WHO AM I?

I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA POLTEKKES KEMENKES DENPASAR JURUSAN KEPERAWATAN

Wednesday, September 5, 2012

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE STADIUM V

Juniartha Semara Putra

ASUHAN KEPERAWATAN
DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE STADIUM V

  1. Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada tanggal 17 September  2009  pukul 10.30 wita di Ruang Angsoka II RSUP Sanglah Denpasar dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan catatan medis pasien.
1.      Identitas
                                   Pasien                                        Penanggung
Nama                         :      N.A                                              K.S
Umur                            :      46 tahun                                    39 tahun
Jenis Kelamin               :      Laki-laki                                     Perempuan
Status Perkawinan       :       Kawin                                         Kawin
Suku Bangsa                :      Indonesia                                  Indonesia
Agama                          :      Hindu                                         Hindu
Pendidikan                 :      Tamat SMA                           Tamat SMA
Pekerjaan                      :      Pengerajin                                 PNS
      Alamat                         :        Br. Bernasi, Buduk, Mengwi, Badung
      No. RM                        :        00938454
2.      Genogram
 






                                                                             46 th
          Keterangan genogram :


               = laki-laki                             = pasien
               = meninggal
               =  perempuan
                                  
3.      Status Kesehatan
a.       Status Kesehatan Saat Ini
1)      Keluhan Utama
a)      Saat MRS              : Sesak nafas
b) Saat Pengkajian       : Bengkak pada kedua tangan dan kaki.
2)      Alasan MRS dan Perjalanan Penyakit Saat Ini
Klien mengeluh sesak nafas sejak pukul 06.00 tgl 12 September 2009. Sesak bersifat menetap, membaik dengan posisi duduk, nyeri dada saat bernafas (+). Setelah dilakukan pemeriksaan dan perawatan  di triage IRD, klien dilakukan HD cyto. Post HD keluhan sesak berkurang dan klien dirawat di Ruang Angsoka II tgl 12 September 2009.
3)      Upaya Yang Dilakukan Untuk Mengatasinya
Saat keluhan sesak mulai dirasakan bulan Oktober 2008 klien berobat ke RSU Kapal dan dirawat beberapa hari. Setelah itu klien pernah dirawat lagi sebanyak 2 kali dengan keluhan yang sama di RSUP Sanglah Denpasar.
b.      Status Kesehatan Masa Lalu
1)      Penyakit Yang Pernah Dialami
Riwayat hipertensi (+) diketahui tahun 2005. Riwayat CKD sejak Oktober 2008 dan mulai HD sejak Bulan Desember 2008 dengan jadwal 1 kali seminggu (HD direncanakan 2x seminggu tetapi karena pasien penuh klien mendapat jadwal 1 x seminggu). Dua atau tiga hari sebelum HD, sering timbul keluhan sesak, mual dan lemas. Riwayat penyakit DM (-),batu saluran kencing (-), infeksi saluran kencing (-), sakit jantung (-), asma (-), kanker (-).
2)      Alergi
Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat alergi terhadap debu, obat-obatan , makanan ataupun bahan lainnya.
c.       Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan di dalam keluarga ayah dan kakak pertama menderita hipertensi dan ayah klien meninggal karena stroke. Riwayat penyakit lain dalam keluarga : sakit jantung (-), asma (-), DM(-),  kanker (-).

                 d.  Diagnosa Medis dan Therapy Sekarang
Diagnosa Medis : - CKD Std V ec Susp. GNC
- Uremic Lung
- Anemia
 - Hipertensi Stg II
 - Susp HHD FC III
Therapy             :  - IVFD NaCl 8 tts/mnt
            - Diet 35 kal + 0,8 gr protein /kg BB
            - CaCO3 3x1 tab
            - Asam folat 2x2 tab
            - Captopril 2x50 mg
            - Nifedipin 3x10 mg
            - Furosemide 3x1 amp

4.      Data Bio, Psiko, Sosial, Spiritual

a.Data Biologis.     
1) Bernafas :
    Sejak mulai HD bulan Oktober 2008 klien sering mengeluh sesak nafas 2-3 hari sebelum HD. Saat pengkajian klien masih mengeluh sesak walaupun sudah berkurang dibandingkan saat pertama MRS. Sesak dirasakan bertambah bila tidur mendatar dan berkurang bila tidur setengah duduk atau bila duduk. Klien terpasang oksigen nasal 3 liter per menit. Frekuensi nafas 26 x/mnt.
      2) Makan-minum
          Sebelum MRS klien mengatakan makan biasa, makan 3 kali sehari, mual muntah tidak begitu diraakan. Saat pengkajian klien mengatakan saat ini nafsu makan kurang, kadang-kadang  mengeluh mual dan muntah. Makanan yang dihabiskan sebanyak ¾ porsi. Sebelum MRS klien mengatakan minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja. Setelah MRS klien mengatakan hanya minum setelah makan kurang lebih 600-800 cc per hari. Cairan masuk 24 jam terakhir 1200 cc.
      3)  Eliminasi
                       a) Buang Air Besar (BAB)
                           Sebelum sakit klien mengatakan tidak pernah mengalami masalah dengan BAB. Setelah MRS klien BAB 1 kali sehari dengan konsistensi lembek
                       b) Buang Air Kecil (BAK)
                           Sebelum MRS klien mengatakan BAK sedikit kurang lebih jumlahnya 300 cc/hari. Setelah MRS urine yang keluar ditampung, jumlah urine 24 jam terakhir 600 cc. Urine berwarna kuning pucat, tampak keruh, pus (+), darah (-).
                  4)  Mobilitas
                     Klien tampak sering berbaring dengan posisi semifowler tetapi klien juga bisa berjalan di sekitar tempat tidur atau ke kamar mandi dengan sedikit bantuan.
      5)  Pola tidur dan istirahat
            Sebelum sakit klien mengatakan kadang –kadang sulit tidur bila sesak.
          Saat pengkajian pasien mengatakan tidak mengalami gangguan dalam istirahat dan tidurnya.
      6) Berpakaian
          Klien mengatakan bisa memakai pakaian sendiri. Saat pengkajian pakaian klien tampak bersih dan rapi.
     7)  Pengaturan suhu tubuh
          Saat pengkajian suhu tubuh klien 36,8 0C. Klien mengatakan tidak mengalami demam baik sebelum maupun setelah MRS.
     8)  Kebersihan diri
          Sebelum maupun setelah sakit klien biasa melakukan kebersihan diri secara mandiri. Klien tampak bersih dan rapi.
    9)   Rasa aman
          Klien mengatakan merasa khawatir apakah penyakitnya akan sembuh dan tidak kambuh lagi. Klien merasa sedih karena sudah dirawat dalam jangka waktu yang lama.
   10)  Berkomunikasi
          Sebelum maupun setelah sakit klien mengatakan tidak ada masalah dengan komunikasi. Saat pengkajian klien dapat menjawab pertanyaan dengan lancar dengan kata-kata yang jelas. Saat ini klien ditunggu oleh istrinya. Klien mengatakan komunikasi dengan keluarga baik dan keluarga memperhatikan dan menyayanginya
    11)  Ibadah
          Klien beragama Hindu, saat pengkajian pasien mengatakan hanya  bisa berdoa di tempat tidur saja, dengan harapan agar cepat sembuh dan bisa cepat pulang.
    12) Prestasi
                     Klien mengatakan sebelum sakit ia adalah pengerajin ukiran unruk rumah dan mempunyai beberapa orang pekerja. Setelah sakit klien mengatakan tidak bisa lagi ikut bekerja, hanya mengontrol pekerjaan bawahannya. Klien mengatakan sudah pasrah dengan keadaannya sekarang.
 13)  Rekreasi
      Selama di rumah sakit klien menghibur diri dengan mengobrol dengan keluarga dan teman sekamarnya.
               14)  Belajar
      Klien  menanyakan apakah penyakitnya bisa sembuh. Klien juga mengatakan sulit menahan rasa hausnya sehingga sering minum berlebihan.

5.      Pemeriksaan Fisik
a.       Keadaan Umum
Tingkat Kesadaran : GCS : E = 4, V = 5, M = 6
                     Bangun tubuh sedang, tangan dan kaki bengkak, cara berjalan normal.
BB =  52 kg  TB : 165 cm
b.      Tanda-Tanda Vital
Nadi : 84 x/mnt                     Temp: 36,8oC        
RR   : 26 x/mnt                     TD : 150/100 mmHg
c.       Keadaan Fisik
1)      Kepala dan Leher
-          Kepala :Bentuk simetris, nyeri tekan tidak ada, rambut  cukup lebat, kebersihan kepala cukup.
-          Mata : anemis (+), ikterus (-), pupil isokor, reflek +/+.
-          Hidung : sekret (-), nasal flaring (-)
-          Telinga : nyeri (-), sekret pada telinga (-)
-          Gigi & mulut : kebersihan cukup, lubang pada gigi (-), stomatitis (-).
-          Leher : pembesaran vena jugularis (-)
2)      Dada
Inspeksi    : Bentuk simetris, retraksi dinding dada waktu bernafas (-)
Palpasi      : Tidak teraba pembesaran /tumor di daerah dada
Auskultasi : Suara nafas vesikuler pada dada kanan dan kiri.
                    Ronchi (-), wheezing (-). Suara jantung S1-S2 tunggal regular.

3)      Payudara dan Ketiak
Payudara bentuk simetris, nyeri tekan tidak ada, persebaran rambut
ketiak merata, benjolan tidak ada.
4)      Abdomen dan Flank
Perut tampak asites, nyeri tekan (-), turgor kulit baik.
5)      Genetalia
Bentuk normal, kebersihan cukup
6)      Integumen
Warna kulit sawo matang, kebersihan cukup, ekimosis (+)
                     7)  Ekstremitas
Ø  Ekstremitas Atas
Pergerakan tangan kiri & kanan terkoordinasi, tampak AV shunt pada antebrachii kiri,bengkak/oedema (+),  kekuatan otot 555   555
555   555
Ø  Ekstremitas Bawah
Pergerakan kedua kaki terkoordinasi, oedema (+), kekuatan otot  555  555
        555  555
                      8). Pemeriksaan neurologis
      Status mental baik, agitasi (-), perhatian baik, kemampuan bahasa  baik.




6.      Pemeriksaan Penunjang
                 Hasil lab kimia klinik tgl 16-9-2009
                           BUN        : 66  (n 10-50)                                            
                           Creatinin  : 10,9( n. 0,5-1,2)                 
                           Albumin   : 3,7 (n. 3,4-4,8 )
                           Natrium   : 140 ( n.135-147)
                           Kalium    : 5,8  (n. 3,5 -5,5)
                Hasil pemeriksaan AGD tgl 16-9-2009
                           pH           : 7,41 (n.7,35-7,45)
                           pCO2       : 44    (n.35-45)
                           pO2         : 106   (n.80-100)
                           HCO3-     : 27,9  (n. 22-26)
                           BE          : 2,8    (n. -2  s.d +2)
                           SO2        : 98 %
Hasil pemeriksaan DL tgl 16- 9-2009
WBC : 7,39  ( n  4 – 11 )
HgB  : 8,8    ( n 12-16 )
Hct    : 28,4  ( n 36-46 )
Plt     : 265   (n 150-140)
                 Hasil lab Urine Lengkap tanggal 16 -9-2009
                        pH           : 8,00                   (n. 5-8)
                        Leucocyte : -                        (n.neg)
Protein : 150,000 mg/dl         (n.neg)
Keton   ; negative                  (n.neg)
Glukosa : normal                   (n.neg)
Erythrocyte: 50.000 mg/dL     (n. neg)
Sedimen urine : leucocyte 1-2 ( n.< 6)
                        Erythrocyte 3-4 (n.< 3)
                       bakteri (+)
               Hasil Radiologi tgl 12 september 2009 : oedem paru /uremic lung

7.      Analisa Data

No
Data
Interpretasi
Masalah
1



























2















3
























4.

DS :
- Sebelum MRS sering minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja
-  Nafas sesak terutama bila tidur dan berkurang bila duduk

DO :
- Edema pada kedua ekstremitas atas & bawah.
-  Asites (+).
- Urine output :600 cc/24 jam
- RR : 26 x/mnt
- Terpasang O2 nasal 3 lt/mnt.
- BUN  : 66  (n 10-50)
- Creatinin  : 10,9( n. 0,5-1,2)                  












DS :
- Penyakit hipertensi diketahui sejak 5 bulan yang lalu
DO :
- TD = 150/100 mmHg (dengan obat-obatan)










DS : -
DO:
- Hasil lab Urine Lengkap tanggal 16 - 9- 2009
  Protein : 150,000 mg/dl   (n.neg) Erythrocyte : 50.000 mg/dL
  (n. neg)

- Hasil lab kimia klinik tgl 16-9- 2009:
  Albumin : 3,7














DS : Badan terasa lemas, cepat lelah
DO:
- Konjungtiva pucat
- Hasil lab DL tgl 8 9-2008 : Hb
  HgB  : 7,1    ( n 12-16 )
  Hct    : 23,5  ( n 36-46 )







Infeksi ( GNC)
Kerusakan sel tubulus &glomerulus
-Obstruksi tubulus
-Kebocoran filtrat
-Pe ↓ ultrafiltrasi glomerulus
-Pe↓ pengeluaran air & zat  terlarut
-GFR menurun
-Terkumpulnya cairan dan zat terlarut dlm jaringan tubuh
-Oliguri
Edema di seluruh tubuh
( edema ekstremitas,paru-paru,asites)
Kelebihan vol. cairan



Kerusakan aparatus jukstaglomerulus
Aktivasi sistem Renin-Angiotensin dan aldosteron
Me↑ retensi natrium &air
Volume plasma meningkat
TD meningkat



Infeksi (GNC)
Kerusakan glomerulus
Kebocoran filtrat
Terjd pengeluaran makromolekul(protein)
Proteinuri
Bila berlangsung lama risiko hipoalbuminemia
Penurunan daya tahan tubuh
Risiko infeksi







Uremia
- Menginaktifkan eritropoetin
-Meningkatkan hemolisis
Anemia
                    ↓
Transport 02 ke jaringan menurun( ikatan oksihemoglobin menurun)
Badan terasa lemah dan cepat lelah


-Kelebihan volume cairan
-Pola nafas tidak efektif























PK : Hipertensi















Risiko Infeksi
























PK : Anemia

Intoleransi aktivitas














8.         Diagnosa Keperawatan ( sesuai Prioritas )

No
Tgl
Muncul
DiagnosaKeperawatan
Tgl Teratasi
Paraf

1






2



3


4



17 Sept
2009





17 Sept
2009


17 Sept
2009
17 Sept
2009

Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah, kelebihan intake cairan d/d edema pada extremitas atas dan bawah, asites (+) mengeluh sesak, RR : 26x/mnt

Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen d/d

PK : Hipertensi

PK : Anemia




  1. Perencanaan
Hari/Tgl
No Dx
Rencana Perawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Rasional
17 Sept 2009



























































17 Sept
2009


















17 Sept 2009


























17 Sept
2009





















1





























































2




















3




























4























Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3x24 jam diharapkan kelebihan volume cairan dapat diatasi
   Kriteria hasil :
   a.  Sesak nafas berkurang,RR 16-24 x/mnt
   b. Edema berkurang atau hilang
 c.   Klien dan keluarga mengerti dan ikut berpartisipasi dalam pembatasan cairan masuk







































Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3x24 jam diharapkan klien dapat melakukan mobilisasi bertahap tanpa keluhan sesak












Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3x24 jam diharapkan hipertensi teratasi
Kriteria hasil :
TD sistole ≤ 140 mmHg
TD stabil



















Setelah diberikan tindakan perawatn selama 3x24 jam diharapkan anemia teratasi
Kriteria hasil :
Hb meningkat

















a Kaji status cairan ( timbang BB tiap hari,catat intake output, turgor kulit dan adanya edema, distensi leher, tekanan darah, denyut dan irama nadi)

b.  Batasi masukan cairan





c. Identifikasi sumber potensial cairan
·         Medikasi dan cairan yg digunakan
·         Makanan
d.      Jelaskan pd pasien & keluarga rasional pembatasan cairan


e.       Beritahu pasien dalam menghadapi  ketidaknyamanan akibat pembatasan cairan
f. Tingkatkan dan dorong hygiene oral dengan sering.


g.Beri posisi semifowler dan tinggikan ekstremitas bawah





h. Laksanakan tindakan kolaboratif untuk :
    - Memnatau hasil lab BUN,SC,Ureum
   - Pemberian obat diuretika
-Menyiapkan pasien untuk hemodialisis
-02 nasal 2-3 ltr/mnt











a. Kaji kemampuan klien untuk melakukan aktivitas yg dibutuhkan/diinginkan


b. KIE untuk me(-) bicara saat sesak masih ada
c. Batasi pengunjung






d.Latih pasien untuk mobilisasi bertahap secara mandiri sesuai toleransi pasien


a.    Pantau & catat tekanan darah sesuai indikasi.






b.   Berikan medikasi antihipertensif sesuai instruksi.



c.    Dorong kepatuhan terhadap pembatasan diet dan cairan.




d.   Ajarkan pasien melaporkan tanda kelebihan cairan, sakit kepala,edema atau kejang.



a.    Pantau eritrosit & hematokrit sesuai indikasi.
b.   Berikan medikasi sesuai resep mencakup suplemen besi & asam folat, epogen & multivit.

c.    Hindari pengambilan specimen darah yang tidak perlu.


d.   Instruksikan cara mencegah perdarahan : menghindari olah raga berat, & anjurkan penggunaan sikat gigi yg lembut.


e.    Beri terapi komponen darah sesuai indikas
a. Pengkajian adalah dasar dan data dasar berkelanjutan untuk memantau perubahan dan mengevaluasi intervensi.

b.Pembatasan cairan akan menentukan berat tubuh ideal, haluaran urine, dan respon terhadap terapi
c. Sumber kelebihan cairan yg tdk diketahui dapat diidentifikasi

d.               Pemahaman dapat meningkatkan kerjasama pasien & keluarga dlm pembatasan cairan.
e. Kenyamanan pasien meningkatkan kepatuhan terhadap pembatasan cairan.

f. Higiene oral mengurangi kepekaan terhadap membran mukosa mulut
g.Me(-) sesak nafas krn desakan diafragma oleh cairan(cairan).Meninggikan kakai untuk me(-) edema ekstremitas bawah

h.Hasil lab untuk memantau fungsi ginjal.
Obat diuretika untuk melebarkan lumen tubuler dari debris dan me↑ vol. urine adekuat
HD untuk mengurangi kelebihan volume, ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa
Oksigen untuk memaksimalkan sediaan oksigen untuk kebutuhan miokardia shg me↓ kerja jantung dan hipoksia seluler


a.    Mengidentifikasi kebutuhan individual & membantu pemilihan intervensi
b.   Me(-) konsumsi oksigen
c.    Mencegah kelelahan yang berlebihan dan mmemberi kesempatan klien untuk beristirahat & menyimpan energy
d.   Me↑ rasa membak & me(-) frustasi




a. Pengukuran tekanan darah menyediakan data obyektif utk pemantauan. Peningkatan tekanan darah adalah indikasi ketidakpatuhan.
b.   Medikasi antihipertensi berperan penting dlm penanganan hipertensi akibat GGK.
c.    Kepatuhan pembatasan diet cairan & dialysis mencegah kelebihan cairan dan penumpukan natrium.
d.   Merupakan indikasi pengendalian hipertensi yg tdk adekuat dan perlunya utk mengubah terapi


a.    Untuk mengetahui tk keparahan anemia.
b.   Eritrosit membutuhkan besi,asam folat & vitamin utk produksinya,epo
gen merangsang sumsum tulang memproduksi eritrosit.
c.    Anemia dicetuskan oleh pengambilan specimen
d.   Perdarahan di setiap tempat di tubuh memper-
buruk  anemia.
e.    Terapi komponen darah mungkin diperlukan jika pasien simptomatik

  1. Pelaksanaan

TGL/
Jam
No Dx
Tindakan Keperawatan
Evaluasi
17 Sept
2009
11.00






12.00


12.30

16.00







16.10









18.00

 2


 1





1


2

2







1









3,4
Mengobservasi vital sign
Memberikan injeksi Fuosemide 1 ampul
Memberi KIE tentang pembatasan cairan dan memberitahu pasien dalam menghadapi  ketidaknyamanan akibat pembatasan cairan
Mendorong hygiene oral dengan sering.

Mengukur balance cairan
Memberi posisi semifowler dan meninggikan ekstremitas bawah
Memberikan obat oral : Nifedipin 10 mg
Membantu pasien untuk ambulasi
Mengkaji kemampuan klien untuk melakukan aktivitas yg dibutuhkan/diinginkan
Memberi KIE untuk me(-) bicara saat sesak masih ada
Membatasi pengunjung

Mengkaji status cairan ( menimbang BB tiap hari,catat intake output, turgor kulit dan adanya edema, distensi leher, tekanan darah, denyut dan irama nadi)


Memberikan KIE melaporkan tanda kelebihan cairan, sakit kepala,edema atau kejang.

Memberikan obat oral : Captopril 50 mg, Nifedipin 10 mg,Asam folat 2 tab

S : 36,7 0C   N : 83x/mnt, TD: 150/90 mmHg
Reaksi alergi (-)
Klien dan keluarga menyatakan mengerti ttg pembatasan cairan



CM : 200 cc  CK : 50 cc
Posisi semifowler, edema pada kaki (+)
Obat sudah diminum

Klien mampu berdiri dan berjalan peln-pelan di sekitar tempat tidur.
Klien dan keluarga menyatakan mengerti tentang cara mengurangi sesak.


BB : 52 kg, turgor kulit baik, distensi leher (-), edema pada ekstremitas atas dan bawah (+).TD : 140/90 mmHg, N = 86 x/mnt kuat dan teratur

Klien menyatakan mengerti tentang gejala/tanda yang harus dilaporkan.

Obat sudah diminum, reaksi alergi (-)
18-Sept
2009
08.10





08.30


09.00



13.00
13.30





15.00



18.00




1





3,4


1



1
1


1


1,3



2


1
3,4


Mengkaji status cairan ( menimbang BB tiap hari,catat intake output, turgor kulit dan adanya edema, distensi leher, tekanan darah, denyut dan irama nadi)


Memberikan obat oral Captopril 50 mg, Nifedipin 10 mg,Asam folat

Kolaboratif dengan dokter untuk hemodialisis
Mengantar klien utk hemodialisis

Menjemput klien ke Ruang HD
Mengobservasi klien post HD


Memberi posisi fowler
Mengobservasi vital sign

Mengobservasi TD
Memberikan injeksi furosemide 1 ampul

Mengkaji kemampuan klien untuk melakukan ambulasi

Mengukur balance cairan
Memberikan obat oral Captopril 50 mg, Nifedipin 10 mg,Asam folat



BB : 52,5 kg, CM per 24 jam: 600 cc, CK per 24 jam :200 cc, turgor kulit baik.edema pada ext atas & bwh (+)
N : 88 x/mnt kuat reguler
 TD:180/100 mmHg
Obat sudah diminum, reaksi alergi (-).

Klien mendapat jadwal hari ini.
Klien sudah dikirim ke Ruang HD

Klien mengeluh lemas dan sakit kepala, lelah, sesak berkurang,edema berkurang
S: 370C  N:88x/mnt TD: 150/100 mmHg

TD : 180/100 mmHg
Reaksi alergi (-)


Klien masih mengeluh lelah dan lemas, posisi semi fowler.
CM : 250 cc   CK : 100 cc
Reaksi alergi (-)
19 Sept 2009





08.30


10.00







12.00




12.30

15.00



15.15
1






3,4


1



2



1




2

1,3






1
2
Mengkaji status cairan ( menimbang BB tiap hari,catat intake output, turgor kulit dan adanya edema, distensi leher, tekanan darah, denyut dan irama nadi)



Memberikan obat oral Captopril 50 mg, Nifedipin 10 mg,Asam folat

Mengobservasi TD
Memberikan injeksi furosemide 1 ampul

Mengkaji kemampuan klien untuk melakukan aktivitas yg dibutuhkan/diinginkan

Mengukur balance cairan
Memberi posisi semifowler dan meninggikan ekstremitas bawah
Memberi KIE tentang pembatasan cairan
Memberikan obat oral : Nifedipin 10 mg
Mengobservasi TD & RR
Memberikan injeksi furosemide 1 ampul

Mengkaji kemampuan klien untuk melakukan ambulasi

Mengukur balance cairan
Memberikan obat oral Captopril 50 mg, Nifedipin 10 mg,Asam folat

BB : 52,5 kg, CM per 24 jam: 800 cc, CK per 24 jam :200 cc, turgor kulit baik.edema pada ext atas & bwh (+)
N : 84 x/mnt kuat reguler
 TD:180/90 mmHg RR :24x/mnt
Obat sudah diminum, reaksi alergi (-).

TD : 170/90 mmHg
Reaksi alergi (-)


Klien sudah bisa duduk, berjalan ke kamar mandi secara mandiri tanpa sesak.

CM : 350 cc  CK : 50 cc
Posisi semifowler (+),edema pada extr. bawah (+)
Klien mengatakan sudah mengerti tentang pembatasan cairan

TD : 160/90 mmHg, RR : 22x/mnt
Reaksi alergi (-)


Klien sudah bisa berjalan sendiri ke kamar mandi dan disekitar ruangan tanpa sesak.
CM : 200 cc   CK : 100 cc
Obat sudah diminum, reaksi alergi(-)


D. Evaluasi

No
Hari/Tgl
No Dx
Evaluasi
1





2





3





4
19 Sept 2009
15.00



19 Sept 2009
15.00



19 Sept 2009
15.00
19 Sept 2009

19 Sept 2009
1



2



3



4
S : Sesak nafas berkurang, menyatakan mengerti tentang pembatasan cairan.
O : RR = 22x/mnt, edema berkurang
A : Tujuan tercapai ,masalah teratasi
P :  Lanjutkan askep

S : Sudah bisa berjalan tanpa sesak
O : Klien dapat berjalan sendiri ke kamar mandi dan sekitar kamar tanpa sesak
A : Tujuan tercapai, masalah teratasi
P :  Lanjutkan askep

S : Kadang-kadang sakit kepala
O : TD : 160/90 mmHg
A : Tujuan belum tercapai, masalah belum teratasi
P  : Kolaboratif dengan dokter bila TD terus meningkat


S: -
O : - ( Hb belum dicek ulang )
A : - ( belum bisa dievluasi)
P : Besok cek DL, ada hasilkolaborasi dengan dokter.


STRATEGI PELAKSANAAN
 TINDAKAN MENGUKUR BALANCE CAIRAN


Nama                    :  N.A
Umur                    :  50 tahun
N0 RM                 : 00938454
Diagnosa Medis   : CKD std V , Uremic Lung dan Hipertensi grade II
Kamar                  : Ruang Angsoka II RSUP Sanglah

A. Kondisi Klien
1. Alasan MRS :
     Sesak nafas sejak tgl 12 September 2009,bengkak pada kaki dan tangan. Riwayat sakit ginjal sejak Bulan Oktober 2009
2. Data Fokus :
    Data Subjektif:
- Sebelum MRS sering minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja
-  Nafas sesak terutama bila tidur dan berkurang bila duduk
    Data Objektif :
    - Edema pada kedua ekstremitas atas & bawah.
-  Asites (+).
- Urine output :600 cc/24 jam
- RR : 26 x/mnt
- Terpasang O2 nasal 3 lt/mnt.
  - BUN  : 66  (n 10-50)
  - Creatinin  : 10,9( n. 0,5-1,2)  
              
B. Diagnosa Keperawatan
    Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah, kelebihan intake cairan d/d edema pada extremitas atas dan bawah, asites (+) mengeluh sesak, RR : 26x/mnt
C.Tujuan Khusus
Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3x24 jam diharapkan kelebihan volume cairan dapat diatasi
   Kriteria hasil :
   a.  Sesak nafas berkurang,RR 16-24 x/mnt
   b. Edema berkurang atau hilang
 c.   Klien dan keluarga mengerti dan ikut berpartisipasi dalam pembatasan cairan masuk

D. Tindakan Keperawatan :
    Mengukur balance cairan
E.  Standar Prosedur Operasional ( SPO ) : Mengukur Balance Cairan

SPO MENGUKUR BALANCE CAIRAN

  1. Pengertian : Menghitung jumlah cairan yang masuk baik secara enteral maupun parenteral serta cairan yang keluar baik lewat muntah ,bab,bak maupun drainage.
    2.Tujuan      : Intake dan output cairan terpantau secara ketat.
    3.Kebijakan :  Ada program dokter tentang komposisi dan kebutuhan cairan pasien secara tertulis.
   4.Persiapan  : -    form balance cairan
-      timbangan
-      pengukur jumlah cairan
   5.Prosedur kerja :
a.Identifikasi kebutuhan cairan pasien dengan melihat program dokter atau menghitung kebutuhan cairan pasien per 24 jam.
b.Catat jumlah cairan yang masuk lewat makanan/ minuman dan cairan infus pada form balance cairan kemudian jumlahkan.
c.Catat jumlah cairan yang keluar lewat faeces, urine, muntah dan drainage cairan tubuh pada form balance cairan kemudian jumlahkan. Jumlah cairan yang keluar diukur dengan pengukur cairan dalam ml ( cc ). Bila pasien menggunakan pampers, pampers ditimbang. Jumlah cairan yang keluar adalah berat pampers basah dikurangi berat pampers kering. ( 1 gr = 1 cc ).
d.Pengukuran balance cairan dilakukan minimal tiap 6 jam dan dilakukan lebih sering pada pasien dengan observasi ketat.
e.Tentukan keseimbangan cairan apakah positif atau negatif berapa cc dengan mengurangi seluruh jumlah intake dengan seluruh jumlah output cairan pada rentang waktu tertentu.
    6. Unit terkait : Dokter.

          STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN
MENGUKUR BALANCE CAIRAN

A. Tahap Orientasi
    -” Selamat siang, Pak, nama saya Dewi. Saya mahasiswa PSIK Unud.
    -” Pak, sekarang saya akan mengukur cairan yang masuk dan keluar. Hal ini sangat penting untuk mengetahui apakah cairan yang masuk sudah mencukupi kebutuhan Bapak dan apakah cairan yang keluar sudah seimbang dengan cairan masuk.”
    -” Pengukuran ini akan  dilakukan setiap 6 jam. ”

B. Tahap Kerja
    - ” Bapak N, dari jam 6 tadi pagi  sampai jam 12 siang ini, berapa kali Bapak minum ? Kira-kira ada berapa gelas ,Pak , ada setengahnya ?”
    - ” Apakah Bapak ada muntah pada jam tersebut ? Berapa kali dan berapa jumlahnya setiap kali ?”
    - ” Sekarang saya akan mengukur jumlah kencing Bapak selama 6 jam. Kan sudah ditampung pak ya kencingnya. ”

C. Tahap Terminasi
     - ”Baiklah Bapak, saya sudah selesai mengukur cairan masuk dan cairan keluar Bapak selama 6 jam”.
    - ” Bapak tolong ingat berapa kali Bapak  minum atau apakah ada muntah selama 6 jam berikutnya. Bila perlu dicatat ya, Pak, biar jumlahnya lebih pasti.”
    - ” Baik ibu , terima kasih atas bantuan Bapak. ”

D. Kontrak selanjutnya
    - ” Baiklah Bapak, pengukuran cairan sudah selesai. Nanti 3 jam lagi saya akan   datang lagi untuk memberikan suntikan lewat infus .”







STRATEGI PELAKSANAAN
 TINDAKAN MEMBERIKAN INJEKSI INTRAVENA

Nama                    :  N.A
Umur                    :  50 tahun
N0 RM                 : 00938454
Diagnosa Medis   : CKD std V , Uremic Lung dan Hipertensi grade II
Kamar                  : Ruang Angsoka II RSUP Sanglah

A. Kondisi Klien
1. Alasan MRS :
     Sesak nafas sejak tgl 12 September 2009,bengkak pada kaki dan tangan. Riwayat sakit ginjal sejak Bulan Oktober 2009
2. Data Fokus :
    Data Subjektif:
- Sebelum MRS sering minum banyak karena tidak tahan haus saat bekerja
-  Nafas sesak terutama bila tidur dan berkurang bila duduk
    Data Objektif :
    - Edema pada kedua ekstremitas atas & bawah.
-  Asites (+).
- Urine output :600 cc/24 jam
- RR : 26 x/mnt
- Terpasang O2 nasal 3 lt/mnt.
  - BUN  : 66  (n 10-50)
  - Creatinin  : 10,9( n. 0,5-1,2)  
              
B. Diagnosa Keperawatan
    Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah, kelebihan intake cairan d/d edema pada extremitas atas dan bawah, asites (+) mengeluh sesak, RR : 26x/mnt
C.Tujuan Khusus
Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3x24 jam diharapkan kelebihan volume cairan dapat diatasi
   Kriteria hasil :
   a.  Sesak nafas berkurang,RR 16-24 x/mnt
   b. Edema berkurang atau hilang
 c.   Klien dan keluarga mengerti dan ikut berpartisipasi dalam pembatasan cairan masuk

D. Tindakan Keperawatan :
    Melaksanakan tindakan delegatifpemberian diuretika ( Furosemide 3x1 amp/IV)

E. Standar Prosedur Operasional ( SOP ) : Memberikan obat injeksi  intravena.

SPO
PEMBERIAN OBAT INJEKSI INTRAVENA

    1. Pengertian :  Memberikan obat suntikan melalui pembuluh darah vena.
    2. Tujuan     :  - Mendapatkan reaksi obat dengan cepat. 
    3. Kebijakan :  Ada instruksi tertulis dari dokter.
    4. Persiapan  : - Spuit dengan jarumnya
                            - Handschoon
                            - Kapas alkohol
                            - Obat yang akan disuntikkan
                            - Kupet
                            - Pengalas
                            - Bengkok
                            - Torniquet
                            - CM perawatan
    5. Prosedur kerja :
        a. Cek program terapi dokter
        b. Periksa kembali obat sesuai program
        c. Baca label obat untuk memastikan kandungan obat, dosis dalam satu kemasan,
            cara pemberian, kontraindikasi dan efek samping.
        d. Beri salam dan perkenalkan diri
        e. Dekatkan peralatan (troly injeksi)
        f. Memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga tentang obat yang akan
           diberikan, kegunaan, cara pemberian dan kemungkinan efek samping.
        g.Tentukan area suntikan (usahakan mencari pada vena besar dan kelihatan) atau
            perset pada selang infus yang sudah terpasang.
        h. Membaca etiket (nama pasien, obat, dosis, cara dan waktu).
        i. Jelaskan prosedur menyuntik agar ada kerjasama dengan pasien
        j. Lakukan observasi terhadap tanda alergi, jelaskan pada pasien agar segera
           melapor bila timbul seperti panas, gatal, sesak atau keluar keringat dingin.
        k. Tentukan kontrak selanjutnya dan lakukan pendokumentasian.


STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN
MEMBERIKAN OBAT INTRAVENA


A. Tahap Orientasi
  -” Selamat sore, Pak, saya Dewi, mahasiswa PSIK Unud yang tadi mengukur balance cairan Bapak. Masih ingat kan,Pak ?
    -” Pak. NA, bagaimana perasaan Bapak sekarang ? Apakah Bapak masih sesak ? 
        Sekarang saya akan memberikan obat suntik berupa Furosemide 3x1ampul, yang akan dimasukkan lewat  selang infus untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan di tubuh Bapak sehingga diharapkan sesak dan bengkaknya akan berkurang.
    -” Pemberian injeksi ini akan diberikan 3 kali sehari yaitu pagi , sore dan malam.Untuk obat suntik sorenya akan saya beri sekarang.”

B. Tahap Kerja
    - ” Sebelumnya saya beritahukan bahwa tadi saya sudah mencuci tangan.”
    - ” Pak, obatnya saya ambil dulu di laci tempat obatnya.”
    -” Saya sudah mengecek obatnya, keadaan obat masih bagus, tanggal kadaluarsanya  masih empat tahun lagi.  Obat ini juga sudah sesuai dengan program dokter.”
    - ”Obat ini  akan langsung saya suntikkan pada selang infus Bapak. Saat disuntik nanti tolong Bapak rasakan apakah ada gatal, panas atau kemerahan di sekitar pemasangan infus.”
    - ” Baiklah sekarang saya akan memasukkan obat injeksi ini lewat selang infus jadi
        tidak akan begitu sakit. Bagaimana Bapak? Apakah suntikannya terasa sakit ,Pak?.”

C. Tahap Terminasi
     - ”Baiklah Pak, saya sudah selesai menyuntikkan obatnya.”
    -   Data objektif : obat sudah dimasukkan, tanda-tanda alergi obat (-)
    - ”Baik Pak , sesuai dengan yang saya katakan tadi, tolong Bapak melapor pada  perawat bila ada tanda-tanda alergi obat misalnya keringat dingin, benjolan, gatal atau kelihatan kemerahan  di sekitar area suntikan”.

D. Kontrak selanjutnya
    - ” Baiklah Pak N, pemberian obat melalui suntikan sudah selesai dan saya akan datang satu jam lagi untuk melakukan pengukuran vital sign. Bila Bapak perlu bantuan, Bapak bisa menghubungi perawat di counter perawat.”



STRATEGI PELAKSANAAN
 TINDAKAN MEMBERIKAN OBAT ORAL

Nama                    :  N.A
Umur                    :  50 tahun
N0 RM                 : 00938454
Diagnosa Medis   : CKD std V , Uremic Lung dan Hipertensi grade II
Kamar                  : Ruang Angsoka II RSUP Sanglah

A. Kondisi Klien
1. Alasan MRS :
     Sesak nafas sejak tgl 12 September 2009,bengkak pada kaki dan tangan. Riwayat sakit ginjal sejak Bulan Oktober 2009
2. Data Fokus :
    DS :
    - Penyakit hipertensi diketahui sejak 5 bulan yang lalu
    DO :
    - TD = 150/100 mmHg (dengan obat-obatan)
              
B. Diagnosa Keperawatan
    PK : Hipertensi
C.Tujuan Khusus
     Setelah diberikan tindakan perawatan selama 3x24 jam diharapkan hipertensi teratasi
 Kriteria hasil :
TD sistole ≤ 140 mmHg
TD stabil

D. Tindakan Keperawatan :
    Melaksanakan tindakan delegatif pemberian obat antihipertensif ( Nifedipin 10 mg, Captopril 50 mg per oral)

E. Standar Prosedur Operasional ( SOP ) : Memberikan obat oral (terlampir).






STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
MEMBERIKAN OBAT ORAL

1.      Pengertian : Memberikan obat oral kepada pasien melalui mulut, dengan
bentuk obat berupa syrup.
2.      Tujuan     : -    Membantu proses penyembuhan
-          Meningkatkan daya tahan tubuh.
-          Memberikan efek positiftertentu sesuai fungsi obat.
3.      Kebijakan :  -    Ada program terapi obat.
-          Obat diberikan prinsip 6 benar ( benar obat, benar dosis, benar cara, benar waktu, benar orang, benar dokumentasi ).
4.      persiapan Alat – alat :
a.       Baki
b.      Obat yang diperlukan
c.       Cucing untuk tempat obat
d.      Gelas berisi air minum
e.       Sedok
f.       Tissue/ pengalas
g.      Bengkok
h.      CM perawatan
5.      Prosedur Kerja  :
a.       Cek program terapi dokter.
b.       Perawat mencuci tangan
c.       Periksa ulang obat yang diberikan sesuai intruksi dokter
d.      Siapkan obat sesuai dengan kebutuhan ( syrup )
e.       Berikan salam, lakukan klarifikasi terhadap nama pasien.
f.        Berikan penjelasan tentang obat yang diberikan meliputi jenis, kegunaan,
      dan efek serta kemungkinan efek penyerta .
g.       Berikan kesempatan pasien / keluarga untuk bertanya.
h.       Tanyakan kebiasaan pasien minum obat.
i.         Pasang tissue/ pengalas dibawah dagu kalau perlu.
j.         Berikan obat pada pasien sesuai kebutuhan
k.       Lakukan observasi sampai obat habisdiminum.
l.         Bersihkan mulut pasien dengan tissue kalau perlu.
m.     Tanyakan perasaan pasien setelah minum obat
n.       Berikan penjelasan terhadap kemungkinan reaksi alergi dan tanda yang
       harus diwaspadai.
o.       Pasien dan alat perawatan dibereskan.
p.       Tentukan kontrak selanjutnya.
q.       Berikan salam.
r.        Cuci tangan.
s.        Catat dalam catatan keperawatan untuk terapi sesuai dengan ketentuan.
t.        Beri paraf dan nama terang / initial pada kolom obat dan catat reaksi yang
       terjadi (jika ada) dalam catatan keperawatan.


STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN
MEMBERIKAN OBAT ORAL


A. Tahap Orientasi
  -” Selamat sore, Pak, saya Dewi, mahasiswa PSIK Unud yang tadi mengukur balance cairan dan menyuntik Bapak. Masih ingat kan,Pak ?
    -” Pak. NA, bagaimana perasaan Bapak sekarang ? Apakah Bapak masih sesak ? 
        Sekarang saya akan memberikan obat tablet berupa Nifedipin dan Captopril. Obat ini bisa langsung diminum setelah makan.
    -” Aturan minum obat Nifedipin ini 3 kali sehari yaitu pagi , sore dan malam masing-masing 1 tablet 10 mg sedangkan Captopril diberikan 2 kali sehari masing-masing 1 tablet 50 mg. Untuk obat minum sorenya akan saya beri sekarang.”

B. Tahap Kerja
    - ” Sebelumnya saya beritahukan bahwa tadi saya sudah mencuci tangan.”
    - ” Pak, obatnya saya ambil dari lemari obat di counter perawat.”
    -” Saya sudah mengecek obatnya, keadaan obat masih bagus, tanggal kadaluarsanya  masih empat tahun lagi.  Obat ini juga sudah sesuai dengan program dokter.”
    - ”Silakan Bapak minum kedua obat ini, saya sudah siapkan airnya.”

C. Tahap Terminasi
     - ”Baiklah Pak, obatnya sudah semua Bapak minum.”
    -   Data objektif : obat sudah diminum, tanda-tanda alergi obat (-)
    - ”Baik Pak , sesuai dengan yang saya katakan tadi, tolong Bapak melapor pada  perawat bila ada tanda-tanda alergi obat misalnya keringat dingin, benjolan, gatal atau kelihatan kemerahan  di kulit”.

D. Kontrak selanjutnya
    - ” Baiklah Pak N, pemberian obat minum sudah selesai dan saya akan datang satu jam lagi untuk melakukan pengukuran vital sign. Bila Bapak perlu bantuan, Bapak bisa menghubungi perawat di counter perawat.”






No comments: