WHO AM I?

I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA POLTEKKES KEMENKES DENPASAR JURUSAN KEPERAWATAN

Saturday, August 25, 2012

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN DHF

Juniartha Semara Putra

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN DHF


PENGKAJIAN

Tanggal masuk            : 10  Juni 2001                         Jam Masuk      : 09.00 WIB
Ruang                          : Menular Anak                       No. Reg. Med : 1005905
Pengkajian                   : 11 Juni 2001;09.00 WIB


1.1  Identitas
Nama Klien     : An. Y            ul                                 Nama Orang Tua         : Tn. Y.E
Tgl Lahir         : 9 Juli 1995                             Umur                           : 28 tahun
Jenis Kelamin  : Wanita                                   Jenis Kelamin              : Laki-laki
Suku/bangsa    : Jawa/Indonesia                     Suku/Bangsa               : Jawa/Indonesia
Agama             : Islam                                     Agama                         : Islam
Pendidikan      : TK                                         pendidikan                  : SLTA
Pekerjaan         : -                                             Pekerjaan                     : Karyawan Pabrik
Alamat                        : Gubeng Jaya Sby


1.2  Riwayat Keperawatan
1.2.1        Riwayat Penyakit Sekarang
Klien masuk rumah sakit dengan dibawa oleh keluarga/orang tua setelah sebelumnya mengalami demam semenjak hari rabu siang (sepulang sekolah)/telah lima hari demam. Demam yang dialami klien tidak berkurang (relatif menetap). Penyebab demam tidak diketahui keluarga, demam tidak berkurang dengan pemberian obat-obatan turun panas dan kompres. Pada hari minggu pagi anak mengalami epistaksis dan kemudian dibawa ke RS Dr. Sutomo.
Saat ini klien kurang nafsu makan. Klien selalu merasa kenyang setelah makan 2-3 sendok makan dan mengatakan perutnya terasa penuh. Kondisi ini terjadi semenjak empat hari yang lalu. Klien dan keluarga mengatakan tidak tahu penyebab tidak nafsu makan. Dengan kondisinya saat ini klien merasa badannya agak lemas.

1.2.2        Riwayat Kehamilan
Selama kehamilan ibu tidak pernah menderita penyakit, Ibu tidak menderita penyakit demam, campak, atau perdarahan serta mules yang berlebihan. Ibu juga tidak pernah mengalami trauma fisik selama kehamilan.
Selama kehamilan ibu selalu memeriksakan dirinya ke Puskesmas.

1.2.3        Riwayat Persalinan
Persalinan spontan dalam kondisi aterm. Bayi menangis spontan kuat,. Bayi/klien  tidak mengalami Cyanosis/icterus. Berat badan saat lahir 3200 gram, Panjang badan 45 Cm.  Berat placenta tidak diketahui.

1.2.4        Riwayat Penyakit Keluarga
Orang tua tidak ada yang menderita penyakit jantung, penyakit kencing manis

1.2.5        Riwayat Imunisasi
Klien telah mendapatkan Imunisasi lengkap, belum pernah mendapatkan booster (imunisasi ulangan). Riwayat demam pada pemberian vaksin DPT, diatasi dengan obat-obatan yag dibeli keluarga

1.2.6        Riwayat Tumbuh Kembang
Klien mampu tersenyum umur 1 bulan, tengkurap umur 6 bulan, duduk dan merangkak 11 bulan dan berjalan 14 bulan.Klien mampu sekolah dan mengikuti pelajaran dengan baik, klien memiliki banyak teman.

1.2.7        Riwayat Kesehatan Lingkungan
Klien dan keluarga tinggal di daerah yang berpenduduk padat dengan tingkat sosial ekonomi menengah kebawah, pada jarak 10 meter dari rumah klien terdapat tetangga yang terjangkit penyakit Demam Berdarah. Penyemprotan nyamuk sering dilakukan dan terakhir kali sekitar 2 ½ bulan yang lalu. Tempat penampungan air yang ada dirumah adalah bak mandi yang setiap hari digunakan dan tempat minuman burung yang biasa diganti tiap dua hari sekali. Keluarga biasa mengantung baju di belakang pintu.


Tinjauan Sistem Tubuh
1.      Sistem Gastrointestinal
Subyektif : Mual dirasakan klien sejak 3 hari yang lalu, saat ini mual telah hilang. muntah, nyeri/tidak nyaman pada epigastrium tidak ditemukan, gangguan rasa di lidah, sakit saat menelan tidak ada, nyeri tekan pada abdomen bagian kanan. Klien makan nasi tim ½ porsi yang biasa dimakan.klien tidak mengalami mual/muntah setelah makan.Klien mengatakan tidak nafsu makan. Klien minum +  3 gelas dalam satu hari (600 cc) 
Obyektif    : BB 15,5 kg, TB 115 Cm, Lingk.dada 53 Cm. Lidah bersih dan tidak dijumpai hiperemi oropharing. Terdapat pembesaran hati satu cm dibawah arcus costa, pembesaran limfa tidak ditemukan, berak atau gusi mengandung darah tidak ditemukan. Klien menghabiskan makanan ¼ porsi makanan yang disajikan.

2.      Sistem Muskuloskeletal
Subyektif  : Nyeri otot pada punggung dan pinggang tidak terjadi, pegal-pegal tidak dirasakan.
Obyektif    : tanda kejang tidak ditemukan. Klien hanya ditempat tidur. Klien tidak menunjukkan rasa nyeri saat duduk, berdiri dan berjalan. Klien mampu berdiri tanpa bantuan lebih dari 5 menit.

3.      Sistem Genitourinari
Subyektif  :  klien kencing dengan lancar dan tidak mengalami sakit saat kencing. Ibu klien mengatakan jumlah kencingnya sama dengan saat sehat.
Obyektif    : Warna urine normal, BJ Urine tidak terkaji.Klien kencing  4 – 6 kali sehari. Jumlah urine + 300 cc

4.      Sistem Respirasi
Subyektif  : -
Obyektif    : Respirasi 24 X/menit; teratur, kedalaman cukup dan reguler. Pada hidung ditemukan hiperemi pada dinding septum dan conchae bagian kiri. Tidak terdapat restriksi dada, tidak tampak penggunaan otot bantu pernafasan. Perkusi tidak ditemukan hipersonor atau suara pekak abnormal, pada auskultasi tidak ditemukan ronchii, wheezing, friction rub, dan egophoni. Kulit tidak ditemukan tanda cyanosis

5.      Sistem Kardiovaskuler
Subyektif  : klien mengatakan tidak mengalami nyeri dada atau pusing-pusing setelah berdiri/berjalan lebih dari 3 menit.Mengatakan badannya agak lemas.Ibu mengatakan ½ jam sebelum ke RS klien mengalami epitaksis; klien beberapa kali mengalami epitaksis tanpa sebab yang jelas.
Obyektif    : Tekanan darah 110/70 mmHg, Denyut nadi 120 X/menit.tekanan nadi cukup, tidak ditemukan thrill, suara jantung S1 S2 tanpa murmur.


6.      Sistem Neurosensori
Subyektif  : Klien mengatakan tidak pusing/ berkunang-kunang
Obyektif    : GCS : M6 V5 E4.

7.      Sistem Endokrin
Subyektif  : klien tidak sering kencing, sering merasa lapar atau haus saat sebelum masuk RS. Klien tidak sering merasa lemas/gemetar sebelumnya.
Obyektif    : tidak terdapat pembesaran kelenjar thiroid, klien tidak mengalami oedema. 

8.      Sistem Integumen
Subyektif  : klien tidak mengalami gatal-gatal.
Obyektif    : Suhu 37,3 OC, Kulit agak pucat tanpa syanosis/icterus. Uji torniquet positif II, ruam tidak ditemukan, turgor tidak menurun, cyanosis tidak ditemukan, CRT 1 detik.
9. Pendidikan dan pengajaran
Subyektif  : Keluarga menanyakan kapan anaknya bisa disembuhkan
                    Keluarga menanyakan bolehkan anaknya makan roti
                    Keluarga menanyakan bolehkan anaknya bangun dari tempat tidur
                    Keluarga tidak tahu bagaimana penyakit pada anaknya dapat muncul
Obyektif    : Keluarga sering bertanya pada perawat

Pemeriksaan Penunjang             :

Laboratorium (tanggal 10 Juni 2001)
Hb             : 12,9 mg%                  (11,4 – 15,1)
Leukosit    : 34 X 109/L                (4,7 – 10,3 X 109/L)
Trombosit  : 116X109/L                (150-350 X109/L)
PVC          : 0,38                           (0,38 – 0,42)


Terapi :
Cairan Dextrose 5% Saline  1000 cc/24 Jam

Diit      :
TKTP 1275 Kkal + 35 Gr. Protein
Modisco I 2 X 100 cc


Analisis Data
Data
Etiologi
Masalah
DS :
-    Tidak nafsu makan

DO :
-    Pembesaran hepar 1 jari dibawah arcus costae
-    Klien makan nasi tim ½ porsi dari biasanya

Hospitalisasi & Kondisi sakit, nyeri abdomen

Deprivasi

Sistem limbik

Tidak nafsu makan


Nutrisi
DS :
-    Pernah mengalami mimisan
-    Kemarin mengalami demam

DO :
-    Hiperemi conchae hidung
-    Pembesaran hepar
-    Suhu 37,2
-    Uji torniquet positif II
-    Kadar trombosit 116 X 109

Aktivasi virus dengue pada tubuh

Meningkatnya permealibitas kapiler

Kebocoran (leakage) vaskuler

Penurunan sirkulasi vital
Cairan dan Elektrolit
DS :
-    Keluarga menanyakan kapan anaknya bisa disembuhkan
-    Keluarga menanyakan bolehkan anaknya makan roti
-    Keluarga menanyakan bolehkan anaknya bangun dari tempat tidur
-    Keluarga tidak tahu bagaimana penyakit pada anaknya dapat muncul

DO :
-    Keluarga sering bertanya
Kurangnya informasi

Kebingungan keluarga

Sering bertanya
Pendidikan/Pengajaran

Diagnosa Keperawatan :
  1. Resiko tinggi nutrisi kurang dari kebutuhan b.d kurang nafsu makan, intake yang kurang
  2. Resiko tinggi kurangnya pemenuhan cairan b.d transudasi cairan intravaskuler menuju jaringan sekunder terhadap penyakit dengue
  3. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit, diet dan perawatan  b.d kurangnya informasi


Rencana Keperawatan
Resiko tinggi nutrisi  Kurang dari Kebutuhan b.d tidak nafsu makan
Hasil yang diharapkan :
- Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi, klien mampu menghabiskan makanan sesuai dengan porsi yang diberikan/dibutuhkan
Rencana Tindakan
Rasional
Kaji keluhan mual, muntah dan sakit menelan yng dialami oleh klien

Kaji cara/bagaimana makanan dihidangkan

Berikan makanan yang mudah ditelan seperti bubur, tim dan dihidangkan saat masih hangat

Berikan makanan dalam porsi sedikit dan frekuensi sering

Jelaskan manfaat makanan / nutrisi bagi klien

Berikan umpanbalik positif saat klien mau berusaha mennghabiskan makanannya

Catat jumlah/posti makanan yang dihabiskan oleh klien setiap hari

Berikan nutrisi parenteral (kolaborasi dengan dokter)
Untuk menetapkan cara mengatasinya


Cara menghidangkan makanan dapat mempengaruhi nafsu makan klien
Membantu mengurangi kelelahan klien dan meningkatkan asupan makanan karena mudah ditelan



Untuk menghindari mual dan muntah


Meningkatkan pengetahuan klien tentang nutrisi sehingga motivasi untuk makan meningkat

Memotivasi dan meningkatkan semangat klien


Untuk mengetahui pemenuhan nutrisi klien


Nutrisi parenteral sangat bermanfaat/dibutuhkan terutama jika intake per oral sangat kurang


Resiko tinggi kurangnya pemenuhan cairan b.d transudasi cairan intravaskuler menuju jaringan sekunder terhadap penyakit dengue

Hasil yang diharapkan :
-          Tidak terjadi gangguan pemenuhan cairan dan elektrolit
-          Tanda – tanda vital dalam batas normal
-          Keadaan umum baik
Rencana Tindakan
Rasional
Monitor keadaan umum klien



Observasi tanda-tanda vital tiap 2 – 3 jam




Monitor tanda-tanda perdarahan


Jelaskan pada klien/keluarga tentang tandaperdarahan yang mungkin dialami klien

Anjurkan pada klien/keluarga untuk segera melapor jika ada tanda-tanda perdarahan

Cek Hb, Ht, dan Trombosit


Perhatikan keluhan klien sepeti mata berkunang, pusing, lemah, ekstremitas dingin, sesak nafas

Monitor masukan dan keluaran, catat dan ukur perdarahan yang terjadi, produksi urine

Untuk memantau kondisi klien selama masa perawatan terutama saat terjadi peradarahan. Dengan memonitor keadaan umum klien perawat dapat segera mengtahui tanda pre shok/shok sehingga dapat tertangani lebih dini
Tanda-tanda ital dalam batas normal menandakan keadaan umum klien masih baik, sehingga perawat perlu melakukan observasi secara terus-menerus selama pasien mengalami perdarahan untuk memastikan tidak terjadinya presyok/syok
Perdarahan yang cepat diketahui dapat segera diatasi, sehingga klien tdiak sampai ketahap syok hipofolemik akibat perdarahan hebat
Dengan memberikan penjelasan dan melibatkan keluarga diharapkan tanda-tanda eprdarahan dapat diketahui lebih cepat dan klien/keluarga menjadi kooperatif selama klien dirawat
Keterlibatan keluarga untuk segera melaporkan jika terjadi perdarahan terhadap klien sangat membantu tim perawatan untuk segera melakukan tindakan yang tepat

Untuk mengtahui tingkat kebocoran pembuluh darah yang dialami klien dan untuk acuan melakukan tindakan lebih lanjut terhadap perdarahan tersebut
Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh perdarahan tersebut pada klien sehingga tim kesehatan lebih waspada

Pengukuran dan pencatatan sangat penting untuk mengtahui jumlah perdarahan yang dialami klien
Produksi urine yang lebih pekat dan lebih sedikit dari normal (sangat sedikit) menunjukkan klien kekurangan cairan dan mengalami shok. Hati-hati terhadap perdarahan dalam

Kurang pengetahuan tentang proses penyakit, diet dan perawatan klien b.d kurangnya informasi
Hasil yang diharapkan :
- Klien/keluarga mengetahui perawatan
- Klien/keluarga kooperatif
Rencana Tindakan
Rasional
Kaji tingkat pengetahuan klien/keluarga tentang penyakit klien

Kaji latar belakang pendidikan/ pengalaman klien/keluarga

Terangkan manajemen keperawatan klien  dengan sederhana

Terangkan tindakan/peran yang dapat dilakukan oleh klien/keluarga untuk mengatasi masalah klien

Terangkan tujuan dari setiap prosedur tindakan yang dilakukan pada klien

Berikan umpan balik positif terhadap pemahaman dan perilaku kooperatif
Dasar menentukan materi penyuluhan pada klien/keluarga


Dasar teknik menyampaikan materi seputar tindakan keperawatan bagi klien dan keluarga

Meningkatkan pengetahuan dan rasa percaya klien dan keluarga serta meingktakan sikap kooperatif klien/keluarga

Meningkatkan sikap kooperatif serta meningkatkan peran perawatan partial


Mengurangi kecemasan/kebingungan terhadap prosedur tindakan

Menguatkan rasa percaya dan sikap kooperatif.


Pelaksanaan dan Evaluasi

Tanggal 11 Juni 2001


Resiko tinggi nutrisi kurang dari kebutuhan b.d kurang nafsu makan, intake yang kurang
Jam
Kegiatan
Evaluasi
09.50



09.20
09.40

10.30

12.40





13.00
Mengkaji pola makan anak sebelum sakit
Mengkaji lebih lanjut reaksi makan anak
Membina hubungan saling percaya
Membuat kontrak dengan keluarga dan anak
Menerangkan pada keluarga masalah
pentingnya makan pada anak
Menganjurkan anak makan
Mengkaji intake makanan saat makan, memberi reinforcemen positif terhadap anak setelah makan.
Menganjurkan keluarga untuk memberikan makanan dalam porsi sedikit tapi sering
Tanggal 12 Juni 2001; pukul 09.50
S : Keluarga mengatakan anaknya makan ½ porsi makanan yang dihidangkan
Keluarga mengatakan anaknya makan makanan lain (roti krekres dan kerupuk) jumlah + 10 buah
Keluarga mengatakan perut anaknya masih sakit
O : BB 15,5 kg; turgor kulit baik, Anak lebih bugar, anak sering makan roti
A : Masalah teratasi sebagian
P : Tambahkan intervensi dengan Anjuran pada keluarga berbagai jenis makanan yang baik bagi proses pemulihan kesehatan anak.

Resiko tinggi kurangnya pemenuhan cairan b.d transudasi cairan intravaskuler menuju jaringan sekunder terhadap penyakit dengue

Jam
Kegiatan
Evaluasi
09.30
09.30
09.20
09.40
10.00

10.00
10.00

11.25

09.30


12.00
Mengkaji kondisi cairan intravena
Mengkaji lama demam
Membina hubungan saling percaya
Membuat kontrak
Mengevaluasi kebutuhan cairan tiap 2 jam
Mengukur tanda vital tiap 2 jam
Monitor adanya tanda perdarahan tiap 2 jam
Menjelaskan pada keluarga tanda perdarahan yang mungkin terjadi
Melakukan pengambilan darah untuk pengukuran Ht, Hb, Trombosit
Mengukur produksi Urine dan Intake cairan

Tanggal 11 Juni 2001; 12.00 WIB

S : Mengatakan tidak pusing atau mimisan lagi
O : Tanda vital terakhir 110/70 mHg, Nadi 120 X/menit stabil tiap 2 jam, tanda perdarahan tidak ditemukan. Hb 11,6 mmHg Ht 36%. Intake total cairan 2000 CC dan Output tidak diketahui dengan pasti. Urine kuning jernih
A : Resiko pemenuhan cairan masih dapat terjadi tanda diduga.
P : Monitoring tanda vital s.d 2 X 24 jam stabil dan bebas demam, bila stabil cairan intravena dapat dihentikan.
Monitoring tanda vital menjadi 4 jam sekali





Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit, diet dan perawatan  b.d kurangnya informasi

Jam
Kegiatan
Evaluasi
09.20
09.40

09.50

10.10

10.20

10.25
Membina hubungan saling percaya
Dengan keluarga dan anak
Membuat kontrak
Menggali lebih dalam pengetahuan ibu tentang penyakit dan perawatan
Menerangkan tentang penyakit yang diderita anak
Menerangkan jenis makanan yang sesuai untuk anak
Menerangkan estimasi peratawan selama di rumah sakit

Tanggal 11 Juni 2001; 10.35 WIB
S : Mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan
O : Umpan balik positif selama proses pendidikan kesehatann
A : Masalah teratasi sebagian, arahkan pada partisipasi keluarga terhadap perawatan
P : -Monitor peran serta keluarga dalam perawatan anak


Tanggal 12 Juni 2001


Resiko tinggi nutrisi kurang dari kebutuhan b.d kurang nafsu makan, intake yang kurang
Jam
Kegiatan
Evaluasi
08.50


08.20

09.40


10.20


12.40


12.50
Mengkaji lebih lanjut reaksi makan anak

Menilai pemenuhan makanan dan memberi reinforcemen pada anak
Menganjurkan anak makan makanan lain yang disediakan keluarga
Menganjurkan keluarga untuk memberikan makanan dalam porsi sedikit tapi sering
Menerangkan jenis makanan yang baik untuk proses penyembuhan anak
Mengevaluasi pemenuhan makanan
Tanggal 13 Juni 2001; pukul 09.50
S : Keluarga mengatakan anaknya makan 2/3  porsi makanan yang dihidangkan
Keluarga mengatakan anaknya makan makanan lain (buah dan kerupuk) serta minum susu 2 gelas
O : BB 15,5 kg; turgor kulit baik, Anak lebih bugar, anak sering makan kerupuk dan banyak minum
A : Masalah teratasi, modifikasi menjadi Wellness
P : Monitoring harian Intake dan Output



Resiko tinggi kurangnya pemenuhan cairan b.d transudasi cairan intravaskuler menuju jaringan sekunder terhadap penyakit dengue

Jam
Kegiatan
Evaluasi
09.30
09.30
09.20
09.40
10.00

10.00
10.00

11.25

09.30


12.00
Mengkaji kondisi cairan intravena
Mengkaji adanya demam
Membina hubungan saling percaya
Membuat kontrak
Mengevaluasi kebutuhan cairan tiap 2 jam
Mengukur tanda vital tiap 2 jam
Monitor adanya tanda perdarahan tiap 2 jam
Menjelaskan pada keluarga tanda perdarahan yang mungkin terjadi
Melakukan pengambilan darah untuk pengukuran Ht, Hb, Trombosit
Mengukur produksi Urine dan Intake cairan

Tanggal 11 Juni 2001; 12.00 WIB

S : Mengatakan tidak pusing atau mimisan lagi
O : Tanda vital terakhir 110/70 mHg, Nadi 120 X/menit stabil tiap 2 jam, tanda perdarahan tidak ditemukan. Hb 11,6 mmHg Ht 36%. Intake total cairan 2000 CC dan Output tidak diketahui dengan pasti. Urine kuning jernih
A : Resiko pemenuhan cairan masih dapat terjadi tanda diduga.
P : Monitoring tanda vital s.d 2 X 24 jam stabil dan bebas demam, bila stabil cairan intravena dapat dihentikan.
Monitoring tanda vital menjadi 4 jam sekali





Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit, diet dan perawatan  b.d kurangnya informasi

Jam
Kegiatan
Evaluasi
09.20
09.40

09.50

10.10

10.20

10.25
Membina hubungan saling percaya
Dengan keluarga dan anak
Membuat kontrak
Menggali lebih dalam pengetahuan ibu tentang penyakit dan perawatan
Menerangkan tentang penyakit yang diderita anak
Menerangkan jenis makanan yang sesuai untuk anak
Menerangkan estimasi peratawan selama di rumah sakit

Tanggal 11 Juni 2001; 10.35 WIB
S : Mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan
O : Umpan balik positif selama proses pendidikan kesehatann
A : Masalah teratasi sebagian, arahkan pada partisipasi keluarga terhadap perawatan
P : -Monitor peran serta keluarga dalam perawatan anak

No comments: