WHO AM I?

I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA POLTEKKES KEMENKES DENPASAR JURUSAN KEPERAWATAN

Sunday, July 29, 2012

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KLIEN DENGAN GASTROENTERITIS

Juniartha Semara Putra


ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KLIEN DENGAN GASTROENTERITIS


A.    PENGKAJIAN
I.       Data Umum
1.      Nama kk          : Tn “B”
2.      Usia                 : 50 Tahun
3.      Pendidikan      : SD
4.      Pekerjaan         : Tukang Bangunan
5.      Alamat                        : Jln. A Yani Lrg. Masa Jaya Rt 08 No 45 Kel. 8 Ulu Palembang
6.      Komposisi anggota keluarga :
No
Nama (Inisial)
Jenis kelamin
Hub. Dg keluarga
Ttl/ umur
Pendidikan
Pekerjaan
Status imunisasi
1.
2.
3.
4.
Ny “N”
“D”
Nn “I”
“M”
P
P
P
P
Istri
Anak
Anak
Anak
35 th
17 th
15 th
12 th
-
Smu
Smp
SD
Ibu RT
Pelajar
Pelajar
Pelajar



Genogram





Keterangan :
                                    : Laki-Laki
                                    : Meninggal
                                    : Perempuan
                                    : Serumah
                                    : Klien
7.      Tipe keluarga  
Tipe keluarga termasuk keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah, ibu dan 3 orang anak yang tinggal dalam satu rumah.
8.      Suku :
Kepala keluarga berasal dari suku komring, istri pun berasal dari komring sehingga ketiga anaknya pun bersuku komring.
9.      Agama
Kepala keluarga dan anggota keluarga menganut agama islam, kegiatan dalam beragama cukup baik.
10.  Status ekonomi keluarga
Penghasilan atau pendapatan keluarga Rp.300.000, dengan pendapatan tersebut tidak memenuhi kebutuhan keluarga yang menentukan pengunaan uang adalah kepala keluarga.
11.  Aktifitas rekreasi keluarga
Keluarga biasa melakukan rekreasi ringan yaitu pergi kepasar.

II.    Riwayat dan tahap perkembangn keluarga
  1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan anak usia remaja (families with teenager: usia anak pertama : 17 th).
  1. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi.
Tahap perkembangan keluarga yang belum diketahui tidak ada.
  1. Riwayat keluarga inti

  1. Riwayat keluarga sebelumnya
Tn “b” pernah menderita penyakit rematik, kedua anak nya pernah menderita diare dan batuk pilek.

III.  Lingkungan
16.  Karakteristik Rumah
Keluarga tinggal ditempat kontrakan dengan bentuk rumah bangunan kayu mempunyai satu kamar, satu ruang tamu dan dapur, dan ada tempat mandi sama-sama dengan tetangga yang menyewa dan terletak didepan rumah. Luas rumah 4x 6 m, tidak punya perkarangan rumah, ventilasi rumah kurang dengan penerangan ruangan dengan listrik, lantai papan, kebersihan rumah kurang, dan pengaturan perabot rumah tangga kurang.
17.  Karakteristik tetangga dan komunitas
Lingkungan tetangga Cukup baik, saling tolong menolong dan sering berkumpul. Lingkungan komunitaspun rapi, bersih, dan aman. Tn’B” selalu ikut bermusyawarah dalam kegiatan masyarakat.Tn “b” dan keluarga dengan tetangga berhubungan akrab, istri Tn ‘B” ikut pengajian di masjid sekali seminggu.
18.  Mobilitas geografis keluarga
Keluarga tidak memiliki kendaraan bermotor untuk beraktivitas dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
19.  Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga tidak pernah mengikuti perkumpulan keluarga,tetapi KK aktif dalam perkumpulan dalam masyarakat.

20.  Sistem pendukung keluarga
KK memenuhi kebutuhan keluarga dengan usahanya sendiri tanpa bantuan dan dukungan dari orang lain

IV. Struktur  keluarga
21.  Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga dilakukan pada saat makan, pada waktu nonton TV bersama atau ketika ada masalah anak dipanggil.
22.  Struktur kekuatan keluarga
Struktur kakuatan keluarga dipengaruhi oleh kemampuan individu, seperti ayah yang dihormati serta terkadang di takuti, karna posisinya sebagai KK yang mengambil keputusan (legitimate power )   
23.  Struktur peran
Dalam keluarga menjalankan perannya masing-masing yaitu KK adalah orang yang berperan melindungi keluarga dan mengatur kehidupan keluarga. Istri sebagai orang yang mendidik dan membimbing anak-anak . masing-masing anggota keluarga menyayagi satu sama lain.
24.  Nilai dan norma budaya.
Dalam keluarga ini cukup kental dan menganut adat istiadat komring.

V.    Fungsi keluarga
25.  Fungsi afektif
Keluarga Tn.B menanamkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan dengan anggota yang lain, baik itu dari keluarga Tn B , maupun dari keluarga istri Tn. B itu sendiri.Tn B danistri sangat memperhatikan, membimbing, menyayangi anaknya.
26.  Fungsi Sosialisasi
Yang berperan membesarkan anak dengan mengontrol sikap dan perilaku adalah ibu. Fungsi sosialisasi dipikul bersama yakni dengan bersama-sama dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya untuk bersosialisasi dengan baik terhadap orang lain. Tn “B” dan istri selalu bersikap baik, ramah dan sopan dengan orang lain. Dengan cara ini mereka mencontohkan pada anak-anaknya agar bias meniru sikap yang baik.
27.  Fungsi perawatan kesehatan
Bila ada anggota keluarga yang sakit biasanya berobat sendiri. Apabila tidak teratasi baru ke puskesmas.

VI. Stress Dan Koping Keluarga
28.  Stressor jangka pendek
Jika terdapat masalah dalam keluarga Tn “B” dengan segera menanyakan apa yang sedang terjadi dan segera memanggil anaknya.
29.  Stressor jangka panjang
Dalam menghadapi masalah keluarga biasanya dipecahkan bersama dengan jalan musyawarah dan pengambilan keputusan oleh kepala keluarga.
30.  Strategi koping yang digunakan
Strategi koping yang digunakan untuk menyelesaikan masalah adalah secara konstruktif.
31.  Strategi adaptasi disfungsional
Tidak ada.
32.  Pemeriksaan fisik head to toe secara inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi dan tanda-tanda vital termasuk tinggi badan dan berat badan.
1.      Rambut
Kebersihan rambut semua keluarga cukup dengan mengunakan shampo yaitu empat kali sehari.
2.      Gigi dan mulut
Kebersihan gigi dan mulut anggota keluarga cukup, menggosok dengan menggunakan pasta dan sikat gigi, kebiasaan menggosok gigi 2 x sehari.
3.      Kulit
Kebersihan kulit anggota keluarga cukup, mandi 2 x sehari, tempat mandi di sumur depan rumah.
4.      Kebersihan tangan dan kaki
Kebiasaan memakai alas kaki, jarang mencuci tangan sebelum makan, keadaan kuku  tangan dan kaki kelihatan panjang, kotor dan sebelum tidur tidak dilakukan cuci kaki karena sudah mengantuk.
5.      Pakaian
Pakaian anggota keluarga cukup kecuali Nn “I”, mengganti pakaian 2 x sehari.
6.      Pemeriksaan fisik Nn “I” keadaan lemah, mencret lebih dari 3 x sehari, nafsu makan tidak ada, bibir kelihatan kering dengan suhu 37,8 derajat celcius, nadi 80 x/mnt, tekanan darah 100/60 mmHg, pernafasan 24 x/mnt, rambut panjang keriting, berwarna hitam, warna kulit hitam manis, turgor elastis, kebersihan cukup.
VII.          Harapan Keluarga Terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga
            Keluarga berharap dengan diterapkan asuhan keperawatan keluarga maka tingkat pengetahuan keluarga tentang pelayanan kesehatan makin meningkat dan mendapat informasi tentang pencegahan dari penyakit.                     
           
         

















ANALISA DATA
NO
DATA
MASALAH
1














2













3
DO :
  • Ukuran Rumah 4 x 6m Dihuni oleh 5 orang anggota keluarga
  • Halaman rumah tergenang air bila hujan
  • Pembuangan air limbah tidak ada
  • Tidak mempunyai pekarangan rumah
  • Ventilasi kurang
  • Pengaturan nperalatan rumah tangga kurang teratur
  • Pembuangan sampah sembarangan
DS :
·         Ibu mengatakan sementara ini kami tidaklmerasakan pengaruh dari keadaan sekarang itu.
DO :
  • Kuku kaki dan tangan Nn “I” Kelihatan panjang dan kotor
  • Nn “I” jarang cuci tangan sebelum makan
  • Sebelum tidur tidak pernah cuci kaki
  • Nn “I” suka jajan sembarangan
  • Ganti baju 1x sehari
DS :
·         IBU mengatakan bahwa keadaan yang demikian sudah dari dulu di lakukan dan tidak ada pengaruh bagi kesehatan keluarga

DO :
  • Nn “I” Berumur 15 th sejak 2 hari yang lalu mencret-mencret dengan frekwensi lebih dari 5x sehari dengan konsistensi cair, nafsu makan kurang
DS :
  • Menurut ibu Nn “I’ sakit yang diderita anaknya hanya mencret biasa nanti juga hilang sendiri
  • Sanitasi lingkungan yang Jelek














  • Personal hygiene yang kuranmg terpelihara












  • Penyakit gastroenmteritis pada anak ke-2 tn “b”






Diagnosa Keperawatan
1.      Resiko tinggi  terjadinya sanitasi lingkungan yang jelek b.d ketidakmampuan keluarga dalam memelihara ( memodifekasi ) lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan anggota keluarga.
2.      Ketidaktahuan tentang pentingnya hidup sehat b.d ketidakmampuanm keluarga dalam mengenal masalah kesehatan.
3.      Ketidaktahuan keluarga tentang penyakit gastroenteritis b.d Ketidakmampuan Keluarga dalam mengenal masalah kesehatan.















SKORING
Dp I:
Risiko tinggi terjadinya sanitasi lingkungan yang jelek b.d ketidakmampuan keluarga memelihara ( memodifikasi ) lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan anggota keluarga.

No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1.


2.







3.





4.
Sifat masalah


Kemungkinan masalah dapat diubah





Potensi masalah untuk dicegah




Menonjolnya masalah
 x 1

 x 2






 x 1





 x 1


1











0
Masalah adalah ancaman kesehatan

Sanitasi lingkungan yang jelek dapat diubah dan diatasi secara bertahap dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan menciptakan lingkungan yang sehat

Sanitasi lingkungan dapat dicegah bila keluarga lebih mampu menyadari secara dini manfaat lingkungan sehat

Keluarga tidak sadar adanya masalah

TOTAL SKOR
2


Dp II:
Ketidaktahuan keluarga tentang pentingnya hidup sehat b.d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah


No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1.


2.








3.




4.
Sifat masalah


Kemungkinan masalah dapat diubah






Potensi masalah untuk dicegah



Menonjolnya masalah
 x  1

 x  2








 x 1




 x 1

1













Masalah adalah ancaman kesehatan

Kemungkinan masalah dapat diubah hanya sebagian karena kebiasaan anak-anak sering lupa untuk mencuci tangan dan kaki, namun kedua orang tua atau keluarga selalu mengingatkan

Kebersihan keluarga cukup dan dapat terlaksana bila keluarga sadar aka kebersihan

Keluarga sadar adanya masalah tetapi tidak segera diatasi

Total Skor
2



Dp III:
Ketidaktahuan keluarga tentang penyakit gastroenteristis b.d ketidalmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan keluarga

No
Kreteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1.


2.








3.






4.
Sifat masalah


Kemungkinan masalah dapat diubah






Potensi masalah untuk dicegah





Menonjolnya masalah
 x 1

 x 2








 x 1





 x 1
1


1








1






1
Kurang/tidak sehat


Kemungkinan masalah dapat diubah hanya sebagian yang dapat diatasi karena pendapatan keluarga yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kemungkinan masalah dapat diubah sebagian yang dapat diatasi.

Kemungkinan dehidrasi yang berat dapat dihindari atau dikurangi bila keluarga mampu mengetahui penyebab dari dehidrasi dan bagaimana cara mengatasinya.

Masalah dirasakan keluarga dan perlu penanganan segera.



Total Skor
4

PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN

Prioritas
Diagnosa keperawatan
Skor
1.


2


3
Ketidaktahuan keluarga tentang penyakit Gastroenteritis b.d Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan
Ketidaktahuan keluarga tentang pentingnya hidup sehat b.d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan
Risiko tinggi terjadinya sanitasi lingkungan yang jelek b.d Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara ( memodifikasi ) Lingkungan Rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan keluarga
4


2 5/6


2 1/3










PERENCANAAN


No.Diagnosa
Tujuan
Kriteria
Standar
Intervensi
3
Setelah dilakukan tindakan keperawatan, keluarga dapat mengerti masalah yang ada.dan mampu merawat keluarga yang sakit dirumah.
Verbal ( pengetahu
an)














Sikap


-          Keluarga mengerti tentang penyakit gastroenteritis yang ada
-          Keluarga mengerti tentang perawatan gastroenteritis di rumah





-          keluarga mampu memberikan penjelasan tentang bagaimana makanan yang bersih dan sehat
-          keluarga mampu menyediakan makanan yang sehat agar tidak tidak jajan di sembarang tempat.
-          kaji tingkat pengetahuan keluarga
-          berikan penjelasan ulang kepada keluarga yang belum dimengerti
-          diskusikan dengan keluarga tanda dan gejala penyakit gastroenteritis
-          ajarkan kepada keluarga tentang perawatan anggota keluarga yang sakit di rumah.

-          diskusikan dengan keluarga tentang bagaimana pemilihan makanan yang bersih dan sehat

-          ajarkan kepada keluarga cara pembuatan makanan yang ringan, bersih dan sehat.




EVALUASI


Tanggal dan waktu
No. Diagnosa keperawatan
Evaluasi
14-11-2007
15.00 wib
3
S :   Keluarga mengatakan masih ada materi yang belum dimengerti tentang materi gastroenteritis

O : Keluarga dapat menjawab pertanyaan tentang keluarga tidak dapat menjelaskan mengenai ketidaktahuan mereka tentang gastroenteritis.

A : Implementasi yang dilaksanakan minggu lalu dengan metode ceramah dan media, brosur, belum sepenuhnya dimengerti oleh keluarga. Perlu metode dan media lain yang lebih efektif.

P :   Berikan pendidikan kesehatan ulang sesuai ksepakatan dengan keluarga.Metode dengan dmontrasi.
       Media ditambah dengan bahan yang sesuai dengan kondisi di keluarga.




No comments: