WHO AM I?

I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA POLTEKKES KEMENKES DENPASAR JURUSAN KEPERAWATAN

Tuesday, September 11, 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KANKER PENIS

Juniartha Semara Putra

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KANKER PENIS
A.    KONSEP DASAR PENYAKIT
1.      Pengertian
Ca penis merupakan karsinoma sel skuamosa dari epitel gland penis atau permukaan dalam preputium. (Buku Ajar Ilmu Bedah, hal 1067)
2.      Insiden
Kanker penis terjadi pada pria yang berusia lebih dari 60 tahun dan mewakili sekitar 0,5% malignansi pada pria di Amerika. Meskipun demikian, di beberapa Negara, insidennya berkisar 10%. Kanker penis jarang terjadi pada pria yang disirkumsisi. Insidennya tinggi pada fimosis termasuk yang disirkumsisi tidak sempurna.    
3.      Etiologi
mukaankronis pada fimosis. Ca penis biasanya terjadi pada pria yang tidak disirkumsisi, mungkin berkaitan dengan penimbunan smegma (sekresi kental) di bawah preputium.
4.      Patofisiologi
Ca penis sering terjadi pada laki-laki yang tidak disirkumsisi dan dapat dihubungkan dengan hygiene pada preputium dan gland penis. Fimosis yang lama juga dapat menjadi penyebab Ca penis mulai dari kelainan kecil di permukaan dalam preputium atau gland penis termasuk corona gland. Bentuk kelainan dapat papiler, eksofitik rata atau tukak. Pada Ca penis sekunder dapat terjadi dari metastasis kanker di kandung kemih, rectum atau prostat. Ca prostat ini berangsur-angsur membesar sampai meliputi seluruh penis dan meluas ke region pubis, skrotum dan bagian bawah dinding perut. Erosi ke dalam pembuluh besar femoral dapat mengakibatkan perdarahan berbahaya. Metastasis jauh jarang ditemukan. Karsinoma skuamous penis umumnya terdiferensiasi baik, merupakan kanker dengan tingkat keganasan rendah tapi mempunyai daya destruksi setempat yang kuat.
5.      Gejala Klinis
Kebanyakan penderita datang dengan keluhan benjolan, biasanya tidak nyeri. Keluhan ini kadang disertai dengan kesulitan miksi dan/benjolan yang tidak nyeri di lipat paha biasanya terdapat fimosis, ujung preputium sempit karena jaringan fibrosis oleh balano prostatitis kronis. Preputium sendiri lebih luas sehingga urin keluar ke dalam preputium yang membesar karena sumbatan ujungnya. Gejala dan tanda sistemik seperti malaise, anemia karena radang kronik dan perdarahan harus diperhatikan.
6.      Klasifikasi TNM Ca penis
T
Tis
Tj
T1
T2
T3
T4

N
No
N1
N2
N3

M
M1
Tumor primer
Karsinoma insitu
Karsinoma tidak invasive
Invasi ke jaringan penyangga subepitel
Invasi ke korpus spongiosum atau kavernosum
Invasi ke uretra atau prostat
Invasi ke struktur atau organ sekitarnya

Kelenjar limfe
Tidak terdapat metastasis ke kelenjar limfe regional
Metastasis di dalam kelenjar limfe inguinal superficial
Metastasis multiple atau bilateral di kelenjar limfe inguinal superficial
Metastasis di kelenjar inguinal profunda atau di dalam pelvis (unilateral/bilateral)
Metastasis jauh
Terdapat metastasis jauh

7.      Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium khas tidak ada. Pemeriksaan pencitraan umumnya tidak memberikan informasi tambahan kecuali jika ada indikasi khusus seperti obstruksi uretra yang jarang disebabkan oleh Ca penis.
Diagnosis ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan biopsy.
8.      Penatalaksanaan
Lesi yang lebih kecil hanya melibatkan kulit dapat dikontrol dengan eksisi biopsy. Kemoterapi topical dengan krim 5-Fluourasil mungkin menjadi pilihan pada pasien tertentu. Terapi radiasi digunakan untuk mengobati karsinoma sel skuamosa kecil dari penis atau untuk paliasi pada tumor lanjut atau metastasis nodus limfe. Penektomi parsial lebih dipilh daripada penektomi total jika memungkinkan penektomi total diindikasikan jika tumor tidak dapat diatasi dengan pengobatan konservatif.

No comments: