Juniartha Semara Putra
A. Penyebab fraktur adalah trauma
I. FRAKTUR OS.MANDIBULARIS
II. DEFiNISI
Rusaknya kontinuitas tulang mandibular yang dapat
disebabkan oleh trauma baik secara langsung atau tidak langsung.
III. PATOFISIOLOGI
A. Penyebab fraktur adalah trauma
Fraktur patologis; fraktur yang diakibatkan oleh trauma
minimal atau tanpa trauma berupa yang disebabkan oleh suatu proses., yaitu :
· Osteoporosis Imperfekta
· Osteoporosis
· Penyakit metabolik
TRAUMA
Trauma, yaitu
benturan pada tulang. Biasanya
penderita terjatuh dengan posisi dagu langsung terbentur dengan benda keras
(jalanan).
TANDA DAN GEJALA
· Nyeri hebat
di tempat fraktur
· Tak mampu
menggerakkan dagu bawah
· Diikuti tanda
gejala fraktur secara umum, seperti : fungsi berubah, bengkak, kripitasi,
sepsis pada fraktur terbuka, deformitas.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
· X.Ray
· Bone scans,
Tomogram, atau MRI Scans
· Arteriogram :
dilakukan bila ada kerusakan vaskuler.
· CCT kalau
banyak kerusakan otot.
PENATALAKSANAAN MEDIK
· Konservatif :
Immobilisasi, mengistirahatkan daerah fraktur.
· Operatif :
dengan pemasangan Traksi, Pen, Screw, Plate, Wire ( tindakan Asbarg)
RENCANA KEPERAWATAN
Prioritas Masalah
· Mengatasi
perdarahan
· Mengatasi
nyeri
· Mencegah
komplikasi
· Memberi
informasi tentang kondisi, prognosis, dan pengobatan
|
NO
|
DX. KEPERAWATAN
|
INTERVENSI
|
RASIONALISASI
|
|
1.
|
Potensial terjadinya syok sehubungan dengan perdarah-an yang banyak
|
INDENPENDEN:
Observasi tanda-tanda vital.
Mengkaji sumber, lokasi, dan banyaknya per darahan
Memberikan posisi supinasi
Memberikan banyak cairan (minum)
KOLABORASI:
Pemberian cairan per infus
Pemberian obat koagulan sia (vit.K, Adona) dan penghentian perdarahan
dengan fiksasi.
Pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht)
|
Untuk mengetahui tanda-tanda syok sedini mungkin
Untuk menentukan tindakan
Untuk mengurangi per darahan dan mencegah kekurangan darah ke otak.
Untuk mencegah kekurangan cairan
(mengganti cairan yang hilang)
Pemberian cairan per infus.
Membantu proses pembekuan darah dan untuk meng hentikan perdarahan.
Untuk mengetahui kadar Hb, Ht apakah perlu transfusi atau tidak.
|
|
2.
|
Gangguan rasa nyaman:
Nyeri sehubungan dengan perubahan fragmen tulang, luka pada
jaringan lunak, pemasangan back slab, stress, dan cemas
|
INDEPENDEN:
Mengkaji karakteristik nyeri : lokasi, durasi, intensitas nyeri dengan
meng-gunakan skala nyeri (0-10)
Mempertahankan immobilisasi (back slab)
Berikan sokongan (support) pada ektremitas yang luka.
Menjelaskan seluruh prosedur di atas
KOLABORASI:
Pemberian obat-obatan analgesik
|
Untuk mengetahui tingkat rasa nyeri sehingga dapat menentukan jenis
tindak annya.
Mencegah pergeseran tulang dan penekanan pada jaringan yang luka.
Peningkatan vena return, menurunkan edem, dan me ngurangi nyeri.
Untuk mempersiapkan mental serta agar pasien be-partisipasi pada
setiap tindakan yang akan dilakukan.
Mengurangi rasa nyeri
|
|
3.
|
Potensial infeksi sehubungan dengan luka terbuka.
|
INDEPENDEN:
Kaji keadaan luka (kontinuitas dari kulit) terhadap adanya: edema,
rubor, kalor, dolor, fungsi laesa.
Anjurkan pasien untuk tidak memegang bagian yang luka.
Merawat luka dengan meng-gunakan tehnik aseptik
Mewaspadai adanya keluhan nyeri mendadak, keterbatasan gerak, edema
lokal, eritema pada daerah luka.
KOLABORASI:
Pemeriksaan darah : leokosit
Pemberian obat-obatan :
antibiotika dan TT (Toksoid Tetanus)
Persiapan untuk operasi sesuai indikasi
|
Untuk mengetahui tanda-tanda infeksi.
Meminimalkan terjadinya kontaminasi.
Mencegah kontaminasi dan kemungkinan infeksi silang.
Merupakan indikasi adanya osteomilitis.
Lekosit yang meningkat artinya sudah terjadi proses infeksi
Untuk mencegah kelanjutan terjadinya infeksi dan pencegahan tetanus.
Mempercepat proses penyembuhan luka dan dan penyegahan peningkatan
infeksi.
|
|
4.
|
Gangguan aktivitas s/d keru-sakan neuromuskuler skeletal, nyeri,
immobilisasi.
|
INDEPENDEN:
Kaji tingkat immobilisasi yang disebabkan oleh edema dan persepsi
pasien tentang immobilisasi tersebut.
Mendorong partisipasi dalam aktivitas rekreasi (menonton TV, membaca
koran dll ).
Menganjurkan pasien untuk melakukan latihan pasif dan aktif pada yang
cedera maupun yang tidak.
Membantu pasien dalam perawatan diri
Auskultasi bising usus, monitor kebiasaan eliminasi dan menganjurkan
agar b.a.b. teratur.
Memberikan diit tinggi protein , vitamin , dan mineral.
KOLABORASI :
Konsul dengan bagian fisioterapi
|
Pasien akan membatasi gerak karena salah persepsi (persepsi tidak
proporsional)
Memberikan kesempatan untuk mengeluarkan energi, memusatkan perhatian,
meningkatkan perasaan me-ngontrol diri pasien dan membantu dalam mengurangi
isolasi sosial.
Meningkatkan aliran darah ke otot dan tulang untuk meningkatkan tonus
otot, mempertahankan mobilitas sendi, mencegah kontraktur / atropi dan
reapsorbsi Ca yang tidak digunakan.
Meningkatkan kekuatan dan sirkulasi otot, meningkatkan pasien dalam
mengontrol situasi, meningkatkan kemauan pasien untuk sembuh.
Bedrest, penggunaan analgetika dan perubahan diit dapat menyebabkan
penu-runan peristaltik usus dan konstipasi.
Mempercepat proses penyembuhan, mencegah penurunan BB, karena pada
immobilisasi biasanya terjadi penurunan BB
Untuk menentukan program latihan.
|
|
5.
|
Kurangnya pengetahuan ttg kondisi, prognosa, dan pengo- batan sehubungan
dengan kesalahan dalam pe- nafsiran, tidak familier dengan sumber in-
formasi.
|
INDEPENDEN:
Menjelaskan tentang kelainan yg muncul prognosa, dan harapan
yang akan datang.
Memberikan dukungan cara-cara mobilisasi dan ambulasi sebagaimana yang
dianjurkan oleh bagian fisioterapi.
Memilah-milah aktifitas yg bisa mandiri dan yang harus dibantu.
Mengidentifikasi pelayanan umum yang tersedia seperti team
rehabilitasi, perawat keluarga (home care)
Mendiskusikan tentang perawatan lanjutan.
|
Pasien mengetahui kondisi saat ini dan hari depan sehingga pasien
dapat menentu kan pilihan..
Sebagian besar fraktur memerlukan penopang dan fiksasi selama proses
pe- nyembuhan shg keterlambatan penyembuhan disebabkan oleh penggunaan alat
bantu yang kurang tepat.
Mengorganisasikan kegiatan yang diperlu kan dan siapa yang perlu
menolongnya (apakah fisioterapist, perawat atau ke- luarga).
Membantu mengfasilitasi perawatan mandiri memberi support untuk
mandiri.
Penyembuhan fraktur tulang kemungkinan lama (kurang lebih 1 tahun)
sehingga perlu disiapkan untuk perencanaan perawatan lanjutan dan pasien
kooperatif.
|
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for
Planning Patient Care (2 nd ed ). Philadelpia, F.A. Davis Company.
Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical
Surgical Nursing : A Nursing Process Approach St. Louis. Cv. Mosby Company.
No comments:
Post a Comment