Juniartha Semara Putra
1. Pengumpulan data
2.
Analisa Data
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
DENGAN
GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN :
EFUSI PLEURA SINISTRA
DI RUANG
DAHLIA PERJAN RUMAH SAKIT
DR. HASAN SADIKIN BANDUNG
TINJAUAN KASUS
I. PENGKAJIAN
1. Pengumpulan data
1) Identitas
a) Identitas Klien
Nama : Ny.
E
Umur : 27
Tahun
Jenis
Kelamin :
Perempuan
Status
marital :
Kawin
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Karyawati
Agama :
Islam
Suku Bangsa : Sunda
Tanggal masuk RS : 24 April 2005
Tanggal Pengkajiaan : 28 April 2005
No Medrec : 0000356655
Diagnosa Medis
: Efusi Pleura Sinistra
Alamat : Kp. Jati Rt 01/Rw 03 Majalaya.
b) Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tn.N
Umur : 38 Tahun
Jenis Kelamin : Laki - laki
Pekerjaan : Karyawan
Alamat
: Kp. Jati Rt 01/Rw 03 Majalaya
Hubungan dengan klien :
Suami
2) Riwayat Kesehatan
I.
Riwayat
Kesehatan Sekarang
a)
Keluhan utama saat masuk rumah sakit
± seminggu sebelum masuk Rumah
Sakit klien mengeluh sesak nafas yang dirasakan semakin lama semakin berat. Sesak
nafas dirasakan tiba-tiba tanpa disertai bunyi mengi. Sesak nafas tidak
dipengaruhi cuaca atau aktifitas dan tidak berkurang dengan istirahat. Keluhan
disertai nyeri dada yang hilang timbul pada dada sebelah kiri.
b)
Keluhan
utama saat dikaji
Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 28 April
2005 pukul 07.30 Klien mengeluh sesak di daerah dada sebelah kiri. Keluhan ini
dirasakan bertambah berat bila ia beraktivitas dan posisi tidur telentang,
berkurang dengan posisi tidur ½ duduk,
diganjal oleh dua bantal atau duduk. Keluhan sesak dirasakan seperti tertindih
benda yang berat. Sesak dirasakan terus menerus.
II.
Riwayat
Kesehatan Dahulu
Klien
mengatakan sebelumnya pernah di rawat di RS Al-ihsan dengan typus dan 2 minggu
setelah keluar dari RS, klien kembali di rawat di RSU Majalaya terus diambil
cairan dari paru-paru sebelah kiri dengan warna kuning sebanyak 5 liter
III.
Riwayat
Kesehatan Keluarga
Menurut
klien dan keluarga anggota keluarganya tidak ada yang menderita penyakit TBC,
hepatitis, hipertensi dan Diabetes Melitus.
3) Pemeriksaan Fisik
a) Sistem Pernafasan
Bentuk
hidung simetris, tidak ada pernafasan cuping hidung, tidak ada sanosis, hidung
kokoh, jalan nafas paten, sinus tidak nyeri, tidak ada secret pada hidung, ,
mukosa berwarna merah muda, fibrisae ada, Konka tidak membesar, tidak ada
polip, tidak ada deviasi septum, pada saat mengatakn “ah” uvula bergerak bebas
dan letak simetris, tidak ada pembesaran tonsil, leher tampak simetris, tidak
ada pembesaran kelenjar getah bening, tidak ada deviasi trakea,terpasang O2 BC 3 liter/menit, dada simetris, Pergerakan dada
tidak simetris, Diameter anterior : posterior 1: 2, tampak adanya retraksi
interkostal, ekspansi paru kiri menurun,
vocal premitus paru kiri menurun, bunyi nafas saat diperkusi suara paru bagian apek
kiri dulnes, dan bagian basal pekak, Suara paru ronchi, frekuensi nafas 36
x/menit,
b) Sistem Cardiovaskuler
Konjungtiva
pucat, terdapat peningkatan JVP 5 + 3
cmH2O, akral teraba dingin , tidak ada
cyanosis pada ujung-ujung ekstrimitas, tidak terdapat clubbing finger, CRT
kembali dalam 3 detik, tidak ada pembesaran KGB, palpasi arteri radialis teraba
berdenyut cukup kuat dan regular dengan frekuensi Nadi 112 x/ menit, Bunyi
jantung S1 dan S 2 murni dan regular,
point of maksimal impuls antara ICS 4 dan 5 Mid klavikula kiri. tekanan darah
120/70 mmHg.
c) Sistem Pencernaan
Sklera putih, mata tidak cekung, bentuk bibir
simetris, mukosa bibir kering, tidak terdapat iritasi pada rongga mulut, gigi
lengkap, tidak terpasang gigi palsu, tidak terdapat caries, bentuk lidah
simetris. Susuna gigi lengkap, Abdomen tampak cekung pada saat klien
terlentang, bising usus 6 x/menit, pada saat diperkusi terdengar timpani, pada
saat dipalpasi tidak ada nyeri tekan dan nyeri lepas
d) Sistem Perkemihan
Tidak ada oedema periorbital, tidak
ada bunyi bruit pada aorta dan arteri renalis, pada saat diperkusi klien tidak
mengeluh nyeri, Tidak ada pembesaran ginjal, tidak ada distensi pada
suprapubis, tidak ada nyeri tekan. Pada saat diraba blass teraba kosong, klien terpasang
kateter output 250 cc, BAK terasa sedikit perih, klien merasa sedikit lega
dengan terpasang kateter karena urin bias keluar, warna urin kuning jernih.
e) Sistem Muskuloskeletal
Tidak ada kelainan bentuk tulang
belakang, curvature tulang belakang lurus, tidak ada deformitas, pembengkakan,
dan juga kemerahan, tidak ada nyeri tekan, teraba hangat, tidak terdapat
krepitasi. Klien dapat membuka mulut dengan lebar dan menutupnya, Rom servikal
dapat, kien tidak dapat melakukan Rom lumbal Spine karena pada ICS 2 terpasang drain,
klien dapat melakukan ROM bahu, ROM siku, Rom tangan, ROM panggul, ROM lutut,
ROM Angkle.
Kekuatan
otot tangan 4 / 4, kekuatan otot kaki 4/4.
f) Sistem
Integumen
Kulit kepala tampak bersih, rambut
tidak lengket, distribusi rambut merata, tidak mudah dicabut. Kuku tangan panjang kuku kaki pendek,kulit lengket dan
berkeringat, suhu 380C. Turgor kulit baik, bila dicubit
kembali dalam waktu waktu 3 detik, klien
mengatakan nyeri pada dada kirinya. Tampak lingkaran hitam di kelopak
mata.
g) Sistem Endokrin
Tidak ada edema, kelenjar tiroid
tidak teraba dan tidak mengalami pembesaran. klien tidak ada keluhan polipagi,
polidipsi dan poliuri.
h) Sistem Persarafan
I.
Tes Fungsi
Cerebral
a) Tingkat Kesadaran
Kualitas
: composmentis klien dapat berespon
dengan tepat terhadap stimulus yang diberikan melalui suara, taktil dan visual
Kuantitas ; GCS 15 E = 5, M = 6, V= 4
b) Status mental
Orientasi
klien terhadap orang waktu dan tempat baik terbukti dengan klien mampu menjawab
dimana dia berada, kapan masuk RS dan siapa yang menemaninya.
Daya ingat : klien mampu menjawab kapan
dia menikah
II.
Tes Fungsi
kranial
a)
N I ( olfaktorius )
Fungsi penciuman baik klien dapat
membedakan bau kayu putih dan kopi
b)
N II ( optikus)
Klien dapat membaca papan nama
perawat dalam jarak kurang lebih 30 cm
tanpa alat bantu
c)
N III,IV,VI
(okulomotoris, trokhealis, abdusen )
Respon cahaya terhadap pupil + Bola
mata dapat digerakan kesegala arah , tidak terdapat nistagmus atau diplopia
d)
N V (trigeminus )
Mata
klien berkedip pada saat pilinan kapas diusapkan pada kelopak mata, klien
merasakan sentuhan saat kapas diusapkan kemaksila dengan mata tertutup
e)
N VII ( Fasialis
)
Klien dapat membedakan rasa manis
dan asin, klien dapat mengerutkan dahi, wajah klien tampak simetris saat klien
tersenyum.
f)
N VIII (auditorius
)
Kien dapat menjawab pertanyaan
perawat dengan baik tanpa harus diulang
g)
N IX , X (
glosofaringeus, vagus )
Uvula bergetar simetris saat kien
mengatakan “Ah”, reflek menelan bagus,
h)
N XI (asesorius )
Klien
dapat menoleh kekanan dan kekiri
i)
N XII ( hipoglosus
)
Lidah
klien dapat digerakan secara bebas kesegala arah
III.
Fungsi
Motorik
Tidak
terdapat kontraktur pada ekstrimitas atas dan bawah, tonus otot cukup baik
untukmenahan gravitasi, reflek bisep ++/++, reflek trisep ++/++, reflek patella
++/++ reflek babinski --/--
IV.
Fungsi
Sensorik
Klien
dapat membedakan sensasi tumpul dan tajam.
4) Pola Aktivitas Sehari-hari
|
NO
|
AKTIVITAS
|
SEBELUM SAKIT
|
SETELAH SAKIT
|
|
1
|
Nutrisi
a.
Makan
Frekuensi
Nafsu makan
Jenis
b.
Minum
Jenis
Jumlah
|
2 x/hari
porsi kecil
Baik, 1
porsi habis
Nasi,lauk
pauk, sayuran
Air
putih,air the dan kopi
6 -7 gelas/hari
|
3x/hari porsi
kecil
Baik,
1 porsi habis
Nasi,
sayur bayam, tahu, ayam, pisang.
Air putih
dan air teh
6 -7 gelas
/hari
|
|
2
|
Eliminasi
a.
BAB
Frekuensi
Konsistensi
Warna
b.
BAK
Frekuensi
Warna
|
1 x/hari
Lembek
Kuning
3-4
x/hari
Kuning
jernih
|
1 x/hari
Lembek
Kuning
Kuning jernih
|
|
3
|
Istirahat
tidur
a.
Siang
b.
Malam
c.
Kualitas
|
Tidak/jarang
tidur siang
21.00-05.00
Nyenyak
|
Jarang
00.00-04.00
Sering
terbangun karena sesak
|
|
4
|
Personal
hygine
a.
Mandi
b.
Keramas
c.
Gosok gigi
d.
Gunting kuku
|
2 x/ hari
3x /
minggu
2 x /
hari
Kalau
panjang
|
diseka
tanpa sabun
Belum
Setiap
bangun tidur pagi
Belum
|
|
5
|
Aktivitas
|
Sehari-hari
klien bekerja dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti : memasak dan
mencuci
|
Klien hanya tidur di tempat tidur
|
5) Data Psikologis
a) Status Emosi
Penampilan
klien tampak murung, tempramen tenang dan dapat mengendalikan emosinya, klien
dapat mengungkapkan perasaannya. Klien menanyakan tentang keadaan penyakitnya
dan bagaimana proses penyembuhannya.
b) Konsep Diri
Klien
optimis dengan kesembuhannya walaupun belum tahu apa yang akan terjadi nanti.Klien
juga bertanya pada perawat mungkinkah penyakitnya akan sembuh
1. Gambaran Diri
Klien
mengatakan bahwa dirinya tidak malu dengan penyakit yang dideritanya saat
karena itu merupakan suatu penyakit yang akan ditangani oleh tenaga kesehatan
yang lebih ahli.
2. Identitas Diri
Klien menyadari identitasnya sebagai perempuan dan
dapat melakukan tugas sesuai perannya
3. Peran
Klien
berperan sebagai seorang istri dan sebagai ibu rumah tangga. Klien merasa tidak
terganggu dengan keadaannya sekarang.
4. Ideal Diri
Klien
berharap penyakitnya cepat sembuh dan berharap ingin cepat pulang agar dapat
melakukan kegiatannya seperti biasanya.
5. Harga Diri
Klien
sadar sebagai manusia biasa klien memiliki banyak kekurangan dan sadar bahwa
semuanya ini merupakan cobaan dari tuhan
c) Gaya komunukasi
Klien
mampu berkomunikasi dengan baik secara verbal ataupun nonverbal, Pada waktu diajak
berkomunikasi Klien menjawab jika ditanya saja.
d) Pola Interaksi
Klien
kooperatif dapat berinteraksi dengan orang lain dan tim kesehatan Hubungan
klien dengan keluarga, tetangga baik tidak ada masalah dengan pasien lain.
e) Koping
Dalam
menghadapi masalah biasanya klien selalu berdoa dan bercerita kepada suaminnya
dan anak-anaknya serta berusaha untuk menghadapinya secara bersama-sama.
f) Data Sosial
Klien
dalam kesehariannya bekerja sebagai seorang karyawati sebuah perusahaan yang
mempunyai kebiasaan merokok. Klien mengatakan hubungan dengan anggota keluarga
dan masyarakat dilingkungan klien terjalin dengan baik begitu juga dengan
hubungan klien dengan pasien lain dan tim kesehatan tampak baik
g) Data Spiritual
Klien beragama islam, dalam kondisinya
sekarang ibadah sholat klien terganggu. Klien meyakini sakitnya adalah cobaan
dari Allah. Sebagai manusia biasa klien hanya bisa berusaha dan berdoa
h) Data Penunjang
Pemeriksaan
labolatorium tanggal 26 April 2005
|
Pemeriksaan
|
Hasil
|
Nilai normal
|
Satuan
|
|
Hematologi
|
|
|
|
|
Hemoglobin
|
8.4
|
12 - 16
|
gr/dl
|
|
Leukosit
|
23.700
|
8.8 –
10.6 rb
|
/mm 3
|
|
Hematokrit
|
36
|
40-52
|
%
|
|
Trombosit
|
204.000
|
150 - 440
|
ribu/mm 3
|
|
Kimia klinik
|
|
|
|
|
Klorida
|
110
|
98 - 108
|
MEq /L
|
|
Magnesium
|
1.9
|
1.9 – 2.5
|
mg /dl
|
|
Natrium
|
138
|
135 - 145
|
MEq/L
|
|
Kalium
|
4.0
|
3,6 - 5,5
|
MEq/L
|
|
Calsium
(Ca bebas)
|
4.45
|
4.7- 5.2
|
mg/dl
|
25 April 2005
-
Hasil photok thorax :
Terdorong mediastinum pleura membentuk
bayangan dengan cairan dan
Permukaan cairan
Terapi
Baring
½ duduk (semi Fowler)
Diit
TKTP
O2 BC 3
liter/menit
Ceptriaxone
1 x 2 gr/IV
Infuse
Dex 5 %
2.
Analisa Data
|
NO
|
DATA
|
KEMUNGKINAN PEYEBAB DAN DAMPAK
|
MASALAH
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1
2
3
4
5
|
DS :
- Klien mengeluh sesak
DO :
- Pola nafas cepat dan
dangkal
- Terpasang O2 BC 3
liter/menit
- Frekuensi nafas 36 x/menit
- Tampak peningkatan kerja
otot pernapasan
- Terdapat retraksi
interkostalis
- Pergerakkan dada tidak
simetris
- Hasil Foto Thoraks :
terdorong mediastinum pleura membentuk bayangan dengan cairan dan permukaan
cairan
- Pada perkusi dada kiri dullness
DS :
- Klien mengeluh nyeri pada
dada kiri terutama bila batuk
- Nyeri seperti
ditusuk-tusuk
DO :
- Klien tampak meringis
- Skala nyeri 3 pada skala 0
- 5
DS :
-
klien mengatakan
lemah untuk beraktifitas
DO :
- klien tampak lemah
-
Klien hanya berbaring tanpa
banyak beraktifitas
- Kebutuhan sehari hari
dibantu
- Konjungtiva pucat
- Haemoglobin 8.4
DS :
-
Klien mengeluh tidurnya
sering terbangun karena sesak
DO :
- Tampak bayangan hitam
dikelopak mata
- Klien tampak lemah
- Konjungtiva pucat
- Klien tampak lemas
DS :
- Klien menanyakan keadaan
penyakitnya dan bagaimana proses penyembuhannya
DO :
-
Ekspresi wajah klien tampak cemas
-
Klien tampak murung
|
Payah jantung kongesti
↓
Bendungan paru
↓
Peningkatan tekanan vena
pulmonalis
↓
Transudasi
↓
Penumpukkan cairan dalam rongga pleura
↓
Daya kembang paru menurun
↓
Pola nafas tidak efektif
↓
O2
tidak dapat masuk kedalam rongga paru
↓
Sesak nafas
↓
Gangguan oksigenasi : ventilasi
Akumulasi cairan dalam rongga pleura
↓
Menekan pleura parietal
↓
Merangsang reseptor serabut syaraf sekitar untuk
mengeluarkan bradikinin dan serotinin
↓
Impuls dihantarkan ke hypothalamus, cotex
cerebri
↓
Nyeri dipersepsikan
Penurunan suplay O2 dalam darah
↓
Kompensasi tubuh untuk mendapatkan suplai O2 yang cukup kejaringan yaitu
denganpeningkatan usaha bernapas
↓
Kontraksi otot pernapasan
↓
Energi banyak digunakan untuk bernapas
↓
Kondisi tubuh klien jadi lemah
↓
Keterbatasan gerak
Stimulasi sesak
↓
Merangsang susunan saraf pusat otonom
mengaktivasi noreefineprin
↓
Merangsang saraf simpatis untuk mengaktivasi RAS
↓
Mengaktifkan kerja organ tubuh
↓
REM menurun
↓
Klien terjaga
↓
Pemenuhan istirahat tidur klien terganggu
Klien dengan efusi pleura
↓
Kurangnya penegtahuan klien tentang keadaan penyakitnya dan proses
penyembuhannya
↓
Merepakan stressor psikologis bagi klien
↓
Ko[ping klien tidak efektif
↓
Cemas
|
Gangguan
oksigenasi : Ventilasi
Gangguan rasa nyaman : Nyeri dada
Keterbatasan gerak
Ganguan pemenuhan istirahat tidur
Gangguan rasa aman : cemas
|
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
|
NO
|
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
|
DITEMUKAN
|
DIPECAHKAN
|
||
|
TANGGAL
|
PARAF
|
TANGGAL
|
PARAF
|
||
|
1
2
3
4
5
|
Gangguan
oksiganasi : ventilasi b.d penurunan ekspansi paru akibat akumulasi cairan di
dalam rongga pleura
Gangguan rasa
nyaman nyeri b.d akumulasi cairan di rongga pleura
Keterbatasan gerak b.d kelemahan
Ganguan
pemenuhan istirahat tidur b.d terakstivasinya RAS
Gangguan rasa
aman : cemas b.d kurangnya pngetahuan tentang penyakit dan proses
penyembuhannya
|
28-04-
2005
28-04-
2005
28-04-
2005
28-04-
2005
28-04-
2005
28-04-
2005
|
Harli
Harli
Harli
Harli
Harli
Harli
|
|
|
III. PERENCANAAN
|
No
|
Diagnosa
Keperawatan
|
PERENCANAAN
|
||
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
1.
2
3
4
5
|
Gangguan oksiganasi : ventilasi b.d penurunan
ekspansi paru akibat akumulasi cairan di dalam rongga pleura
ditandai
dengan :
DS :
- Klien mengeluh sesak
DO :
- Pola nafas cepat dan
dangkal
- Terpasang O2 BC 3
liter/menit
- Frekuensi nafas 36 x/menit
- Tampak peningkatan kerja
otot pernapasan
- Terdapat retraksi
interkostalis
- Pergerakkan dada tidak
simetris
- Hasil Foto Thoraks :
terdorong mediastinum pleura membentuk bayangan dengan cairan dan permukaan
cairan
- Pada perkusi dada kiri
dullnes
Gangguan rasa nyaman nyeri b.d akumulasi cairan di
rongga pleura
ditandai
dengan :
DS :
- Klien mengeluh nyeri pada
dada kiri terutama bila batuk
- Nyeri seperti
ditusuk-tusuk
DO :
- Klien tampak meringis
- Skala nyeri 3 pada skala 0
- 5
Keterbatasan
gerak b.d kelemahan
ditandai dengan :
DS
:
-
klien
mengatakan lemah untuk beraktifitas
DO :
- klien tampak lemah
-
Klien hanya berbaring tanpa
banyak beraktifitas
- Kebutuhan sehari hari
dibantu
- Konjungtiva pucat
- Haemoglobin 8,4
Gangguan
pemenuhan istirahat tidur b.d teraktivasinya RAS ditandai dengan :
DS :
- Klien mengeluh tidurnya
sering terbangun karena sesak
DO :
- Tampak bayangan hitam
dikelopak mata
- Klien tampak lemah
- Konjungtiva pucat
- Klien tampak lemas
Gangguan rasa aman : cemas b.d kurangnya
pngetahuan tentang penyakit dan proses penyembuhannya, ditandai dengan :
DS :
- Klien menanyakan keadaan
penyakitnya dan bagaimana proses penyembuhannya
DO :
-
Ekspresi wajah klien tampak cemas
-
Klien tampak murung
|
Tupan
:
Dalam
waktu 5 hari oksigenasi ventilasi klien lancar
Tupen
:
Setelah
dilakukan intervensi selama 3 X 24 jam, pola napas efektif criteria evaluasi
:
- Klientidak mengeluh sesak
- Frekuensi nafas normal 16 – 20 x/menit
- Pergerakan otot pernpasan normal
- Pergerakkan dada simetris
- Bunyi nafas meningkat terutama pada area dada kiri
- Tidak terdapat retraksi interkostalis
Tupan
:
Setelah
dilakukan perawatan selama 5 hari rasa nyaman klien terpenuhi
Tupen
:
Setelah
dilakukan intervensi selama 3 X 24 jam
nyeri berkurang dengan criteria evaluasi
- Klien tidak mengeluh nyeri
- Ekspresi wajah tenang
- Skal nyeri berkurang jadi 2 pada skala 0 - 5
Tupan
:
Setelah
di lakukan perawatan selama 5 hari pemenuhan kebutuhan gerak klien terpenuhi
Tupen
:
Setelah
dilakukan perawatan selama 3 X 24 jam, klien dapat memenuhi kebutuhannya
dengan kriteria :
- Klien tidak lemah
-
Personal
hygiene dan kebutuhan klien terpenuhi baik dengan bantuan maupun secara
mandiri
Tupan:
Setelah
dilakukan perawatan selama 5 hari kebutuhan Istirahat tidur klien terpenuhi
Tupen:
Setelah
dilakukan intervensi selama 2 x 24 jam klien dapat istirahat tidur dengan
criteria evaluasi :
- Klien mengatakan tidurnya nyenyak tanpa sering
terbangun
- Klien dapat tidur malam selama 8 jam
- Tidak tampak banyangan hitam dikelopak mata
Tupan
Setelah
di lakukan perawatan selama 3 hari rasa nyaman klien terpenuhi
Tupen
:
Setelah
dilakukan intervensi selama 1 X 24 jam
klien tidak cemas dengan criteria evaluasi :
- Klien mengetahui tentang penyakitnya dan proses
penyembuhannya
- Ekspresi wajah klien tidak murung
- Klien mau berkomunikasi dan kooperatif
|
1. Pertahankan
posisi tidur semi fowler dengan
miring kearah yang terkena
2. Bimbing dan latih teknik nafas dalam secara teratur,
monitor dan catat TTV
3. Monitor fungsi pernapasan : cepat, dangkal, dyspneu
dan perkembangan dada
4. Berikan O2 BC sesuai program yaitu 3 liter/menit
1. Observasi tanda-tanda vital
2. Atur posisi yang nyaman bagi klien
3. Ajarkan dan anjurkan klien untuk melakukan teknik
distraksi dan relaksasi
4. Anjurkan dan Bantu klien untuk menahan dada dengan
bantal saat batuk
5. Hindari aktifitasyang memberatkan bagi klien
6. Laksanakan program Dokter pemberian analgatik
1. Kaji aktifitas yang memerlukan bantuan
2. Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan ADLnya
3. Jelaskan aktifitas yang dapat dilakukan oleh klien
4. LIbatkan keluarga dalam memnuhi kebutuhan dasar
klien dengan mencoba makan sendiri
1. Identifikasi penyebab klien tidak bisa tidur
2. Meganjurkan klien untuk berelaksasi dengan minum
segelas susu hangat sebelum tidur
3. Anjurkan klien untuk tidur dengan posisi yang nyaman
4. Menganjurkan klien untuk melakukan kebiasaannya
sebelum tidur
5. Menciptakan lingkungan yang nyaman
1. Kaji sejauh mana klien mengetahui tentang
penyakitnya
2. Beri kesempatan klien untuk mengekspresikan
perasaannya
3. Jelaskan pada klien tentang penyakitnya dan prosedur
pengobatannya
4. Anjurkan pada keluarga untuk memberikan support dan
motivasi kepada klien
|
1. Meningkatkan inspirasi maksimal, mengurangi
penekanan pada sisi yang normal, serta ekspansi paru dan ventilasi pada sisi
yang tidak sakit.
2. Diharapkan sesak napas klien berkurang dan perubahan
kondisi klien dapat terobservasi
3. Perubahan dan peningkatan frekuensi pernapasan dapat
terobservasi
4. Diharapkan sesak berkurang dan kebutuhan O2 terpenuhi
1. Deteksi dini kemungkuinan tanda-tanda abnormal
2. Diharapkan rasa nyeri berkurang
3. Klien dihrapkan tidak berfokus pada nyerinya dan
nyeri berkurang
4. Dengan menahan dada nyeri berkurang
5. Diharapkan nyeri dapat dihindari
6. Medikasi mengurangi nyeri dan mempermudah istirahat
1. Perawat dapat mengetahui sejauhmana klien dapat
memenuhi ADL secara mandiri
2. Diharapkan kebutuhan ADL klien dapat terpenuhi
3. Klien dapat membatasi aktifitasnya
4. Diharapkan klien dapat melakukannya sendiri bila
sudah cukup sehat
1. Dapat mengidentifikasi penyeban klien tidak bisa
tidur dan untuk menentukan intervensi selanjutnya
2. susu mengandung triptopan yang mempunyai efek
sedative
3. dapat meningkatkan ekspansi paru yang maksimal
4. meningkatkan relaksasi dan kesiapan tidur
5. lingkungan yang nyaman dapat menstimulasi RAS sehingga
klien mudah tidur
1. Diharapkan perawat dapat menentukan cara dalam
penyampaian informasi
2. Diharapkan dapat memberikan gambaran sejauhmana
klien mengetahui tentang penyakinya
3. Diharapkan klien mengetahui dan memahami tentang
penyakitnya dan prosedur pengobatannya
4. Keluarga adalah support system yang baik untuk
mempercepat proses penyembuhan klien
|
IV, V Implementasi,Evaluasi
|
Tanggal
|
Waktu
|
DP
|
Tindakan Keperawatan dan
Evaluasi
|
Paraf
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
28 -04-2005
|
08.00
08.10
08.15
08.18
08.25
08.35
09.00
09.05
09.11
09.21
09.25
09.31
09.35
09.40
12.00
12.05
12.06
12.10
12.14
12.10
13.12
|
1
1
1
1
2
2
2
2
3
3
3
3
4
4
4
4
4
5
5
5
5
|
Mengatur posisi tidur semi fowler dengan
diganjal 2 bantal.
Hasil
evaluasi :
Dengan posisi 2
bantal klien mengatakan sesak berkurang.
Melatih klien teknik nafas
dalam
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan nyaman
dan sesak berkurang
Mengobservasi,
mencatat, dan melaporkan bila timbul pernafasan yang cepat, dangkal, dyspneu
dan perkembangan dada
Hasil evaluasi :
Tidak ada pernafasan
yang cepat, dangkal, dyspneu dan perkembangan dada
Memberikan O2 BC sesuai program yaitu 3
liter/menit
Hasil evaluasi :
O2 diberikan sesuai program 3 liter/menit
Mengobservasi tanda-tanda vital
Hasil evaluasi :
TD : 120/80 mmHg Suhu : 37 º C
RR : 36
x/menit Nadi :
112 x/menit
Mengajarkan dan menganjurkan klien untuk
melakukan teknik distraksi dan relaksasi
Hasil evaluasi :
Klien mau melakukan teknik distraksi dan
relaksasi dengan dibantu oleh keluarga
Menganjurkan dan membantu klien untuk menahan
dada dengan bantal saat batuk
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan akan melakukan anjuran perawat
Menganjurkan pada klien untuk menghindari
aktifitas yang memberatkan bagi klien
Hasil evaluasi :
Klien mau melakukan anjuran perawat
Mengkaji aktifitas yang
memerlukan bantuan
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan
kesulitan dalam mengambil barang-barang yang jauh dari klien
Membantu klien dalam
memenuhi kebutuhan ADLnya
Hasil evaluasi :
Mengantarkan makan pada
klien
Menjelaskan aktifitas
yang dapat dilakukan oleh klien
Hasil evaluasi :
Klien mendengarkan
penjelasan dari perawat dan mengatakan akan melakukan anjuran perawat.
Melibatkan keluarga dalam
memnuhi kebutuhan dasar klien
Hasil evaluasi :
Keluarga membantu klien
untuk makan
Mengidentifikasi
penyebab klien tidak bisa tidur
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan sulit
untuk tidur karena napasnya terasa sesak dan tidak terbiasa tidurdengan
banyak orang disekelilingnya
Menganjurkan klien
untuk berelaksasi dengan minum segelas susu hangat sebelum tidur
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan kalau
dirumah klien sekali-kali suka minum susu tapi sekarang suka mual
Menganjurkan klien
untuk tidur dengan posisi yang nyaman
Hasil evaluasi :
Klien mau mengatur
posisinya sendiri
Menganjurkan klien
untuk melakukan kebiasaannya sebelum tidur
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan
biasanya sebelum tidur klien biasa nonton TV dulu
Menciptakan lingkungan
yang nyaman bagi klien
Hasil evaluasi :
Lingkungan rapih dan
bersih
Mengkaji sejauh mana
klien mengetahui tentang penyakitnya
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan hanya
tahu sedikit tentang penyakitnya yaitu adanya penumpukan cairan
diparu-parunya
Beri kesempatan klien
untuk mengekspresikan perasaannya
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan takut
penyakitnya tidak bisa sembuh
Menjelaskan pada klien tentang penyakitnya dan
prosedur pengobatannya
Hasil
evaluasi :
Klien memperhatikan penjelasan dari perawat
Menganjurkan pada keluarga untuk memberikan support
dan motivasi kepada klien
Hasil
evaluasi :
Keluarga dengan senang hati akan melakukan anjuran
dari perawat
|
|
V.
Catatan Perkembangan
|
No
|
Tanggal
|
Dp
|
Catatan Perkembangan
|
Paraf
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
1
2
3
4
5
|
30-04-2005
|
1
2
3
4
5
|
S :
- Klien
mengatakan sesaknya berkurang
O :
-
Klien tampak lebih tenang
-
RR : 28 x/menit
A : Masalah teratasi sebagian
P :
Lanjutkan intervensi
-
Mengatur posisi klien semi fowler
-
Memberikan terapi O2 BC 3 liter/menit
S:
- Klien mengatakan nyeri dada
berkurang
O :
- Klien tidak tampak
kesakitan
- Skala nyeri 2 dari skala 0
- 5
A : Masalah teratasi
sebagian
P : Lanjutkan intervensi
-
Melatih teknik distraksi dan relaksasi napas dalam
- Menahan dada saat batuk
- Mengatur posisi semifowler
-
Hindari aktifitas yang memberatkan bagi klien
S :
-
Klien mengatkan sudah dapat
melakukan aktivitas yang ringan seperti makan secara mandiri namun belum
dapat beraktifitas berat
O :
-
Klien dapat makan sendiri
-
Klien dapat merubah posisi sendiri
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
-
Membantu kebutuhan klien yang bek=lum dapat dilakukan secara mandiri
S :
- Klien
mengatakan tidurnya sudah agak nyenyak tanpa sering terbangun
- Klien
mengatakan tidurnya mulai dari jam 21.00-04.30
O :
-
Tidak tampak lingkar hitam
pada kelopak mata
-
Klien tampak lebih segar
A : Masalah teratasi
S:
-
Klien mengatakan sekarang klien sudah tahu tentang penyakitnya dan
cara penyembuhannya
-
Klien mengatakan tidak cemas lagi
-
Klien cuma bisa berdoa untuk kesembuhannya
O:
- Klien tampak tenang
A: Masalah teratasi
|
|
No comments:
Post a Comment