Juniartha Semara Putra
” KREDIBILITAS DIRI ”
Oleh:
1.1
Reguler
I PUTU ROBBY SAPUTRA ( P07120011005 )
I MADE ADI GUNAWAN ( P07120011009 )
I GEDE SURYA SASTRAWAN ( P07120011010 )
I PUTU JUNIARTHA SEMARA P ( P07120011014 )
I PUTU ARIS ADI SOSIAWAN ( P07120011021 )
I PUTU ARNAWA (
P07120011026 )
I NYOMAN SWANDIPA ( P07120011036 )
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2012
“ MENJAGA
KREDIBILITAS DIRI “
A. Kredibilitas Diri
Kredibilitas adalah
kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan.Kredibilitas
merupakan salah satu landasan untuk kepemimpinan yang produktif dalam arti
membangun suatu reputasi yang melekat pada efektivitas pribadi positip dengan
rujukan prinsip “membina persamaan dan membangkitkan kepercayaan “.
Kredibilitas diri adalah tentang bagaimana para
pemimpin mendapatkan kepercayaan dan keyakinan dari stakeholders. Kredibilitas
dalam demensi efektivitas pribadi, merupakan pondasi utama untuk membangun
reputasi. Reputasi merupakan bagian masa lampau yang harus diperbaharui dari
waktu ke waktu karena ia menggambarkan jaminan manusia, keamanan yang kita
janjikan sebagai tanggung jawab dalam unjuk kerja selaku pemimpin terhadap para
pengikut, teman sejawat, dan masyarakat.
Oleh karena itu untuk memperoleh kredibilitas, bukanlah
sesuatu yang gampang diraih oleh individu, kelompok dan organisasi melainkan
melalui suatu proses yang berkelanjutan karena kita harus memiliki prinsip
bahwa kridibilitas hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan masa depan
harus lebih baik dari hari ini. Dengan demikian membangun kredibilitas dalam
wujud reputasi mengandung makna bagi kepemimpinan kecuali kalau kita
berkeyakinan bahwa individu bisa membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain.
Bagi individu yang mampu memperlihatkan bahwa kredibilitas
membuat perbedaan berarti ia meyakini atas kepercayaan diri sebagai sumber
sukses dan kemandirian. Jadi bagi seorang pengikut yang bekerja dengan pemimpin
yang memiliki reputasi efektivitas pribadi positip, tidak jarang kita mendengar
ukapan kata dari yang merasakan seperti dihargai, termotivasi, antusias,
tertantang, mendapat inspirasi, diberi dukungan, dihargai, dan bangga.
Pemimpin dengan memiliki kridibilitas yang tinggi,
tidak jarang memiliki dampak seperti ungkapan dibawah ini: Dengan senang hati
mereka akan bercerita kepada orang lain bahwa keberadaan mereka adalah bagian
dari organisasi.Memiliki kesamaan persepsi dan keyakinan bila berada dalam tim.
Memiliki percaya diri yang sejalan dengan budaya perusahaan yang dianut.
Memberikan komitmen atas dasar pengorbanan diri pada organisasi. Sedangkan bila
keadaan sebaliknya karena kridibilitas yang rendah, maka wujud yang diungkapkan
biasanya dalam bentuk skandal, penghianatan dan kekecewaan.
Semakin rendah kredibilitas yang dimiliki, maka rendah
pula kepercayaan orang lain terhadap diri kita. Sebaliknya, semakin tinggi
kredibilitas, maka meningkat pula kepercayaan orang lain terhadap diri
kita. Menumbuhkan kredibilitas bukanlah hal yang sulit, tetapi bukan pula
hal yang mudah untuk dilakukan. Semuanya berpulang pada diri kita. Pada
perilaku kita. Bergantung pada bagaimana kita bersikap terhadap orang lain.
Berikut ini adalah lima kiat yang dapat dilatih dan dibiasakan untuk dapat
menumbuhkan atau meningkatkan dan
menjaga kredibilitas diri-sendiri :
1.
Jujur dan tulus.
Berupayalah
untuk memiliki kejujuran dan ketulusan. Jangan sekalipun pernah berniat apalagi
melakukan kebohongan, sekecil apapun. Apabila Anda terkenal sebagai orang yang
jujur dalam perbuatan maupun perkataan, maka orang-orang di sekitar tanpa ragu
akan mempercayai Anda dalam segala hal. Mulailah untuk selalu jujur dari
hal-hal yang paling kecil, dan yakinlah bahwa kejujuran akan membawa kemujuran
serta ketenangan jiwa.
2.
Konsisten.
Selalu pegang kata-kata Anda, apapun resikonya. Karenanya
berhati-hatilah dalam berkata-kata, berpedoman pada 4 jangan; jangan berjanji
yang tidak bisa Anda tepati, jangan membuat keputusan yang tidak bisa Anda
dukung, jangan mengeluarkan perintah/anjuran/nasihat yang tidak bisa Anda
kerjakan, dan jangan pernah (apalagi senang) menuduh orang tanpa disertai data
dan fakta.
3.
Kesatria.
Mengakui
kesalahan bukan berarti kekalahan. Tumbuhkan keberanian untuk mengakui
kesalahan. Bersikap kesatria dengan menerima kesalahan dan bertanggungjawab
atas segala kesalahan serta berusaha untuk memperbaiki kesalahan dan tidak
mengulanginya. Kalau ini bisa sikap pribadi Anda, akan banyak orang salut dan
bersimpati.
4.
Miliki keahlian.
Jadikanlah diri
Anda ahli di bidang yang Anda geluti. Untuk itu, jangan pernah malas untuk
terus belajar dan membaca. Teruslah mencoba sesuatu yang baru, jangan merasa
puas dengan yang sudah dicapai saat ini.
5.
Pegang teguh prinsip.
Jangan
sekali-kali tergoda untuk berkompromi "menggadaikan" prinsip Anda
hanya untuk kepentingan sesaat. Pegang teguh, dan belalah prinsip yang Anda
yakini benar. Sekali saja orang mengetahui prinsip Anda hidup Anda dapat
"ditawar", untuk selamanya orang itu akan merendahkan Anda.
B. Kejujuran dan Sportifitas
v Pengertian Kejujuran
Kejujuran
jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu
informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan
penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari
ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan
kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah
maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau
tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat
dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau
lainnya. Macam-Macam Kejujuran :
1. Jujur
dalam niat dan kehendak.
Ini kembali kepada keikhlasan. Kalau
suatu amal tercampuri dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan kejujuran
niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta, sebagaimana kisah tiga
orang yang dihadapkan kepada Allah, yaitu seorang mujahid, seorang qari’, dan
seorang dermawan. Allah menilai ketiganya telah berdusta, bukan pada perbuatan
mereka tetapi pada niat dan maksud mereka.
2.
Jujur
dalam ucapan.
Wajib bagi seorang hamba menjaga
lisannya, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar/jujur dalam
ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara
macam-macam kejujuran.
3. Jujur dalam tekad dan memenuhi
janji.
v Sportifitas
Sikap adil (jujur) thd
lawan; sikap bersedia mengakui keunggulan (kekuatan, kebenaran) lawan atau
kekalahan (kelemahan, kesalahan) sendiri; kejujuran; kesportifan.
Sikap sportif adalah sikap untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam berolah
raga. Apa yang bisa didapat oleh anak-anak dengan sikap sportif yang ditanamkan
sejak dini? Banyak hal yang bisa didapat anak sehingga karakteristik anak dapat
terbentuk.
1.
Yang pertama adalah
anak-anak dapat belajar berkompetisi.
Olah raga yang biasanya
adalah berupa game. Dalam sebuah game akan ada yang menang dan yang kalah.
Sehingga anak anda dapat belajar untuk mempersiapkan diri dengan baik saat akan
menghadapi sebuah kompetisi.
2.
Yang kedua adalah
lapang dada menerima kekalahan.
Dalam olah raga yang biasanya berupa permainan pastinya akan ada
yang harus kalah. Anak-anak yang sering berolah raga pastinya pernah merasakan
sebuah kekalahan. Dengan penanaman sportifitas sejak dini anak-anak akan
belajar bagaimana menerima kekalahan mereka. Tanpa ada rasa dendam kepada musuh
mereka.
3.
Yang ketiga dan tak
kalah pentingnya adalah kejujuran.
Saat ini rasanya sulit menemukan orang jujur. Ini tercermin dari
koruptor-koruptor yang berjamuran di Indonesia. dengan olah raga anak-anak akan belajar jujur baik dalam dunia kerja maupun dalam
keseharian. Dengan menanamkan sikap sportifitas sejak dini anak akan terlatih
untuk bersikap jujur. Kecurangan yang mungkin dilakukan oleh anak-anak bisa
diminimalisir.
Cara menanamkan sifat sportif pada anak dengan olahraga yaitu
dengan memberinya dukungan saat anak sedang bertanding olahraga. Dengan begitu
anak akan bekerja lebih keras tanpa adanya pikiran untuk bermain curang.
Apabila anak kita kalah kita tetap harus memuji dan memberinya semangat. Dengan
demikian anak akan selalu melakukan pertandingan dengan baik tanpa kecurangan.
Sikap sportifitas akan mudah ditanamkan sejak usia dini. Karena anak-anak masih
mudah untuk diberi tahu dan dilatih. Oleh karenyanya alangkah baiknya dengan
olah raga para orang tua dapat mengajarkan sportifitas kepada anak-anaknya.
C.
Komunikasi
dan Sinergi
v Pengertian komunikasi
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan,
ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi
dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah
pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya,
komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan,
menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala,
mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa
Latin communis yang
berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat
sama (make to common).[3] Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada
kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima
pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita
untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).
Pada awalnya,
komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal
kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut
berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti
tarian kawin pada ikan.
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa
sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi transaktif|transaktif, komunikasi
bertujuan|bertujuan, atau komunikasi tak bertujuan|tak bertujuan.
Melalui komunikasi,
sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak
lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan
dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Walaupun komunikasi
sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi
penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan
sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi
komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan
jaringan komuter seiring dengan industrialisasi bidang usaha yang besar dan
politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki
departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa,
komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap.
Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri.
Komponen
komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung
dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen
komunikasi adalah:
1.
Pengirim
atau komunikator (sender)
adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2.
Pesan
(message) adalah isi atau
maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
3.
Saluran
(channel) adalah media dimana
pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka)
saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
4.
Penerima
atau komunikate (receiver)
adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
5.
Umpan
balik (feedback) adalah
tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
6.
Aturan
yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan
dijalankan ("Protokol")
v Pengertian sinergi
Sinergi merupakan istilah akademik
yang biasa dipakai dalam ilmu-ilmu social, namun perkembangan akhir-akhir ini
istilah tersebut menjadi popular karena banyak disebut oleh para Pakar maupun
Negarawan.
Sinergi dalam manajemen dan
administrasi sangat vital, karena mengandung arti pengerahan seluruh sumber
daya organisasi yang selaras, serasi dan seimbang untuk mencapai tujuan angka
optimal dalam arti efektif, efisien dan memuaskan. Bagaimana kita dapat
mencapai kondisi selaras-serasi-seimbang, hal itu merupakan suatu seni, sebab
sangat tergantung pada kemampuan kita sendiri atau profesionalisme, tantangan
yang bersifat internal maupun eksternal. Oleh karena itu disebut sebagai suatu
seni mempergunakan strategi untuk mencapai suatu keberhasilan. Secara teknik
operasional selaras itu mengandung arti semua orang dalam organisasi paham akan
tujuan, falsafah, misi, visi organisasi yang bersangkutan. Kemudian serasi
memiliki arti setiap orang yang terkait dalam organisasi tersebut mengatur
strategi operasional dalam upaya mencapai tujuan sesuai dengan struktur dan
fungsi dalam organisasi tersebut. Selanjutnya pengertian seimbang dapat
diuraikan agar masing-masing orang atau unit bekerja menurut irama prioritas
organisasi secara professional.
Persaratan
penting lainnya untuk terjadinya sinergi adalah walaupun keduanya sebaik
memilki bakat, pengetahuan dan keterampilan yang berbeda, tata nilai utamanya
haruslah sama. Syarat – syarat sinergi :
·
Berbeda dalam hal fisik, bakat, pengetahuan dan
keterampilan
·
Sama di dalam hal ternilai utama
·
Ada baiknya menggali terlebih dahulu tata nilai
utama yang dianut oleh masing-masing pihak, apabila ada perbedaan, usahakan
untuk melakukan penyesuaian yang bisa diterima masing-masing pihak.
·
Menyamakan tata nilai merupakan
persyaratan utama yang harus dilalui sebelum kedua belah pihak bersinergi.
Langkah
berikutnya adalah menggali kelebihan dan keterbatasan dari masing-masing pihak,
agar gabungan kedua pihak ini bisa menggunakan kelebihan dari masing-masing pihak,
saling mengisi keterbatasan masing-masing pihak apabila tidak bisa diisi oleh
pihak lainnya.
v Sinergi komunikasi
Sinergi
komunikasi mengandung arti komunikasi unsur atau bagian dapat menghasilkan
keluaran lebih baik atau lebih besar. Lebih lanjut artian tersebut berkembang
yang mempunyai makna kerjasama atau koordinasi, antar bagian untuk menghasilkan
keluaran yang lebih bermutu. Arti sinergi bersifat kontekstual, tergantung pada
sifat sinergistik dilekatkan, seperti kerjasama antar tangan kanan dan tangan
kiri, campuran beberapa unsure kimia, koordinasi bagian satu dengan lainnya dan
seterusnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ruben Brent D dan Lea P Stewart. (2006). Communication and Human Behavior. United
States: Allyn and Bacon
Komala, Lukiati. 2009. Ilmu Komunikasi:
Perspektif, Proses, dan Konteks. Bandung: Widya Padjadjaran
Mulyana,
Deddy Prof. Imu Komunikasi Suatu
Pengantar. PT Remaja Rosdakarya. 2007
Rohim,Syaiful.2009. Teori
Komunikasi: Perspektif,Ragam, & Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta
West, Richard
& Lynn H. Turner. 2007. Introducing Communication Theory. Third
Edition.
Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu
Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wiryanto,Dr. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi.
Jilid I. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Rochmawati,
Lusa. 2009. Faktor yang mempengaruhi komunikasi
.jpg)
No comments:
Post a Comment