran (invensi) dari yang pemutar kanan menjadi pemutar
kiri, karena daya pemutar kiri fruktosa lebih kuat daya putaran kanan glukosa
(putaran jenis fruktosa = -92.4 , sedangkan glukosa=+52,7),hidrolisis sukrosa
dapat terjadi karena pengaruh asam atau anzim invertasa.
Hidrolisis
maltosa menghasilkan 2 molekul glukosa, sedangkan laktosa menghasilkan glukosa
dan galaktosa. Hidrolisis maltosa dikatalisis oleh enzim maltase, sedangkan
hidrolisis laktosa oleh oleh enzim laktase. Maltosa tidak terdapat bebas
dialam, tetapi tidak dibuat dari hidrolisis amilum dengan pengaruh enzim
diastase. Laktosa terdapat dalam susu sehingga disebut juga gula susu. Maltosa
dan laktosa adalah gula pereduksi, pereaksi positif dengan pereaksi Fehling,
Benedict dan Tolles.
Polisakarida
terdiri atas banyak molekul monosakarida . Polisakarida terpenting, yaitu
amilum, glikogen, dan selulosa, adalah polimerisasi kondensi, amilum, glikogen,
dan selulosa dapat dinyatakan dengan rumus molekul (C6H10O5)n, dengan n dapat
mencapai ratusan sampai ribuan.
Amilum
terbentuk pada proses fotosintesis pada bagian yang hijau dari tumbuhan bantuan
energi matahari. Hidrolisis amilum dengan enzim diastase atau amilase
menghasilkan maltosa. Amilum membentuk koloid dalam air jika dipanaskan.
Suspensi amilum memberi warna biru dengan iodin. Glikogen terbentuk dalam tubuh
hewan dan manusia yang disimpan dalam hati dan jaringan otot sebagai cadangan
makanan. Pembentuk glikogen dari glukosa diatur oleh insulin. Glikogen juga
membentuk koloid dalam air, dan dengan iodin memberi warna merah cokelat.
C.
Pembagian
Karbohidrat
Adapun pembagian dari karbohidrat yaitu:
v Monosakarida (gula sederhana)
Monosakarida
adalah karbohidrat paling sederhana yang merupakan molekul
terkecil karbohidrat. Dalam tubuh monosakarida langsung diserap oleh
dinding-dinding usus halus dan masuk ke dalam peredaran darah. Monosakarida
dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni:
Ø Glukosa: disebut juga dekstrosa yang
terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Semua jenis karbohidrat akhirnya
akan diubah menjadi glukosa.
Ø Fruktosa: disebut juga levulosa, zat ini
bersama-sama glukosa terdapat dalam buah-buahan dan sayuran, terutama dalam
madu, yang menyebabkan rasa manis.
Ø Glaktosa: berasal dari pemecahan disakarida.
v Disakarida (gula ganda)
Glisakarida
adalah gabungan dari dua macam monosakarida. Dalam proses
metabolisme, disakarida akan dipecah menjadi dua molekul monosakarida oleh
enzim dalam tubuh. Disakarida dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni:
Ø Sukrosa: terdapat dalam gula tebu, gula
aren. Dalam proses pencernaan, sukrosa akan dipecah menjadi glukosa dan
fruktosa.
Ø Maltosa: hasil pecahan zat tepung (pati),
yang selanjutnya dipecah menjadi dua molekul glukosa.
Ø Laktosa
(gula susu): banyak
terdapat pada susu, dalam tubuh laktosa agak sulit dicerna jika dibanding
dengan sukrosa dan maltosa. Dalam proses pencernaan laktosa akan dipecah
menjadi 1 molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa.
v Polisakarida (karbohidrat
kompleks)
Polisakarida merupkan
gabungan beberapa molekul monosakarida. Disebut oligosakarida jika tersusun atas
3-6 molekul monosakarida dan disebut polisakarida jika tersusun atas lebih dari
6 molekul monosakarida (Pekik, 2007). Polisakarida dikelompokkan menjadi tiga
golongan, yakni:
Ø Pati: merupakan sumber kalori yang
sangat penting karena sebagian besar karbohidrat dalam makanan terdapat dalam
bentuk pati.
Ø Glikogen: disebut juga pati binatang, adalah
jenis karbohidrat semacam gula yang disimpan di hati dan otot dalam bentuk
cadangan karbohidrat.
Ø Serat
D.
Fungsi
Karbohidrat
Fungsi utama dari karbohidrat adalah
menyediakan keperluan energi tubuh, selain itu karbohidrat juga mempunyai
fungsi lain, yaitu karbohidrat diperlukan bagi kelangsungan proses metabolisme
lemak. Juga karbohidrat mengadakan suatu aksi penghematan terhadap protein.
a.
Karbohidrat
Sebagai Sumber Energi Utama
Sel-sel tubuh membutuhkan
ketersediaan energi siap pakai yang konstan (selalu ada), terutama dalam bentuk
glukosa serta hasil antaranya. Lemak juga merupakan sumber energi, tetapi
cadangan lemaknya tidak dapat segera dipergunakan sebagai sumber energi siap
pakai. 1 gram karbohidrat menyediakan 4 kalori, dan diketahui hanya 10 gram
glukosa beredar dalam darah atau 70-100 miligram glukosa per 100 ml darah.
Kadar glukosa ini harus dapat dipertahankan.
b.
Pengatur
Metabolisme Lemak
Karbohidrat mencegah terjadinya
oksidasi lemak yang tidak sempurna. Bila energi tidak cukup tersedia maka akan
mengakibatkan terjadinya peningkatan katabolisme lemak, akibatnya terjadi
penumpukan/akumulasi badan-badan keton, dan terjadi keasaman pada darah
(Asidosis). Dalam hal ini karbohidrat berfungsi sebagai “fat – sparer”.
c.
Penghemat
Fungsi Protein (Protein Sparer)
Energi merupakan kebutuhan utama
bagi tubuh, sehingga bila karbohidrat yang berasal dari makanan tidak mencukupi
maka protein akan dirombak untuk menghasilkan panas dan sejumlah energi.
Padahal protein mempunyai fungsi yang lebih utama yaitu sebagai zat pembangun
dan memperbaiki jaringan. Agar dapat dipergunakan sesuai fungsinya maka
kebutuhan karbohidrat harus dipenuhi dalam susunan menu sehari-hari.
d.
Karbohidrat
Sebagai Sumber Energi Utama Bagi Otak dan Susunan Saraf
Otak dan susunan saraf hanya dapat
mempergunakan glukosa sebagai energi, sehingga ketersediaan glukosa yang
konstan harus tetap terjaga bagi kesehatan jaringan tubuh/organ tersebut.
Demikian juga kekurangan glukosa dan oksigen akan menyebabkan kerusakan
otak/kelainan syaraf yang tidak dapat diperbaiki.
e.
Simpanan
Karbohidrat Sebagai Glikogen
Tidak seperti halnya dengan simpanan
lemak dalam jaringan adipose, glikogen menyediakan energi siap pakai. Lebih kurang
355 gram glikogen disimpan dalam hati dan otot, sehingga dalam tubuh orang
dewasa, terdapat 365gram karbohidrat (355 gram dalam bentuk glikogen dan 10
gram dalam bentuk glukosa) jumlah ini sanggup menyediakan energi untuk
melakukan aktivitas sedang selama 3 jam. Berarti ketersediaan energi dari menu
sehari-hari amatlah diperlukan.
f.
Pengatur
Peristaltic Usus dan Pemberi Muatan Pada Sisa Makanan
Sellulosa (serat) merupakan polisakharida yang tidak dapat dicerna, tetapi mempunyai fungsi yang penting bagi kesehatan yang mengatur peristaltic usus (memungkinkan terjadinya gerakan usus yang teratur), karena serat memberi muatan/pemberat pada sisa-sisa makanan pada bagian usus besar.
Hemisellulosa, agar-agar serta pectin juga memberi fungsi serupa yaitu memberi dan menyerap sejumlah air dalam kolon (bagian usus besar).
Sellulosa (serat) merupakan polisakharida yang tidak dapat dicerna, tetapi mempunyai fungsi yang penting bagi kesehatan yang mengatur peristaltic usus (memungkinkan terjadinya gerakan usus yang teratur), karena serat memberi muatan/pemberat pada sisa-sisa makanan pada bagian usus besar.
Hemisellulosa, agar-agar serta pectin juga memberi fungsi serupa yaitu memberi dan menyerap sejumlah air dalam kolon (bagian usus besar).
LEMAK
A. Pengertian
Lemak
Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur
karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K) monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid,terpenoid (termasuk
di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.
Lemak secara
khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari wujudnya
yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.
Minyak
atau lemak merupkan komponen bahan makanan yang penting. Istilah minyak atau
lemak sebenarnya tergantung apakah pada suhu kamar bahan tersebut dalam
keadaan cair atau padat. Bila pada suhu kamar dalam keadaan cair, maka
disebut minyak, sebaliknya bila dalam keadaan padatdisebut lemak. Lipid atau
lipida lebih merupakan istilah ilmiah, yang mencakup baik minyak maupunlemak.
Dalam pustaka asing, lipida yang kita
makan umumnya disebut ditery fat, yang dapat kitaterjemahkan lemak pangan.
Lemak
secara kimiawi tersusun oleh sekelompk senyawa yang berbeda. Dalam bahan
makanan lemak dapat terdiri dari dua bentuk, yaitu yang tampak
(visible) dan yang tidak tampak (invisible).
Lemak yang tampak misalnya mentega, margarin, minyak goreng dan sebagainya.
Lemak yang tidak tampak misalnya yang terdapat dalam berbagai bahan makanan
seperti daging, kacang tanah,
susu, telur, dansebagainya.
B. Struktur
Lemak
Lemak disini adalah suatu ester asam
lemak dengan gliserol. Gliserol merupakan trihidroksi alkohol yang terdiri atas
tiga atom karbon. Jadi tiap atom karbon mempunyai gugus – OH. Satu molekul
gliserol dapat mengikat satu, dua atau tiga molekul asam lemak dalam bentuk
ester, yang disebut monogliserida, digliserida atau trigliserida. Pada lemak,
satu molekul gliserol mengikat tiga molekul asam lemak, oleh karena itu lemak
adalah trigliserida. R1-COOH, R2-COOH dan R3-COOH ialah molekul asam lemak yang
terikat pada gliserol. Ketiga molekul asam lemak itu boleh sama, boleh berbeda.
Asam lemak yang terdapat dalam alam adalah asam palmitat, stearat, oleat dan
linoleat.
Lemak hewan pada umumnya berupa zat
padat pada suhu ruangan sedangkan lemak yang berasal dari tumbuhan berupa zat
cair. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi mengandung asam lemak jenuh,
sedangkan lemak cair atau yang biasa disebut minyak mengandung asam lemak tidak
jenuh. Sebagai contoh tristearin, yaitu ester gliserol dengan tiga molekul asam
stearat, mempunyai titik lebur 710C, sedangkan triolen, yaitu ester gliserol
dengan tiga molekul asam oleat, mempunyai titk lebur -170. lemak hewan dan
tumbuhan mempunyai susunan asam lemak yang berbeda-beda. Untuk menentukan
derajat ketidakjenuhan asam lemak yang terkandung di dalamnya di ukur dengan
bilangan iodium. Iodium dapat bereaksi dengan ikatan rangkap dalam asam lemak.
Tiap molekul iodium mengadakan reaksi adisi pada suatu ikatan rangkap. Oleh
karenanya makin banyak ikatan rangkap, makin banyak pula iodium yang dapat
bereaksi.
C. Pembagian
Lemak
Adapun pembagian dari lemak yaitu:
v Asam lemak jenuh
Asam lemak jenuh merupakan asam lemak
yang mengandung ikatan tunggal pada rantai hidrokarbonnya.
(http://ksupointer.com) Asam lemak jenuh mempunyai rantai zig-zig yang dapat
cocok satu sama lain, sehingga gaya tarik vanderwalls tinggi, sehingga biasanya
berwujud padat. Misalnya:
Ø
Asam
butirat, CH3(CH2)2CO2H
Ø
Asam
palmitat, CH3(CH2)14CO2H
Ø
Asam stearat, CH3(CH2)16CO2H
v Asam lemak tidak jenuh
Asam lemak tak jenuh merupakan asam
lemak yang mengandung satu ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya . asam
lemak dengan lebih dari satu ikatan dua tidak lazim,terutama terdapat pada
minyak nabati,minyak ini disebut poliunsaturat. Trigliserida tak jenuh ganda
(poliunsaturat) cenderung berbentuk minyak sedangkan trigliserida jenuh
cenderung berbentuk lemak. Misalnya:
Ø CH3(CH2)5CH=CH(CH2)7CO2H (asam
palmitoleat)
Ø CH3(CH2)7CH=CH(CH2) 7CO2H (asam oleat)
Ø CH3(CH2)4CH=CHCH2CH=CH(CH2)7CO2H (asam
linoleat)
Ø CH3CH2CH=CHCH2CH=CHCH2=CH(CH2) 7CO2H
(asam linolenat)
Selain itu, ada pula pembagian lemak yakni:
v Lemak sederhana
Yang termasuk lemak sederhana, yaitu
lemak dan minyak. Tersusun dari trigliserida (satu gliserol dan tiga asam
lemak).
v Lemak campuran
Yang termasuk lemak campuran, yaitu
fosfolipid, fosfatid, dan lipoprotein.
Ø Fosfolipid merupakan komponen
pembentuk struktur dinding sel, berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan
air yang berlebihan.
Ø Fosfatid, dibentuk oleh tubuh
sendiri dari asam lemak, gliserin, kolin, dan fosfat, berfungsi untuk mengatur
timbunan lemak di dalam tubuh. Banyak terdapat dalam kuning telur, otak, dan
urat saraf.
Ø Lipoprotein merupakan lemak yang
mengandung unsur N, berfungsi untuk mengangkut beberapa jenis zat makanan dari
saluran pencernaan ke seluruh sel atau jaringan tubuh yang membutuhkan.
v
Lemak
asli
Yang termasuk lemak asli antara lain
asam lemak, sterol, kolesterol, dan pelarut vitamin D
D. Fungsi
Lemak
Secara
umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia,
yaitu:
- Menjadi cadangan energi dalam
bentuk sel lemak. 1 gram
lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal.
- Lemak mempunyai fungsi selular
dan komponen struktural pada membran
sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi
menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke
dalam sel.
- Menopang fungsi senyawa
organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada
prostaglandin dan steroid hormon dan
kelenjar empedu.
- Menjadi suspensi bagi vitamin
A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis
- Berfungsi sebagai penahan
goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar
yang kurang bersahabat.
PROTEIN
A. Pengertian
Protein
Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang
berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks
berbobot molekul tinggi yang merupakanpolimer dari monomer-monomer asam amino yang
dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul
protein
mengandung karbon, hidrogen, oksigen,nitrogen dan
kadang kala sulfur serta fosfor. Protein
berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk
hidup dan virus.
Protein merupakan kelompok
biomakromolekul yang sangat heterogen. Ketika berada di luar makhluk hidup atau
sel, protein sangat tidak stabil.
B. Struktur
Protein
Struktur
protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat
satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat
empat):
v Struktur primer
protein merupakan urutan asam amino penyusun
protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida).Frederick Sanger merupakan
ilmuwan yang berjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada
protein, dengan penggunaan beberapa enzim protease yang
mengiris ikatan antara asam amino tertentu, menjadi fragmen peptida yang lebih
pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas kromatografik.
Urutan asam amino menentukan fungsi protein, pada tahun 1957, Vernon Ingram menemukan
bahwa translokasi asam amino akan mengubah fungsi protein, dan lebih lanjut
memicumutasi genetik.
v Struktur
sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian
asam amino pada protein yang distabilkan olehikatan hidrogen. Berbagai
bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
Ø alpha helix (α-helix,
"puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk
seperti spiral;
Ø beta-sheet (β-sheet,
"lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari
sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan
tiol (S-H);
Ø beta-turn, (β-turn,
"lekukan-beta"); dan
Ø gamma-turn, (γ-turn,
"lekukan-gamma").
v Struktur
tersier yang merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder.
Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi
secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk
oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk
struktur kuartener.
Struktur primer
protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan
asam kuat (misalnya, 6N hcl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan
dengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis sekuens dari
ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari digesti dengan
tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular denganspektrometri
massa.
Struktur
sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular
dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR).[6] Spektrum
CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan
lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari
komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD.
Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan
pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein
juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah.
Struktur
protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini
terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki
satu domain. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang
terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya
akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila
strukturdomain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis
masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan
struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur
kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak
fungsional.
C. Pembagian
Protein
a.
Berdasarkan
bentuknya, protein dikelompokkan sebagai berikut :
v Protein bentuk serabut (fibrous)
Protein
ini terdiri atas beberapa rantai peptida berbentu spiral yang terjalin. Satu
sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku. Karakteristik protein bentuk
serabut adalah rendahnya daya larut, mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi
untuk tahan terhadap enzim pencernaan. Kolagen merupakan protein utama jaringan
ikat. Elasti terdapat dalam urat, otot, arteri (pembuluh darah) dan jaringan
elastis lain. Keratini adalah protein rambut dan kuku. Miosin merupakan protein
utama serat otot.
v Protein Globuler
Berbentuk
bola terdapat dalam cairan jaringan tubuh. Protein ini larut dalam larutan
garam dan encer, mudah berubah dibawah pengaruh suhu, konsentrasi garam dan
mudah denaturasi. Albumin terdapat dalam telur, susu, plasma, dan hemoglobin.
Globulin terdapat dalam otot, serum, kuning telur, dan gizi tumbuh-tumbuhan.
Histon terdapat dalam jaringan-jaringan seperti timus dan pancreas. Protamin
dihubungkan dengan asam nukleat.
v Protein Konjugasi
Merupakan
protein sederhana yang terikat dengan baha-bahan non-asam amino. Nukleoprotein
terdaoat dalam inti sel dan merupakan bagian penting DNA dan RNA. Nukleoprotein
adalah kombinasi protein dengan karbohidrat dalam jumlah besar. Lipoprotein
terdapat dalam plasma-plasma yang terikat melalui ikatan ester dengan asam
fosfat sepertu kasein dalam susu. Metaloprotein adalah protein yang terikat
dengan mineral seperti feritin dan hemosiderin adalah protein dimana mineralnya
adalah zat besi, tembaga dan seng.
b. Menurut kelarutannya, protein dibagi
menjadi :
Ø Albumin : laut
dalam air terkoagulasi oleh panas. Contoh : albumin telur, albumin serum.
Ø Globulin
: tidak larut air, terkoagulasi oleh panas, larut dalam
larutan garam, mengendap dalam larutan garam, konsentrasi meningkat. Contoh :
Ixiosinogen dalam otot.
Ø Glutelin :
tidak larut dalam pelarut netral tapi tapi larut dalam asam
atau basa encer. Contoh : Histo dalam Hb.
Ø Plolamin/Gliadin:
larut dalam alcohol 70-80% dan tidak larut dalam air maupun alkohol absolut.
Contoh : prolaamin dalam gandum.
Ø Histon :
Larut dalam air dasn tak larut dalam ammonia encer. Contoh :
Hisron dalam Hb.
Ø Protamin :
protein paling sederhana dibanding protein-protein lain, larut
dalam air dan tak terkoagulasi oleh
panas. Contoh : salmin dalam ikatan salmon.
c.
Klasifikasi
protein pada biokimia didasarkan atas fungsi biologinya yaitu:
1.
Enzim
Merupakan
golongan protein yang terbesar dan paling penting. Kira-kira seribu macam enzim
telah diketahui, yang masing-masing berfungsi sebagai katalisator reaksi kimia
dalam jasad hidup. pada jasad hidup yang berbeda terdapat macam jenis enzim
yang berbeda pula. Molekul enzim biasanya berbentuk bulat (globular), sebagian
terdiri atas satu rantai polipeptida dan sebagian lain terdiri lebih dari satu
polipeptida.Contoh enzim: ribonuklease, suatu enzim yang mengkatalisa hidrolisa
RNA (asam poliribonukleat); sitokrom, berperan dalam proses pemindahan
electron; tripsin; katalisator pemutus ikatan peptida tertentu dalam
polipeptida.
2.
Protein
Pembangun
Protein
pembangun berfungsi sebagai unsure pembentuk struktur.Beberapa contoh misalnya:
protein pembukus virus, merupakan selubung pada kromosom; glikoprotein,
merupakan penunjang struktur dinding sel; struktur membrane, merupakan protein
komponen membrane sel; α-Keratin, terdapat dalam kulit, bulu ayam, dan kuku;
sklerotin, terdapat dalam rangka luar insekta; fibroin, terdapat dalam kokon
ulat sutra; kolagen, merupakan serabut dalam jaringan penyambung; elastin,
terdapat pada jaringan penyambung yang elastis (ikat sendi); mukroprotein,
terdapat dalam sekresi mukosa (lendir).
3.
Protein
Kontraktil
Protein
kontraktil merupakan golongan protein yang berperan dalam proses gerak. Sebagai
contoh misalnya; miosin, merupakan unsure filamen tak bergerak dalam myofibril;
dinei, terdapat dalam rambut getar dan flagel (bulu cambuk).
4.
Protein
Pengankut
Protein
pengangkut mempunyai kemampuan mengikat molekul tertentu dan melakukan
pengangkutan berbagai macam zat melalui aliran darah. Sebagai contoh misalnya:
hemoglobin, terdiri atas gugus senyawa heme yang mengandung besi terikat pada
protein globin, berfungsi sebagai alat pengangkut oksigen dalam darah
vertebrata; hemosianin, befungsi sebagai alat pengangkut oksigen dalam darah
beberapa macam invertebrate; mioglobin, sebagai alat pengangkut oksigen dalam
jaringan otot; serum albumin, sebagai alat pengangkut asam lemak dalam darah;
β-lipoprotein, sebagai alat pengangkut lipid dalam darah; seruloplasmin,
sebagai alat pengangkut ion tembaga dalam darah.
5.
Protein
Hormon
Seperti
enzim, hormone juga termasuk protein yang aktif. Sebagai contoh misalnya:
insulin, berfungsi mengatur metabolisme glukosa, hormone adrenokortikotrop,
berperan pengatur sintesis kortikosteroid; hormone pertumbuhan, berperan
menstimulasi pertumbuhan tulang.
6.
Protein
Bersifat Racun
Beberapa
protein yang bersifat racun terhadap hewan kelas tinggi yaitu misalnya: racun
dari Clostridium botulimum, menyebabkan keracunan bahan makanan; racun ular,
suatu protein enzim yang dapat menyebabkan terhidrolisisnya fosfogliserida yang
terdapat dalam membrane sel; risin, protein racun dari beras.
7.
Protein
Pelindung
Golongan
protein pelindung umumnya terdapat dalam darah vertebrata. Sebagai contoh
misalnya: antibody merupakan protein yang hanya dibentuk jika ada antigen dan
dengan antigen yang merupakan protein asing, dapat membentuk senyawa kompleks;
fibrinogen, merupakan sumber pembentuk fibrin dalam proses pembekuan darah;
trombin, merupakan komponen dalam mekanisme pembekuan darah.
8.
Protein
Cadangan
Protein
cadangan disimpan untuk berbagai proses metabolisme dalam tubuh. Sebagai
contoh, misalnya: ovalbumin, merupakan protein yangterdapat dalam putih telur;
kasein, merupakan protein dalam biji jagung.
D. Fungsi
Protein
Fungsi protein di dalam tubuh kita sangat banyak, bahkan
banyak dari proses pertumbuhan tubuh manusia dipengaruhi oleh protein yang
terkandung di dalam tubuh kita
v Sebagai Enzim
Hampir semua reaksi biologis
dipercepat atau dibantu oleh suatu senyawa makromolekul spesifik yang disebut
enzim, dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon
dioksida sampai yang sangat rumit seperti replikasi kromosom. Protein besar
peranannya terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologis.
v Alat Pengangkut dan Penyimpan
Banyak molekul dengan MB kecil serta
beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu.
Misalnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedangkan mioglobin
mengangkut oksigen dalam otot. Pengatur pergerakan Protein merupakan komponen
utama daging, gerakan otot terjadi karena adanya dua molekul protein yang
saling bergeseran.
v Penunjang Mekanis
Kekuatan dan daya tahan robek kulit
dan tulang disebabkan adanya kolagen, suatu protein berbentuk bulat panjang dan
mudah membentuk serabut. Pertahanan tubuh atau imunisasi Pertahanan tubuh
biasanya dalam bentuk antibodi, yaitu suatu protein khusus yang dapat mengenal
dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh seperti
virus, bakteri, dan sel- sel asing lain.
v Media Perambatan Impuls Syaraf
Protein yang mempunyai fungsi ini
biasanya berbentuk reseptor, misalnya rodopsin, suatu protein yang bertindak
sebagai reseptor penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata.
v Pengendalian Pertumbuhan
Protein ini bekerja sebagai reseptor
(dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA yang mengatur
sifat dan karakter bahan.
Daftar
Pustaka
Ussery D. 1998. Gene Expression &
Regulation. http://www.cbs.dtu.dk/staff/dave/DNA_CenDog.html. Diakses pada
5 Mei 2010
Jolane Abrams. 2010. DNA, RNA, and
Protein: Life at its simplest. http://www.postmodern.com/~jka/rnaworld/nfrna/nf-rnadefed.html. Diakses pada
5 Mei 2010.
Crick F. 1970. Central dogma of
molecular biology. Nature 227:561-563.
Paustian T. 2001. Protein
Structure. University of Wisconsin-Madison. http://lecturer.ukdw.ac.id/dhira/BacterialStructure/Proteins.html. Diakses pada
5 Mei 2010.
(Inggris)Anthony JF Griffiths, Jeffrey H Miller, David T Suzuki,
Richard C Lewontin, and William M Gelbart (2000). An Introduction
to Genetic Analysis (edisi ke-7). W. H. Freeman. hlm. Gene-protein
relations. ISBN 0-7167-3520-2. Diakses pada 15 Agustus 2010.
Pribic R, Stokkum van IH, Chapman D,
Haris PI, Bloemendal M. 1993. Protein secondary structure from Fourier
transform infrared and/or circular dichroism spectra. Anal Biochem 214(2):366-78.
Prasanna HA, Desai BLM, Rao MN. 1971.
Detection of early protein-calorie malnutrition (pre-kwashiorkor) in population
groups. British J Nutr 26:71-74.
No comments:
Post a Comment