Juniartha Semara Putra
ASUHAN KEPERAWATAN FIBROADENOMA MAMMAE
PENGERTIAN
- Fibroadenoma adalah suatu tumor jinak yang merupakan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan stroma jaringan ikat.
- Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak pada payudara yang bersimpai jelas, berbatas jelas, soliter, berbentuk benjolan yang dapat digerakkan.
PENYEBAB GANGGUAN
- Peningkatan aktivitas Estrogen yang absolut atau relatif.
- Genetik : payudara
- Faktor-faktor predisposisi :
a. Usia
: < 30 tahun
b. Jenis
kelamin
c. Geografi
d. Pekerjaan
e. Hereditas
f. Diet
g. Stress
h. Lesi
prekanker
TANDA & GEJALA
- Secara makroskopik : tumor bersimpai, berwarna putih keabu-abuan, pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih, kenyal
- Ada bagian yang menonjol ke permukaan
- Ada penekanan pada jaringan sekitar
- Ada batas yang tegas
- Bila diameter mencapai 10 – 15 cm muncul Fibroadenoma raksasa ( Giant Fibroadenoma )
- Memiliki kapsul dan soliter
- Benjolan dapat digerakkan
- Pertumbuhannya lambat
- Mudah diangkat dengan lokal surgery
- Bila segera ditangani tidak menyebabkan kematian
PATOFISIOLOGI
Fibroadenoma merupakan tumor jinak
payudara yang sering ditemukan pada masa reproduksi yang disebabkan oelh
beberapa kemungkinan yaitu akibat sensitivitas jaringan setempat yang
berlebihan terhadap estrogen sehingga kelainan ini sering digolongkan dalam
mamary displasia.
Fibroadenoma biasanya ditemukan
pada kuadran luar atas, merupakan lobus yang berbatas jelas, mudah digerakkan
dari jaringan di sekitarnya. Pada gambaran histologis menunjukkan stroma dengan
proliferasi fibroblast yang mengelilingi kelenjar dan rongga kistik yang
dilapisi epitel dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Pembagian fibroadenoma
berdasarkan histologik yaitu :
- Fibroadenoma Pericanaliculare
Yakni kelenjar berbentuk bulat dan
lonjong dilapisi epitel selapis atau beberapa lapis.
- Fibroadenoma intracanaliculare
Yakni jaringan ikat mengalami
proliferasi lebih banyak sehingga kelenjar berbentuk panjang-panjang (tidak
teratur) dengan lumen yang sempit atau menghilang.
Pada saat menjelang haid dan kehamilan tampak
pembesaran sedikit dan pada saat menopause terjadi regresi.
PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK
- Biopsi
- Pembedahan
- Hormonal
- PET ( Positron Emision Tomografi )
- Mammografi
- Angiografi
- MRI
- CT – Scan
- Foto Rontqen ( x – ray )
- Blood Study
PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI
- Faktor-faktor resiko
- Pemerikasaan payudara sendiri
- Pemeriksaan klinik
- Mammografi
- Melaporkan tanda dan gejala pada sumber/ahli untuk mendapat perawatan
RENCANA KEPERAWATAN
Nama/Initial Klien : Ny. Nof.
Ruang : IRNA A Lt. III
Kanan Nama
Mahasiswa : Subhan
Dx. Medis :
Fibroadenoma Mammae NIM : 01030170 B
|
NO.
|
DIAGNOSA KEPERAWATAN
|
TUJUAN
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
IMPLEMENTASI
|
EVALUASI
|
|
1.
|
Nyeri akut berhubungan
dengan kerusakan jaringan syaraf, suplay vaskularisasi atau efek samping
therapy/tindakan, ditandai dengan :
DS :
-
Klien mengeluhkan rasa nyeri
-
Meringis karena nyeri (facial mask of pain)
-
Lemah dan istirahat kurang
DO :
-
Gangguan tonus otot
-
Gangguan prilaku
-
Respon autonomic
|
Nyeri berkurang/dapat
teratasi dengan kriteria :
-
Melaporkan rasa nyeri yang sudah teratasi (rasa nyeri berkurang)
-
Dapat mongontrol ADLs seminimal mungkin.
-
Dapat mendemontrasikan
keterampilan relaksasi dan aktivitas diversional sesuai situasi
individu.
|
Independent :
1.
Kaji riwayat nyeri seperti lokasi; frekwensi ; durasi dan intensitas
(skala 1 – 10) dan upaya untuk mengurangi nyeri.
2.
Beri kenyamanan dengan mengatur posisi klien dan aktivitas
diversional.
3.
Dorong penggunaan stress management seperti tehnik relaksasi,
visualisasi, komunikasi therapeutik melalui sentuhan.
4.
Evaluasi/Kontrol berkurangnya rasa nyeri. Sesuaikan pemberian
medikasi sesuai kebutuhannya
Kolaborasi :
5.
Kembangkan rencana management penanganan sakit dengan klien dan
dokter
6.
Beri analgetik sesuai indikasi dan dosis yang tepat.
|
1.
Informasi merupakan data dasar untuk evaluasi atau
efektifitas intervensi yang dilakukan. Pengalaman nyeri setiap individu
bervariasi karena mengganggu fisik dan psikologi.
2.
Menolong dan meningkatkan relaksasi dan refokus
3.
Melibatkan dan memberikan partisipasi aktif untuk meningkatkan
kontrol
4.
Tujuan umum/maksimal mengomtrol tingkat nyeri dan minimum ada
keterlibatan dalam ADLs.
5.
Rencana terorganisasi dan meningkatkan kesempatan dalam mengontrol
rasa sakit. Klien harus berpartisipasi aktif dalam perawatan di rumah.
6.
Nyeri merupakan dampak/komplikasi suatu tindakan atau keadaan
penyakit serta perbedaan respon individu.
|
7 Mei 1998
1.
Mengkaji riwayat nyeri. Menjelaskan pada pasien dampak nyeri dan
pengaruh yang ditimbulkan akibat nyeri
Skala nyeri : 6 – 8
Ajarkan klien tehnik
relaksasi.
2.
Melakukan alih posisi dan menghindarkan penekanan pada daerah post op
Anjurkan klien tentang aktivitas diversional
3.
Mengadakan tehnik komunikasi terapeutik dan melibatkan klien dalam
pengelolaan pengaturan pengurangan rasa nyeri.
Memberi arahan pada klien tentang pengurangan
rasa nyeri.
4.
Support klien dalam pengurangan nyeri dengan cara : meditasi, latihan
peningkatan relaksasi, petunjuk imagery, pengaturan latihan pernafasan.
Observasi vital signs
T=110/70, N=76 x/menit, S=370C
5.
Mendiskusikan hal-hal yang dapat dilakukan klien dalam penanganan
nyeri khususnya bila klien sudah kembali ke rumah.
6.
Pemberian obat analgetik tidak dilakukan karena tidak ada order dan
indikasi yang menunjang.
|
7 Mei 1998
S = Klien masih mengeluh
adanya nyeri pada lokal incisi
Wajah klien menunjukkan
rasa nyeri bila dareah lengan kiri dekat lokasi incisi digerakkan
Klien masih lemah
O = Respon Autonom +,
perubahan prilaku - , Tonus otot tidak lemah
Klien melaporkan akan
melakukan petunjuk yang disarankan perawat dalam penanganan nyeri
Klien mampu mengontrol dan
membatasi ADLs.
A = Pengkajian tentang
nyeri sangat vital baik subyektif &obyektif karena dipengaruhi pula oleh
pengalaman individu dan sosial budaya individu.
Nyeri merupakan sumber
yang mengakibatkan ketidakpuasan dan gangguan kebutuhan dasar manusia
karena rasa nyaman terganggu
P = Lanjutkan implementasi
sesuai rencana dan promote klien untuk berpartisipasi dalam penanganan nyeri.
|
|
2.
|
Gangguan ganbaran diri
(body image) berhubungan dengan tindakan pembedahan ditandai dengan :
DS :
-
Verbalisasi perubahan pola hidup.
-
Reaksi ketakutan dan menolak perubahan pada bagian tubuh.
-
Tidak dapat menerima perubahan struktur dan fungsi tubuh.
-
Perasaan/pandangan negatif terhadap tubuh
-
Mengungkapkan keputus asaan.
-
Mengungkapkan ketakutan ditolak
-
Mengungkapkan kelemahan
DO :
-
Menolak untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah
-
Mengurangi kontak sosial
-
Pre okupasi dengan bagian tubuh/fungsi tubuh yang hilang
-
Menolak penjelasan perubahan tubuh
-
Tidak mau turut bertanggung jawab dalam perawatan diri
|
Gambaran diri berkembang
secara positif dengan kriteria :
-
Mengerti tentang perubahan pada tubuh.
-
Menerima situasi yang terjadi pada dirinya.
-
Mulai mengembangkan mekanisme koping pemecahan masalah.
-
Menunjukkan penyesuaian terhadap perubahan.
-
Dapat menerima realita.
-
Hubungan interpersonal adekuat.
|
Independent :
1.
Diskusi dengan klien tentang diagnosa dan tindakan guna membantu
klien agar dapat aktif kembali sesuai ADLs.
2.
Review/antisipasi efek samping kaitan dengan tindakan yang dilakukan
termasuk efek yang mengganggu aktivitas seksual
3.
Dorong untuk melakukan diskusi dan menerima pemecahan masalah dari
efek yang terjadi.
4.
Beri informasi/konseling sesering mungkin.
5.
Beri dorongan/support psikologis.
6.
Gunakan sentuhan perasaan selama melakukan interaksi (pertahankan
kontak mata)
Kolaborasi :
7.
Refer klien pada kelompok program tertentu.
8.
Refer pada sumber/ahli lain sesuai indikasi.
|
1.
Menerima dam mengerti tentang hal-hal yang dilakukan merupakan awal
proses penyelesaian masalah.
2.
Antisipasi dini dapat menolong klien untuk mengawali proses adaptasi
dalam mempersiapkan hal-hal yang dapat terjadi.
3.
Dimungkinkan dapat menolong menurunkan masalah dengan keterlibatan
sehingga dapat menerima tindakan yang dilakukan.
4.
Validasi tentang kenyataan perasaan klien dan berikan tehnik koping
sesuai kebutuhan.
5.
Klien dengan gangguan neoplasma kanker membutuhkan support tambahan
selama periode tersebut.
6.
Penghargaan dan perhatian merupakan hal penting yang diharapkan klien
guna menurunkan perasaan klien akan keraguan / ketidaknyamanan
7.
Grup support biasanya sangat bermanfaat bagi klien dengan
meningkatkan kontak dengan klien lain dengan masalah sama.
8.
Mungkin berguna untuk mempertahankan struktur psikososial.
|
7 Mei 1998
1.
Melakukan diskusi dengan klien tentang pengaruh dan kegunaan dari
tindakan yang dilakukan serta dampak + tindakan tersebut untuk kehidupan
klien.
2.
Kaji ulang tentang pengaruh dari tindakan yang dilakukan.
3.
Dorong klien untuk mengantisipasi &
adaptasi dan mulai
menerima perubahan pada dirinya (struktur & fungsi tubuh)
|
7 Mei 1998
S = Klien mengemukakan
rasa cemas/khawatir akibat tindakan pada salah satu anggota tubuhnya.
Klien mengemukakan rasa
lelah dan lemah saat operasi.
O = Klien menyadari adanya
perubahan pada tubuhnya.
Klien mau menerima kondisi
yang terjadi,
Hubungan interpersonal
adekuat.
Tidak menolak untuk
melihat dan meraba bagian yang dioperasi.
Kontak sosial adekuat.
Klien menerima dan
menanggapi penjelasan tentang perubahan pada tubuh.
Klien mau terlibat dalam
self care.
A = Mengkaji gangguan tentang body image penting untuk
memulihkan / mengembalikan self esteem dan trust pada dirinya.
P = Lanjutkan tindakan sesuai rencana.
|
|
3.
|
Resiko tinggi gangguan
integritas jaringan/kulit berhubungan dengan efek treatment.
|
Integritas jaringan/kulit
adekuat dengan kriteria :
-
Indentifikasi intervensi pada kondisi-kondisi khusus.
-
Partisipasi aktif dalam tehnik guna pencegahan komplikasi / meningkatkan penyembuhan.
|
Independent :
1.
Kaji kondisi kulit dari efek samping : robekan, penyembuhan lambat.
2.
Dorong klien untuk tidak menggaruk area yang terkena gangguan.
3.
Sarankan klien untuk menghindari pemakaian cream kulit, salep dan
powder jika bukan order/ijin dari dokter atau perawatnya.
4.
Atur posisi sesuai kebutuhan.
Kolaborasi :
5.
Administrasi pemberian antidote sesuai indikasi.
6.
Berikan therapi kompres hangat dan dingin sesuai petunjuk.
|
1.
Efek-efek reaksi kulit dapat berupa kemerahan, gatal, kering,
kelembaban berkurang, hiperpigmentasi, koloid, cikatriks.
2.
Mencegah trauma / gesekan pada kulit.
3.
Iritasi / reaksi pada kulit dapat meningkat.
4.
Meningkatkan sirkulasi dan pencegahan tekanan pada jaringan / kulit.
5.
Mengurangi kerusakan jaringan pada area / lokal.
6.
Intervensi yang berbeda ini tergantung pada jenis-jenis agen yang
digunakan.
|
7 Mei 1998
1.
Memeriksa dan mengkaji daerah yang telah di incisi.
Luka operasi dalam kondisi adekuat, tidak ada
tanda-tanda inflamasi.
2.
Menganjurkan dan menjelaskan pada klien dampak dari garukan pada
lokal pos op.
3.
Menyarankan pada klien untuk tidak memakai cream, lotion, powder pada
area yang dioperasi dan tidak memijat daerah tersebut.
4.
Melakukan alih posisi sesuai kebutuhan klien dengan tanpa menekan
pada daerah incisi.
Mengajarkan pada klien hal-hal yang penting dari
alih posisi dan tehniknya.
5.
Tidak dilakukan karena klien tidak menunjukkan indikasi pada
penggunaan obat tersebut.
6.
Menganjurkan klien untuk memberikan kompres pada daerah yang jauh
dari area incisi dan menghindari area jadi basal.
|
7 Mei 1998
S = Klien mengemukakan
tentang pengaruh pada kulit setelah
operasi dan dampak laktasi karena klien G2P1 Minggu ke-19.
O : Tampak perubahan
akibat incisi pada jaringan +kulit sekitar area post op.
Integritas kulit masih
baik.
Tidak menunjukkan efek
samping dan reaksi yang khusus pada kulit.
Palpasi : daerah yang jauh
darri area incisi teraba hangat normal, tidak ada oedema.
A = Kondisi integritas
jaringan / kulit akibat incisi penting dipertahankan guna menurunkan
komplikasi/mencegah side efek lanjutan.
P = Lanjutkan tindakan
sesuai rencana.
|
|
4.
|
Kurang pengetahuan
(kebutuhan belajar) tentang penyakit, prognosis dan tindakan yang dibutuhkan
berhubungan dengan informasi yang kurang, interpretasi yang keliru, ditandai
dengan :
DS :
-
Bertanya tentang masalah yang dirasakannya.
-
Meminta informasi tentang keadaan penyakitnya.
-
Mengatakan konsepsi yang keliru tentang penyakitnya.
DO :
-
Tidak mengenal prognosa dan tindakan yang dilakukan.
-
Tidak tahu dampak bila tidak dilakukan tindakan pembedahan.
|
Klien mengenal dan
mengetahui informasi penyakit, prognosa, dan tindakan yang perlu dilakukan
dengan kriteria :
-
Mengatakan keakuratan dari informasi yang didapat tentang diagnosa,
tindakan dan kesiapan /penerimaan diri atas perawatan.
-
Dapat membenarkan prosedur yang dibutuhkan.
-
Menjelaskan dan merespon tindakan yang dilakukan.
-
Mengindentifikasi / menggunakan sumber /ahli dengan tepat.
-
Berpartisipasi pada kegiatan perawatan dan pengobatan.
|
Independent :
1.
Review tentang hal-hal yang khusus mengenai diagnosa, alternatif
tindakan dan harapan mendatang dengan persepsi yang adekuat.
2.
Jelaskan, beri gambaran dan kaji persepsi klien tentang neoplasma dan
penanganannya. Kaitkan dengan pengalaman dari klien yang sama.
3.
Jelaskan dan tanya klien untuk komunikasi (umpan balik) dan
mengkoreksi konsepsi yang keliru
tentang penyakit yang dideritanya.
4.
Review medikasi secara khusus dan cara-cara penggunaan obat.
5.
Jelaskan cara perawatan kulit khususnya area incisi post neoplasma.
6.
Dorong klien untuk menggunakan sumber / ahli guna mengontrol status
kesehatannya.
7.
Lakukan pre discharge planning sesuai indikasi.
|
1.
Validasi tingkat pemahaman dan identifikasi kebutuhan pembelajaran
serta memberi pengetahuan dasar sehingga klien dapat mengambil keputusan
sendiri untuk kesehatannya.
2.
Menolong menyesuaikan diri dengan pengetahuan / informasi sehingga
dapat diserap dan menurunkan kecemasan serta dapat mengasimilasi informasi.
3.
Miskonsepsi tentang neoplasma akan mengganggu terhadap fakta-fakta
dan proses penyembuhan.
4.
Meningkatkan kemampuan untuk memanage perawatan diri dan menghindari
potensial komplikasi, reaksi obat dsb.
5.
Mencegah penambahan komplikasi, iritasi kulit dan pencegahan reaksi
selanjutnya.
6.
Meningkatkan kompetensi perawatan diri dan optimalisasi tingkat
ketergantungan menurun.
7.
Penambahan dan perubahan/ transisi di rumah dengan informasi yang
akurat tentang hal-hal yang perlu dilakukan setelah operasi.
|
7 Mei 1998
1.
Menjelaskan dan menyamakan persepsi serat identifikasi tentang
hal-hal yang berkaitan dengan diagnosa, prognosa dan tindakan.
Memvalidasi
persepsi klien tentang pengaruh dari penyakit dan dampaknya.
2.
Menjelaskan pada klien tentang keuntungan dan dampak dari tindakan
yang dilakukan.
Mengajarkan
tehnik relaksasi untuk menurunkan cemas.
3.
Melakukan feed back tentang hal-hal yang sudah dijelaskan berkaitan
dengan diagnosa, prognosa dan tindakan sesuai kemampuan.
4.
Menjelaskan cara-cara penggunaan obat dan efek obat serta tindakan
lanjut bula muncul reaksi lain.
5.
Mengajarkan dan menerapkan cara perawatan kulit dan menghindari
komplikasi lebih lanjut.
6.
Menyarankan klien untuk konsultasi dan kontrol kesehatannya pada
sumber di yankes yang terjangkau.
7.
Membuat discharge planning.
Menjelaskan
isi discharge planning.
Evaluasi dan umpan balik
dari diagnosa perawatan yang diberikan berupa : ROM Lumpectomy, hal-hal yang
harus dihindari, breast care.
|
7 Mei 1998
S = Klien menunjukkan
partisipasi dan banyak bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan status
kesehatannya.
O = Klien banyak bertanya
tentang perawatan di rumah.
Persepsi klien +
Feed back +
Respons klien + terhadap
tindakan yang diberikan.
Klien berpartisipasi dalam
kegiatan pelayanan keperawatan.
A = Pengetahuan yang
penting tentang dampak dari neoplasma sangat menolong dalan menurunkan cemas
dan meningkatkan self confidence pada klien.
P = Lanjutkan implementasi
sesuai rencana.
|
DAFTAR PUSTAKA :
Doenges. M.
et. all, (1993), Nursing Care Plans Guidelines for Planning and
Documentating Patients Care, Edition 3, F.A. Davis Company, Philadelphia.
Joyce &
Esther, (1997), Medical Surgical Nursing : Clinical Management for
Continuity of Care, Edition 5, W.B. Saunders Company, Philadelphia.
Robbins &
Kumar, (1992), Basic Pathology, Part I –II, Edition 4, W.B. Saunders
Company, Philadelphia.
Shirley E.
Otto, (1994), Oncology Nursing, Edition 2, Mosby – Year Book-Inc, St.
Louis Missouri.
No comments:
Post a Comment