WHO AM I?

I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA POLTEKKES KEMENKES DENPASAR JURUSAN KEPERAWATAN

Thursday, April 19, 2012

Kredibilitas Dalam Pengembangan Kepribadian

Juniartha Semara Putra

” KREDIBILITAS DIRI ”



Oleh:
1.1 Reguler
I PUTU ROBBY SAPUTRA                         ( P07120011005 )
I MADE ADI GUNAWAN                            ( P07120011009 )
I GEDE SURYA SASTRAWAN                  ( P07120011010 )
I PUTU JUNIARTHA SEMARA P              ( P07120011014 )
I PUTU ARIS ADI SOSIAWAN                   ( P07120011021 )
I PUTU ARNAWA                                         ( P07120011026 )
I NYOMAN SWANDIPA                               ( P07120011036 )


POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2012



MENJAGA KREDIBILITAS DIRI

A.  Kredibilitas Diri
Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan.Kredibilitas merupakan salah satu landasan untuk kepemimpinan yang produktif dalam arti membangun suatu reputasi yang melekat pada efektivitas pribadi positip dengan rujukan prinsip “membina persamaan dan membangkitkan kepercayaan “.
Kredibilitas diri adalah tentang bagaimana para pemimpin mendapatkan kepercayaan dan keyakinan dari stakeholders. Kredibilitas dalam demensi efektivitas pribadi, merupakan pondasi utama untuk membangun reputasi. Reputasi merupakan bagian masa lampau yang harus diperbaharui dari waktu ke waktu karena ia menggambarkan jaminan manusia, keamanan yang kita janjikan sebagai tanggung jawab dalam unjuk kerja selaku pemimpin terhadap para pengikut, teman sejawat, dan masyarakat.
Oleh karena itu untuk memperoleh kredibilitas, bukanlah sesuatu yang gampang diraih oleh individu, kelompok dan organisasi melainkan melalui suatu proses yang berkelanjutan karena kita harus memiliki prinsip bahwa kridibilitas hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan masa depan harus lebih baik dari hari ini. Dengan demikian membangun kredibilitas dalam wujud reputasi mengandung makna bagi kepemimpinan kecuali kalau kita berkeyakinan bahwa individu bisa membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain.
Bagi individu yang mampu memperlihatkan bahwa kredibilitas membuat perbedaan berarti ia meyakini atas kepercayaan diri sebagai sumber sukses dan kemandirian. Jadi bagi seorang pengikut yang bekerja dengan pemimpin yang memiliki reputasi efektivitas pribadi positip, tidak jarang kita mendengar ukapan kata dari yang merasakan seperti dihargai, termotivasi, antusias, tertantang, mendapat inspirasi, diberi dukungan, dihargai, dan bangga.
Pemimpin dengan memiliki kridibilitas yang tinggi, tidak jarang memiliki dampak seperti ungkapan dibawah ini: Dengan senang hati mereka akan bercerita kepada orang lain bahwa keberadaan mereka adalah bagian dari organisasi.Memiliki kesamaan persepsi dan keyakinan bila berada dalam tim. Memiliki percaya diri yang sejalan dengan budaya perusahaan yang dianut. Memberikan komitmen atas dasar pengorbanan diri pada organisasi. Sedangkan bila keadaan sebaliknya karena kridibilitas yang rendah, maka wujud yang diungkapkan biasanya dalam bentuk skandal, penghianatan dan kekecewaan.
Semakin rendah kredibilitas yang dimiliki, maka rendah pula kepercayaan orang lain terhadap diri kita. Sebaliknya, semakin tinggi kredibilitas, maka meningkat pula kepercayaan orang lain terhadap diri kita.  Menumbuhkan kredibilitas bukanlah hal yang sulit, tetapi bukan pula hal yang mudah untuk dilakukan. Semuanya berpulang pada diri kita. Pada perilaku kita. Bergantung pada bagaimana kita bersikap terhadap orang lain. Berikut ini adalah lima kiat yang dapat dilatih dan dibiasakan untuk dapat menumbuhkan atau  meningkatkan dan menjaga kredibilitas diri-sendiri :
1.     Jujur dan tulus.
Berupayalah untuk memiliki kejujuran dan ketulusan. Jangan sekalipun pernah berniat apalagi melakukan kebohongan, sekecil apapun. Apabila Anda terkenal sebagai orang yang jujur dalam perbuatan maupun perkataan, maka orang-orang di sekitar tanpa ragu akan mempercayai Anda dalam segala hal. Mulailah untuk selalu jujur dari hal-hal yang paling kecil, dan yakinlah bahwa kejujuran akan membawa kemujuran serta ketenangan jiwa.
2.     Konsisten.
Selalu pegang kata-kata Anda, apapun resikonya. Karenanya berhati-hatilah dalam berkata-kata, berpedoman pada 4 jangan; jangan berjanji yang tidak bisa Anda tepati, jangan membuat keputusan yang tidak bisa Anda dukung, jangan mengeluarkan perintah/anjuran/nasihat yang tidak bisa Anda kerjakan, dan jangan pernah (apalagi senang) menuduh orang tanpa disertai data dan fakta.
3.     Kesatria.
Mengakui kesalahan bukan berarti kekalahan. Tumbuhkan keberanian untuk mengakui kesalahan. Bersikap kesatria dengan menerima kesalahan dan bertanggungjawab atas segala kesalahan serta berusaha untuk memperbaiki kesalahan dan tidak mengulanginya. Kalau ini bisa sikap pribadi Anda, akan banyak orang salut dan bersimpati.
4.     Miliki keahlian.
Jadikanlah diri Anda ahli di bidang yang Anda geluti. Untuk itu, jangan pernah malas untuk terus belajar dan membaca. Teruslah mencoba sesuatu yang baru, jangan merasa puas dengan yang sudah dicapai saat ini. 


5.     Pegang teguh prinsip.
Jangan sekali-kali tergoda untuk berkompromi "menggadaikan" prinsip Anda hanya untuk kepentingan sesaat. Pegang teguh, dan belalah prinsip yang Anda yakini benar. Sekali saja orang mengetahui prinsip Anda hidup Anda dapat "ditawar", untuk selamanya orang itu akan merendahkan Anda.

B.  Kejujuran dan Sportifitas
v  Pengertian Kejujuran
Kejujuran jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya. Macam-Macam Kejujuran :
1.      Jujur dalam niat dan kehendak.
Ini kembali kepada keikhlasan. Kalau suatu amal tercampuri dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta, sebagaimana kisah tiga orang yang dihadapkan kepada Allah, yaitu seorang mujahid, seorang qari’, dan seorang dermawan. Allah menilai ketiganya telah berdusta, bukan pada perbuatan mereka tetapi pada niat dan maksud mereka.
2.      Jujur dalam ucapan.
Wajib bagi seorang hamba menjaga lisannya, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar/jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran.
3.      Jujur dalam tekad dan memenuhi janji.

v  Sportifitas
Sikap adil (jujur) thd lawan; sikap bersedia mengakui keunggulan (kekuatan, kebenaran) lawan atau kekalahan (kelemahan, kesalahan) sendiri; kejujuran; kesportifan.
Sikap sportif adalah sikap untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam berolah raga. Apa yang bisa didapat oleh anak-anak dengan sikap sportif yang ditanamkan sejak dini? Banyak hal yang bisa didapat anak sehingga karakteristik anak dapat terbentuk.
1.      Yang pertama adalah anak-anak dapat belajar berkompetisi.
 Olah raga yang biasanya adalah berupa game. Dalam sebuah game akan ada yang menang dan yang kalah. Sehingga anak anda dapat belajar untuk mempersiapkan diri dengan baik saat akan menghadapi sebuah kompetisi.
2.      Yang kedua adalah lapang dada menerima kekalahan.
Dalam olah raga yang biasanya berupa permainan pastinya akan ada yang harus kalah. Anak-anak yang sering berolah raga pastinya pernah merasakan sebuah kekalahan. Dengan penanaman sportifitas sejak dini anak-anak akan belajar bagaimana menerima kekalahan mereka. Tanpa ada rasa dendam kepada musuh mereka.
3.      Yang ketiga dan tak kalah pentingnya adalah kejujuran.
Saat ini rasanya sulit menemukan orang jujur. Ini tercermin dari koruptor-koruptor yang berjamuran di Indonesia. dengan olah raga anak-anak akan belajar jujur baik dalam dunia kerja maupun dalam keseharian. Dengan menanamkan sikap sportifitas sejak dini anak akan terlatih untuk bersikap jujur. Kecurangan yang mungkin dilakukan oleh anak-anak bisa diminimalisir.
Cara menanamkan sifat sportif pada anak dengan olahraga yaitu dengan memberinya dukungan saat anak sedang bertanding olahraga. Dengan begitu anak akan bekerja lebih keras tanpa adanya pikiran untuk bermain curang. Apabila anak kita kalah kita tetap harus memuji dan memberinya semangat. Dengan demikian anak akan selalu melakukan pertandingan dengan baik tanpa kecurangan. Sikap sportifitas akan mudah ditanamkan sejak usia dini. Karena anak-anak masih mudah untuk diberi tahu dan dilatih. Oleh karenyanya alangkah baiknya dengan olah raga para orang tua dapat mengajarkan sportifitas kepada anak-anaknya.

C.    Komunikasi dan Sinergi
v  Pengertian komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communicocommunicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common).[3] Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan.  Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another). 
 Pada awalnya, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi transaktif|transaktif, komunikasi bertujuan|bertujuan, atau komunikasi tak bertujuan|tak bertujuan.
 Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
 Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industrialisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri.
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
1.      Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2.      Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
3.      Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
4.      Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
5.      Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
6.      Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")

v  Pengertian sinergi
Sinergi merupakan istilah akademik yang biasa dipakai dalam ilmu-ilmu social, namun perkembangan akhir-akhir ini istilah tersebut menjadi popular karena banyak disebut oleh para Pakar maupun Negarawan.
Sinergi dalam manajemen dan administrasi sangat vital, karena mengandung arti pengerahan seluruh sumber daya organisasi yang selaras, serasi dan seimbang untuk mencapai tujuan angka optimal dalam arti efektif, efisien dan memuaskan. Bagaimana kita dapat mencapai kondisi selaras-serasi-seimbang, hal itu merupakan suatu seni, sebab sangat tergantung pada kemampuan kita sendiri atau profesionalisme, tantangan yang bersifat internal maupun eksternal. Oleh karena itu disebut sebagai suatu seni mempergunakan strategi untuk mencapai suatu keberhasilan. Secara teknik operasional selaras itu mengandung arti semua orang dalam organisasi paham akan tujuan, falsafah, misi, visi organisasi yang bersangkutan. Kemudian serasi memiliki arti setiap orang yang terkait dalam organisasi tersebut mengatur strategi operasional dalam upaya mencapai tujuan sesuai dengan struktur dan fungsi dalam organisasi tersebut. Selanjutnya pengertian seimbang dapat diuraikan agar masing-masing orang atau unit bekerja menurut irama prioritas organisasi secara professional.
Persaratan penting lainnya untuk terjadinya sinergi adalah walaupun keduanya sebaik memilki bakat, pengetahuan dan keterampilan yang berbeda, tata nilai utamanya haruslah sama. Syarat – syarat sinergi :
·         Berbeda dalam hal fisik, bakat, pengetahuan dan keterampilan
·         Sama di dalam hal ternilai utama
·         Ada baiknya menggali terlebih dahulu tata nilai utama yang dianut oleh masing-masing pihak, apabila ada perbedaan, usahakan untuk melakukan penyesuaian yang bisa diterima masing-masing pihak.
·         Menyamakan tata  nilai merupakan persyaratan utama yang harus dilalui sebelum kedua belah pihak bersinergi.
Langkah berikutnya adalah menggali kelebihan dan keterbatasan dari masing-masing pihak, agar gabungan kedua pihak ini bisa menggunakan kelebihan dari masing-masing pihak, saling mengisi keterbatasan masing-masing pihak apabila tidak bisa diisi oleh pihak lainnya.

v  Sinergi komunikasi
Sinergi komunikasi mengandung arti komunikasi unsur atau bagian dapat menghasilkan keluaran lebih baik atau lebih besar. Lebih lanjut artian tersebut berkembang yang mempunyai makna kerjasama atau koordinasi, antar bagian untuk menghasilkan keluaran yang lebih bermutu. Arti sinergi bersifat kontekstual, tergantung pada sifat sinergistik dilekatkan, seperti kerjasama antar tangan kanan dan tangan kiri, campuran beberapa unsure kimia, koordinasi bagian satu dengan lainnya dan seterusnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ruben Brent D dan Lea P Stewart. (2006). Communication and Human Behavior. United States: Allyn and Bacon
Komala, Lukiati. 2009. Ilmu Komunikasi: Perspektif, Proses, dan Konteks. Bandung: Widya Padjadjaran
Mulyana, Deddy Prof. Imu Komunikasi Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya. 2007
Rohim,Syaiful.2009. Teori Komunikasi: Perspektif,Ragam, & Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta
West, Richard & Lynn H. Turner. 2007. Introducing Communication Theory. Third Edition.
Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wiryanto,Dr. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jilid I. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Rochmawati, Lusa. 2009. Faktor yang mempengaruhi komunikasi

No comments: