Juniartha Semara Putra
ASUHAN
KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KANKER PENIS
A. KONSEP
DASAR PENYAKIT
1. Pengertian
Ca penis merupakan karsinoma sel
skuamosa dari epitel gland penis atau permukaan dalam preputium. (Buku Ajar Ilmu Bedah, hal 1067)
2. Insiden
Kanker penis terjadi pada pria yang
berusia lebih dari 60 tahun dan mewakili sekitar 0,5% malignansi pada pria di
Amerika. Meskipun demikian, di beberapa Negara, insidennya berkisar 10%. Kanker
penis jarang terjadi pada pria yang disirkumsisi. Insidennya tinggi pada
fimosis termasuk yang disirkumsisi tidak sempurna.
3. Etiologi
mukaankronis pada fimosis. Ca penis
biasanya terjadi pada pria yang tidak disirkumsisi, mungkin berkaitan dengan
penimbunan smegma (sekresi kental) di bawah preputium.
4. Patofisiologi
Ca penis sering terjadi pada laki-laki
yang tidak disirkumsisi dan dapat dihubungkan dengan hygiene pada preputium dan
gland penis. Fimosis yang lama juga dapat menjadi penyebab Ca penis mulai dari
kelainan kecil di permukaan dalam preputium atau gland penis termasuk corona
gland. Bentuk kelainan dapat papiler, eksofitik rata atau tukak. Pada Ca penis
sekunder dapat terjadi dari metastasis kanker di kandung kemih, rectum atau
prostat. Ca prostat ini berangsur-angsur membesar sampai meliputi seluruh penis
dan meluas ke region pubis, skrotum dan bagian bawah dinding perut. Erosi ke
dalam pembuluh besar femoral dapat mengakibatkan perdarahan berbahaya.
Metastasis jauh jarang ditemukan. Karsinoma skuamous penis umumnya
terdiferensiasi baik, merupakan kanker dengan tingkat keganasan rendah tapi mempunyai
daya destruksi setempat yang kuat.
5. Gejala
Klinis
Kebanyakan penderita datang dengan
keluhan benjolan, biasanya tidak nyeri. Keluhan ini kadang disertai dengan
kesulitan miksi dan/benjolan yang tidak nyeri di lipat paha biasanya terdapat
fimosis, ujung preputium sempit karena jaringan fibrosis oleh balano
prostatitis kronis. Preputium sendiri lebih luas sehingga urin keluar ke dalam
preputium yang membesar karena sumbatan ujungnya. Gejala dan tanda sistemik
seperti malaise, anemia karena radang kronik dan perdarahan harus diperhatikan.
6. Klasifikasi
TNM Ca penis
|
T
Tis
Tj
T1
T2
T3
T4
N
No
N1
N2
N3
M
M1
|
Tumor
primer
Karsinoma
insitu
Karsinoma
tidak invasive
Invasi
ke jaringan penyangga subepitel
Invasi
ke korpus spongiosum atau kavernosum
Invasi
ke uretra atau prostat
Invasi
ke struktur atau organ sekitarnya
Kelenjar
limfe
Tidak
terdapat metastasis ke kelenjar limfe regional
Metastasis
di dalam kelenjar limfe inguinal superficial
Metastasis
multiple atau bilateral di kelenjar limfe inguinal superficial
Metastasis
di kelenjar inguinal profunda atau di dalam pelvis (unilateral/bilateral)
Metastasis
jauh
Terdapat
metastasis jauh
|
7. Pemeriksaan
Penunjang
Pemeriksaan laboratorium khas tidak
ada. Pemeriksaan pencitraan umumnya tidak memberikan informasi tambahan kecuali
jika ada indikasi khusus seperti obstruksi uretra yang jarang disebabkan oleh
Ca penis.
Diagnosis ditentukan berdasarkan
hasil pemeriksaan biopsy.
8. Penatalaksanaan
Lesi yang lebih kecil hanya
melibatkan kulit dapat dikontrol dengan eksisi biopsy. Kemoterapi topical
dengan krim 5-Fluourasil mungkin menjadi pilihan pada pasien tertentu. Terapi
radiasi digunakan untuk mengobati karsinoma sel skuamosa kecil dari penis atau
untuk paliasi pada tumor lanjut atau metastasis nodus limfe. Penektomi parsial
lebih dipilh daripada penektomi total jika memungkinkan penektomi total
diindikasikan jika tumor tidak dapat diatasi dengan pengobatan konservatif.
No comments:
Post a Comment