Juniartha Semara Putra
3.
POLA
FUNGSI KESEHATAN (11 Pola Fungsional Gordon)
4.
PEMERIKSAAN
FISIK
5.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
ANALISA DATA
ASUHAN
KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN
CEDERA KEPALA RINGAN
A.
PENGKAJIAN
1.
IDENTITAS
PASIEN
Nama :
D.S
Umur : 31 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Status perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Suku : Jawa
Alamat : Jln Sesetan Gang Belibis 1 C Denpasar
Tanggal masuk : 30 September 2009 pk. 21.30
Wita
Tanggal pengkajian : 1 Oktober 2009 pk 14.30 Wita
Sumber informasi :
Suami Klien
PENANGGUNG
Nama penanggung jawab : M.N
Hub dgn pasien :
Suami
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pegawai swasta
2.
STATUS
KESEHATAN
a. Status Kesehatan Saat Ini
Ø Keluhan utama
Saat MRS : nyeri kepala
setelah kecelakaan lalu lintas
Saat pengkajian : pusing dan
mual muntah
Ø Alasan masuk Rumah Sakit dan perjalanan
Penyakit saat ini
Pasien datang ke IRD RSUP
Sanglah dalam keadaan sadar dengan keluhan nyeri kepala setelah kecelakaan lalu
lintas. Pasien sedang berjalan kaki kemudian ditabrak motor dari samping,
pasien jatuh membentur aspal.Riwayat pingsan (+), riwayat muntah (+), luka pada
kepala bagian kanan (+). Setelah dilakukan pemeriksaan, CT Scan dan pengobatan,
klien dirawat di Ruang Ratna untuk observasi selanjutnya.
Upaya yang dilakukan untuk
mengatasinya :
Pasien langsung dibawa ke IRD RSUP
Sanglah
b. Status Kesehatan Masa Lalu
Ø Penyakit yang pernah dialami
Klien tidak pernah mengalami
penyakit yang berat , hanya flu dan demam biasa. Riwayat MRS (-). Riwayat DM
(-), sakit jantung (-), asma (-), hipertensi (-)
Ø Alergi
Riwayat alergi terhadap makanan,
obat dan benda lain (-)
Ø Kebiasaan :(merokok/kopi/
alkohol/lain-lain yang merugikan kesehatan)
Kebiasaan merokok (-), minum
kopi (-), minum alkohol (-).
c. Riwayat Penyakit Keluarga :
Riwayat DM (-), hipertensi (-), asma (-),
sakit jantung (-).
d. Diagnosa Medis dan therapy
Diagnosa
medis : CKR + Susp. Fraktur Basis Cranii
Therapy : IVFD Na CL 0,9 % 28 tts/mnt
Inj. Tyason 3 x 1
gr IV
Inj. Remopain 3x 1
gr IV
Inj. Bralin 3x 1 amp IV
3.
POLA
FUNGSI KESEHATAN (11 Pola Fungsional Gordon)
a. Pemeliharaan dan persepsi terhadap
kesehatan
Bila mengalami sakit biasanya
klien berobat ke Puskesmas atau bidan. Bila sakit ringan seperti masuk angin
kadang – kadang klien membuat jamu sendiri. Klien tidak pernah berobat ke dukun
atau pengobatan alternatif lainnya. Klien mengatakan kesehatan adalah hal yang
penting dan ingin cepat sembuh agar bisa bekerja lagi.
b. Pola Nutrisi/metabolic
Sebelum MRS klien biasa makan
3 kali sehari, minum 6-8 gelas sehari.Sejak MRS klien mengatakan tidak bisa
makan dan minum karena mual-mual dan muntah. Sejak kecelakaan sampai sekarang,
klien sudah muntah 4 kali berisi sisa makanan, darah (-). Siang ini klien
sempat makan bubur 3 sendok tetapi berhenti karena mual muntah. Minum dari tadi
pagi ± 100 cc air putih.
c. Pola eliminasi
Sebelum MRS klien biasa BAB 1
kali sehari, BAK 7 - 8 kali sehari ( ± 1200-1500 cc). Sejak MRS di Ruang Ratna
klien sudah BAK 2 kali dengan jumlah ± 200 cc setiap kali BAK menggunakan
pispot di atas tempat tidur. Sejak MRS klien belum BAB.
d. Pola aktivitas dan latihan
|
Kemampuan perawatan diri
|
0
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
Makan/minum
|
|
|
x
|
|
|
|
Mandi
|
|
|
x
|
|
|
|
Toileting
|
|
|
x
|
|
|
|
Berpakaian
|
|
|
x
|
|
|
|
Mobilisasi di tempat tidur
|
|
|
x
|
|
|
|
Berpindah
|
|
|
x
|
|
|
|
Ambulasi ROM
|
|
|
x
|
|
|
0: mandiri, 1: alat bantu, 2: dibantu orang lain,
3: dibantu orang lain dan alat, 4: tergantung total.
Okigenasi:
Klien
bernafas spontan tanpa memakai oksigen. Keluhan sesak (-)
e. Pola tidur dan istirahat
Sebelum MRS klien biasa tidur
6-7 jam sehari dan tidak biasa tidur siang. Setelah MRS klien mengatakan sering
terbangun karena mual dan sakit kepala serta situasi rumah sakit yang ramai.
f. Pola kognitif-perseptual
Klien mampu berkomunikasi
dengan suara yang pelan tetapi jelas. Klien mengatakan penglihatan cukup jelas
tetapi tidak bisa membuka mata lama-lama karena masih mengeluh pusingdan mual. Klien
mengeluh telinga kiri terasa penuh berisi cairan sehingga pendengaran agak
terganggu. Tampak otore keluar dari telinga kiri. Klien juga mengeluh sakit
kepala seperti berdenyut-denyut terutama di bagian kanan dan kadang-kadang
disertai pusing-pusing. Klien tampak meringis terutama saat bergerak. Skala
nyeri 4-5 (sedang).
g. Pola persepsi diri/konsep diri
Klien mampu menyebutkan identitas diri
dan orang di sebelahnya.
h. Pola seksual dan reproduksi
Klien sudah tiga tahun menikah tetapi
belum dikaruniai anak. Menstruasi teratur setiap 28 -30 hari sekali. Klien
tidak memakai alat kontrasepsi.
i.
Pola
peran-hubungan
Saat ini klien ditunggu oleh suaminya dan
hubungan mereka terlihat baik. Keluarga besar klien ada di Jawa. Di Bali klien
punya beberapa famili dan teman-teman yang sudah datang menjenguk klien tadi
pagi.
j.
Pola
manajemen koping stress
Bila mempunyai masalah klien
mengatakan biasa bercerita dan minta pendapat dari suami dan teman-teman. Suami
mengatakan klien cukup terbuka terhadap masalah yang dialaminya.
k. Pola keyakinan-nilai
Klien dan suami beragama Islam dan biasa
sholat setiap hari. Setelah MRS klien hanya berdoa dari tempat tidur.
4.
PEMERIKSAAN
FISIK
a. Keadaan umum : Lemah
Tingkat kesadaran : komposmentis
GCS : verbal :
5 psikomotor : 6 mata: 4
b. Tanda-tanda vital : Nadi :92 x/mnt Temp:36,8 0 C RR :22 x/mnt TD :115/70 mmHg
c. Keadaan fisik (IPPA)
1) Kepala dan leher
Inspeksi : luka robek yang sudah dihecting pada
regio parietal dextra (+) sepanjang 5 cm tanpa perdarahan aktif, brill hematome
(-), battle sign (-), rhinore (-), tampak otore warna kuning bercampur sedikit
darah keluar dari telinga kiri, jejas di daerah wajah dan leher (-), pupil
isokor dengan refleks +/+, anemis (-), deviasi trakea (-)
Palpasi :
cephal hematome pada regio parietal dextra (+) dengan nyeri tekan (+),
krepitasi (-), nyeri tekan pada leher (-)
2) Dada
Inspeksi
: gerak dada simetris, retraksi otot bantu nafas (-), jejas (-)
Palpasi : bentuk simetris, benjolan (-), krepitasi
(-), nyeri tekan (-)
Perkusi : Suara sonor, kanan kiri sama
Auskultasi
: Paru-paru :
suara nafas vesikuler,
ronchi-/-, wheezing -/-
Jantung :
S1 S2 tunggal reguler,
murmur (-)
3) Payudara dan ketiak
Bentuk
simetris, jejas (-), massa/benjolan (-)
4) Abdomen
Distensi (-), jejas (-), hepar tak teraba, bising usus kuat , peristaltik
8-10 x/mnt.
5) Genetalia
Bentuk normal, jejas (-), hematome (-)
6) Integumen
Warna
kulit sawo matang, kebersihan cukup, kelainan pada kulit (-).
7) Ekremitas
Ø Atas
Pada daerah siku dan lengan
bawah nampak luka lecet sepanjang ± 3 cm tanpa perdarahan aktif, ROM
bebas/normal, krepitasi (-), sianosis (-) ,akral hangat, kekuatan motorik 555 │ 555
555 │ 555
Ø Bawah
Jejas(-), ROM bebas/normal, krepitasi (-), sianosis (-) ,akral hangat,
kekuatan motorik 555 │ 555
555 │ 555
8) Pemeriksaan neurologis
Ø Status mental dan emosi
Klien terlihat cukup tenang walaupun
merasa masih trauma dengan kecelakaan yang dialami.
Ø Pengkajian saraf kranial
Pemeriksaan saraf kranial I
s/d XII masih dalam batas normal.
Ø Pemeriksaan Refleks
Refleks fisiologis (+),
refleks patologis (-).
5.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
a. Data laboratorium yang berhubungan
Hasil Lab
Darah Lengkap tgl 30 September 2009 :
WBC :
12,2 g/dL
Hb :
13,3 g/dL
Hct :
38,2 %
Plt : 226
b. Pemeriksaan Radiologi
Ro” Skull : Chepal hematome (+)
CT Scan : chepal hematome (+),
intracranial bleeding (-), epidural hematome (-)
ANALISA DATA
|
No
|
TGL
|
DATA
|
INTERPRETASI
|
MASALAH
|
|
1
|
1 Okt
2009
|
DS :
Sakit kepala
berdenyut-denyut pada regio parietal sinistra, kadang-kadang disertai pusing.
DO :
- Luka robek pada regio
parietal dextra sepanjang 5 cm dengan nyeri tekan (+).
- Chepal hematome pada
regio parietal dextra
- Skala nyeri 4-5 (
sedang )
- Tampak meringis
terutama saat bergerak
- N :92 x/mnt TD: 115/70 mmHg
|
Trauma pada kepala
↓
Kerusakan seluler
↓
Pelepasan histamin,
bradikinin,dan kalium di nosiseptor
↓
Impuls saraf menyebar di
sepanjang serabut saraf perifer aferen
↓
Serabut A&C melokalisir
sumber nyeri dan mendeteksi intensitas nyeri
↓
Nyeri terutama di daerah trauma
|
Nyeri akut
|
|
2
|
1 Okt
2009
|
DS :
- Mengeluh mual-mual
dan tidak nafsu makan
- Muntah 4 kali sejak MRS
DO :
- Muntah (+) berisi sisa makanan
- Porsi makan tidak habis
|
Trauma pada kepala
↓
Rangsangan pada pusat muntah di
medula
↓
Mual-muntah
|
Nausea
|
|
3
|
1 Okt
2009
|
DS :
- Telinga kiri terasa penuh berisi cairan
DO :
- Otore (+) pada telinga kiri
- Hasil CT Scan :
Fraktur Basis Cranii
- Luka robek pada regio
parietal dextra sepanjang 5 cm
|
Fraktur basis cranii
↓
Duramater robek
↓
CSS keluar melalui
telinga/hidung
↓
Organisme bisa masuk ke dalam
isi cranial melalui hidung, telinga, sinus
Luka robek di kepala
↓
Barrier pertahanan tubuh
terbuka
↓
Port de entre masuknya kuman
↓
Risiko infeksi
|
Risiko Infeksi
|
|
4
|
1 Okt
2009
|
DS :
- Riwayat jatuh dengan kepala
membentur aspal
- Riwayat pingsan (+)
DO:
- Hasil foto skull : chepal hematome
- Hasil CT Scan :
Fraktur Basis Cranii
- Otore (+)
|
Trauma pada kepala
↓
Chepal hematome
↓
Bila hematome meluas
↓
Mendesak ruangan intrakranial
↓
Peningkatan TIK
↓
Mengurangi aliran drh ke otak
↓
Perfusi jar. cerebral terganggu
|
PK : Peningkatan Tekanan Intrakranial
|
|
5
|
1 Okt
2009
|
DS :
Sakit kepala berdenyut-denyut
kadang-kadang disertai pusing terutama bila bergerak
DO:
- Tampak meringis bila bergerak
- Kebutuhan sehari-hari
((ma/mi,mandi,berpakaian, toileting ) dibantu suami
|
Nyeri dan pusing bila bergerak
↓
Tidak mampu memenuhi kebutuhan
secara mandiri
↓
ADL dibantu
|
Defisit perawatan diri
|
B. DIAGNOSA
KEPERAWATAN (BERDASARKAN PRIORITAS)
|
NO. DX
|
TGL
MUNCUL
|
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
|
TGL
TERATASI
|
TT
|
|
1
|
1 Okt 2009
|
Nyeri akut b/d agen cedera fisik ( trauma pada kepala) d/d mengeluh sakit
kepala,luka robek pada regio parietal, tampak meringis saat bergerak, skala
nyeri 4-5(sedang)
|
|
|
|
2
|
1 Okt 2009
|
Nausea b/d faktor fisik ( peningkatan TIK ) ditandai dengan mengeluh
mual, muntah 4 kali sejak MRS, tidak mau makan.
|
|
|
|
3
|
1 Okt
2009
|
Risiko infeksi b/d trauma
|
|
|
|
4
|
1 Okt 2009
|
PK : Peningkatan Tekanan Intrakranial
|
|
|
|
5
|
1 Okt
2009
|
Defisit perawatan diri (makan, mandi,toileting, berpakaian) b/d nyeri
ditandai dengan ma/mi , mandi, toileting, berpakaian dibantu
|
|
|
C. PERENCANAAN
|
HARI/
TGL
|
NO
DX
|
RENCANA KEPERAWATAN
|
||
|
TUJUAN &KRITERIA HASIL
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
||
|
Kamis1/10/
2009
|
1
|
Setelah diberikan tindakan kep. selama 2x24 jam diharapkan nyeri
berkurang
Kriteria hasil :
- Melaporkan nyeri
berkurang
- Klien tampak tenang
dan rileks
- Skala nyeri menurun
|
a. Kaji keluhan nyeri
baik kualitas maupun kuantitas
b. Observasi adanya
tanda-tanda nyeri nonverbal seperti ekspresi wajah, gelisah, diaforesis.
c. Ajarkan teknik
relaksasi dan distraksi seperti teknik nafas dalam, mobilisasi bertahap.
d. Kolaboratif
pemberian analgetik
|
a.Merupakan hal penting utk
mengevaluasi keefektifan terapi.
b. Merupakan
indikator/derajat nyeri tidak langsung.
c. Membantu
mengurangi/mengalihkan nyeri dan meningkatkan rasa percaya diri klien
d. Analgetik mengurangi
nyeri dan kegelisahan.
|
|
Kamis
1/10/
2009
|
2
|
Setelah diberikan tindakan perawatan selama 2x24 jam diharapkan nausea
berkurang.
Kriteria hasil :
- Melaporkan
pengurangan rasa mual.
- Tidak ada muntah
- mampu menghabiskan
min. ½ porsi makan yang disediakan
|
a. Kaji keluhan mual
dan faktor-faktor yang meringankan/memper
berat.
b. Kolaboratif dengan
petugas gizi ttg diet yang ditoleransi klien.
c. Anjurkan makan
dengan porsi kecil sering
d. Kolaboratif
pemberian antiemetika bila mual-muntah meningkat
|
a.Mengetahui intensitas mual dan menghindari faktor yang memperberat.
b.Menyediakan makanan yang disukai klien.
c.Mencegah distensi gaster yang dapat meningkatkan mual.
d. Mengurangi mual-muntah dengan menekan reflek muntah
|
|
Kamis
1/10/
2009
|
3
|
Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3x24 jam diharapkan tidak
terjadi infeksi.
Kriteria hasil :
- Suhu 36-370 C
- Nadi 60-100 x/mnt
- Tidak ada tanda-tanda
infeksi pada luka.
- tidak ada tanda-tanda
infeksi meningeal
( tidak ada kejang, kaku kuduk, demam
tinggi)
|
a. Berikan tampón pada
telinga
b.Observasi pengeluaran
otore, tanda-tanda vital, tanda-tanda infeksi pada luka dan tanda-tanda
infeksi meningeal
c.Batasi pengunjung
terutama yang mengalami ISPA
d.Berikan perawatan luka
dan tampón secara aseptik, pertahankan teknik cuci tangan yang baik.
e. Delegatif pemberian
antibiotika
|
a.Mengurangi risiko
masuknya kuman dari luar.
b. Mengetahui
perkembangan keadaan pasien dan tanda-tanda awal infeksi.
c. Menurunkan pemajanan
terhadap pembawa kuman penyebab infeksi.
d.Cara pertama untuk
menghindari terjadinya infeksi nosokomial.
e. Tindakan profilaksis
untuk mencegah infeksi
|
|
Kamis
1/10/
2009
|
4
|
Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3x24 jam diharapkan perawat
dapat meminimalkan komplikasi dari peningkatan TIK
Kriteria hasil :
Tanda-tanda peningkatan TIK (pe↓ kesadaran, bradikardi, kejang,
papiledema, muntah proyektil) terdeteksi secara dini
|
a. Beri posisi kepala
lebih tinggi ( head up 300) dan pertahankan kepala/leher pada
posisi tengah/netral
b. Observasi ketat
tanda-tanda peningkatan TIK
c. Delegatif pemberian
Citicolin
|
a. Meningkatkan aliran
balik vena dari kepala shg mengurangi kongesti dan edema atau risiko
peningkatan TIK. Kepala yanng miring pada salah satu sisi menekan vena
jugularis dan menghambat aliran vena shg me↑ TIK.
b. Mengetahui secara
tanda-tanda dini pe↑ TIK
c. Meningkatkan
metabolisme jaringan serebral
|
|
Kamis
1/10/
2009
|
5
|
Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3x24 jam diharapkan klien
mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari secara
bertahap
Kriteria hasil:
- Kebutuhan sehari-hari
terpenuhi
-Klien mampu melakukan
aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan
|
a. Kaji kemampuan klien melakukan aktivitas sehari-hari.
b.Latih klien memenuhi kebutuhan sehari-hari secara bertahap bila tidak
ada kontraindikasi
|
a.Membantu mengantisipasi/merencanakan pemenuhan kebutuhan secara
individual
b.Melatih kemandirian , mempertahankan harga diri dan meningkatkan
pemulihan
|
D. IMPLEMENTASI
|
Hari
Tgl
|
Jam
|
No
Dx
|
Tindakan perawatan
|
Respon Klien
|
TT
|
|
Kamis
1/10/
2009
|
15.00
16.00
17.30
18.00
18.30
19.00
|
1,2,3,4
1,3,4
2
2
2
2
|
Mengkaji keluhan nyeri baik kualitas maupun
kuantitas
Mengobservasi adanya
tanda-tanda nyeri nonverbal seperti ekspresi wajah, gelisah, diaforesis.
Mengajarkan teknik
relaksasi dan distraksi seperti teknik nafas dalam
Memberi posisi kepala
head up 300
Mengobservasi tanda-tanda
peningkatan TIK
Melaksanakan
tindakan delegatif pemberian analgetik dan antibiotika :Remopain 1 ampul,
tyason 1 gr dan citichplin 1 amp
Kaji keluhan mual dan faktor-faktor yang meringankan/memper
berat.
Memindahkan klien ke TT lain
Melaksanakan tindakan kolaboratif dengan petugas gizi ttg diet yang
ditoleransi klien.
Menganjurkan makan dengan porsi kecil sering
Mengobservasi mual-muntah
Melaksanakan tindakan kolaboratif dgn dokter mengusulkan pemberian
antiemetika
Melaksanakan tindakan kolaboratif pemberian inj
Lemetik 1 amp. IV
Memberi KIE untuk membatasi pengunjung
|
Klien masih mengeluh nyeri kepala dan pusing
Klien tampak meringis bila bergerak,diaforesis
(-), kadang-kadang gelisah.
Klien sudah bisa melakukan teknik nafas dalam.
Kesadaran baik, bradikardi(-),kejang (-)
Reaksi alergi (-)
Keluhan mual-muntah masih. Klien ingin pindah TT
supaya jauh dari kamar mandi. Klien minta makan cair/juice/susu.
Petugas gizi akan mengganti diet sesuai
permintaan klien
Klien mengatakan akan berusaha menuruti anjuran
perawat
Klien muntah-muntah setelah makan berisi sisa
makanan vol ± 50 cc
Prog. Dr bedah :
Inj. Lemetik 1 amp IV
Reaksi alergi (-)
|
|
|
Jumat
2/10/
2009
|
08.00
09.00
09.15
11.30
14.30
16.30
18.00
|
5
1,2,3,4
1,3,4
2
1,2,3,4
1,3,4
2
|
Mengkaji kemampuan klien melakukan aktivitas sehari-hari.
Menganjurkan keluarga untuk membantu klien memenuhi kebutuhan sehari-hari
selama masih pusing/nyeri
Mengobservasi pengeluaran otore, tanda-tanda vital, tanda-tanda infeksi
pada luka dan tanda-tanda infeksi meningeal, tanda-tanda peningkatan TIK
Mengkaji keluhan nyeri baik kualitas maupun
kuantitas
Menganjurkan teknik relaksasi dan distraksi
seperti teknik nafas dalam
Melaksanakan tindakan delegatif pemberian
analgetik dan antibiotika :Remopain 1 ampul, tyason 1 gr dan citicholin 1 amp
Mengobservasi mual-muntah
Menganjurkan makan dengan porsi kecil sering
Mengobservasi pengeluaran otore, tanda-tanda vital, tanda-tanda infeksi
pada luka dan tanda-tanda infeksi meningeal
Mengkaji keluhan nyeri baik kualitas maupun
kuantitas, keluhan mual muntah
Melaksanakan tindakan delegatif pemberian
analgetik dan antibiotika :Remopain 1 ampul, tyason 1 gr dan citicholin 1 amp
Melatih pasien mobilisasi duduk.
Mengobservasi kemampuan klien ma/mi
|
Klien mengatakan belum bisa bergerak sendiri karena masih pusing
Keluarga menyatakan bersedia membantu klien
S : 36,70 C N : 88
x/mnt, TD : 100/70 mmHg, otore (-)
Luka masih basah, tanda-tanda infeksi (-).
Tanda-tanda perangsanagn meningeal (-)
Kesadaran baik, bradikardi (-), papiledema (-)
Keluhan nyeri berkurang dibandingkan hari kemarin.
Klien sudah bisa miring-miring sendiri tanpa keluhan nyeri.
Klien sudah melakukan teknik relaksasi dengan nafas dalam
Reaksi alergi (-)
Mual (+), muntah (-) sejak tadi malam
Klien sudah minum susu dari pagi 150 cc, air putih 100 cc
S : 36,70 C N : 88
x/mnt, TD : 100/70 mmHg, otore (-),
Luka masih basah, tanda-tanda infeksi (-).
Tanda-tanda perangsanagn meningeal (-).Kesadaran baik,gelisah9-),
kejang(-),papiledema (-)
Keluhan nyeri sudah berkurang, skala nyeri 3-4 (sedang), mual(+), muntah
(-)
Reaksi alergi (-)
Klien bisa mobilisasi duduk dengan dibantu dan sudah bisa minum sendiri.
|
|
|
Sabtu
3/10/
2009
|
08.00
09.00
10.00
14.30
16.30
17.00
18.00
|
5
1,2,3,4
3
1,3,4
2
1,2,3,4
1,2
1,3,4
5
2
|
Mengkaji kemampuan klien melakukan aktivitas sehari-hari.
Mengobservasi pengeluaran otore, tanda-tanda vital, tanda-tanda infeksi
pada luka dan tanda-tanda infeksi meningeal
Mengkaji keluhan nyeri baik kualitas maupun
kuantitas
Merawat luka secara aseptik
Melaksanakan tindakan delegatif pemberian
analgetik dan antibiotika :Remopain 1 ampul, tyason 1 gr dan citicholin 1 amp
Mengobservasi mual-muntah
Mengobservasi pengeluaran otore, tanda-tanda vital, tanda-tanda infeksi
pada luka dan tanda-tanda infeksi meningeal, tanda-tanda peningkatan TIK (-)
Mengkaji keluhan nyeri baik kualitas maupun
kuantitas, keluhan mual muntah
Melaksanakan tindakan delegatif pemberian
analgetik dan antibiotika :Remopain 1 ampul, tyason 1 gr dan citicholin 1 amp
Mengkaji kemampuan klien memenuhi kebutuhan sehari-hari
Mengobservasi mual-muntah dan porsi makan
|
Klien sudah bisa duduk dan berdiri tanpa bantuan
Klien sudah bisa berjalan ke kamar mandi dengan bantuan
S : 36,50 C N : 84
x/mnt, TD : 110/70 mmHg, otore (-)
Luka masih basah, tanda-tanda infeksi (-), balutan lepas
Tanda-tanda perangsanagn meningeal (-)
Keluhan nyeri sudah berkurang, skala nyeri 1-2 pusing(-)
Luka terawat baik, tanda infeksi (-)
Reaksi alergi (-)
Mual (+), muntah (-) . Minum susu 200 cc sejak pagi.
S : 36,60 C N : 86
x/mnt, TD : 110/70 mmHg, otore (-)
Luka mulai mengering, tanda-tanda infeksi (-).
Tanda-tanda perangsanagn meningeal (-)
Tanda-tanda peningkatan TIK (-)
Keluhan nyeri jauh berkurang, skala nyeri 1-2, klien tampak lebih rileks,
tidak meringis saat bergerak.
Keluhan mual masih dirasakan, muntah (-)
Reaksi alergi (-)
Klien sudah bisaberjalan ke kamar mandi untuk mandi,BAB,BAK dengan
bantuan suami.
Mual(+), muntah (-), nafsu makan kurang. Dari pagi hanya minum susu 2
gelas dan air putih 2 gelas.
|
|
E. EVALUASI (CATATAN PERKEMBANGAN)
|
NO
|
HARI/
TGL
|
JAM
|
NO
DX
|
EVALUASI
|
TT
|
|
1
|
Sabtu
3 Okt
2009
|
14.30
|
1
|
S : Klien mengatakan nyeri berkurang
O: - Klien tampak
tenang dan rileks
- Skala nyeri menurun menjadi
1-2 (ringan)
A: Tujuan tercapai, masalah teratasi
P : Lanjutkan Askep
|
|
|
2
|
Sabtu
3 Okt
2009
|
18.00
|
2
|
S : Keluhan mual (+)
O : - Tidak ada muntah
- Belum mampu menghabiskan min. ½ porsi
makan yang disediakan( hanya minum
susu 2 gelas dan air putih 1 gelas)
A : Tujuan tercapai sebagian, masalah belum teratasi
P : Lanjutkan askep
Kolaboratifdengan dokter untuk pemberian
antiemetika oral
|
|
|
3
|
Sabtu,
3 Okt
2009
|
14.30
|
3
|
S : -
O: - Suhu 36-370 C
- Nadi 60-100 x/mnt
- Tidak ada tanda-tanda infeksi pada
luka.
-
Tidak ada tanda-tanda infeksi meningeal
( tidak ada kejang, kaku
kuduk, demam tinggi)
A: Tujuan tercapai, masalah teratasi
P: Lanjutkan askep
Rencana aff hecting hari ke-5
|
|
|
4
|
Sabtu
3 Okt
2009
|
14.30
|
4
|
S : -
O: Tanda-tanda
peningkatan TIK (pe↓ kesadaran, bradikardi, kejang, papiledema, muntah proyektil)
tidak ada
A: Masalah tidak terjadi
P: Lanjutkan askep
|
|
|
5
|
Sabtu,
3 Okt
2009
|
17.00
|
5
|
S :
O: -Kebutuhan
sehari-hari terpenuhi
-Klien mampu melakukan aktivitas
perawatan diri sesuai kemampuan ( klien sudah bisa berjalan ke kamar mandi
untuk mandi,BAB,BAK dengan bantuan suami)
A: Tujuan tercapai, masalah teratasi
P: Lanjtutkan askep
|
|
No comments:
Post a Comment