Juniartha Semara Putra
Genogram
Keterangan :
: Laki-Laki
:
Meninggal
:
Perempuan
: Serumah
ASUHAN
KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KLIEN
DENGAN GASTROENTERITIS
A. PENGKAJIAN
I. Data Umum
1. Nama kk :
Tn “B”
2. Usia :
50 Tahun
3. Pendidikan :
SD
4. Pekerjaan :
Tukang Bangunan
5. Alamat : Jln. A Yani Lrg. Masa Jaya Rt 08 No
45 Kel. 8 Ulu Palembang
6. Komposisi anggota keluarga :
|
No
|
Nama (Inisial)
|
Jenis kelamin
|
Hub. Dg keluarga
|
Ttl/ umur
|
Pendidikan
|
Pekerjaan
|
Status imunisasi
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Ny “N”
“D”
Nn “I”
“M”
|
P
P
P
P
|
Istri
Anak
Anak
Anak
|
35 th
17 th
15 th
12 th
|
-
Smu
Smp
SD
|
Ibu RT
Pelajar
Pelajar
Pelajar
|
|
Genogram
: Klien
7.
Tipe keluarga
Tipe
keluarga termasuk keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah, ibu
dan 3 orang anak yang tinggal dalam satu rumah.
8.
Suku :
Kepala
keluarga berasal dari suku komring, istri pun berasal dari komring sehingga
ketiga anaknya pun bersuku komring.
9.
Agama
Kepala
keluarga dan anggota keluarga menganut agama islam, kegiatan dalam beragama
cukup baik.
10. Status
ekonomi keluarga
Penghasilan
atau pendapatan keluarga Rp.300.000, dengan pendapatan tersebut tidak memenuhi
kebutuhan keluarga yang menentukan pengunaan uang adalah kepala keluarga.
11. Aktifitas
rekreasi keluarga
Keluarga biasa melakukan rekreasi ringan
yaitu pergi kepasar.
II. Riwayat dan tahap perkembangn keluarga
- Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap
perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan anak usia remaja
(families with teenager: usia anak pertama : 17 th).
- Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi.
Tahap
perkembangan keluarga yang belum diketahui tidak ada.
- Riwayat keluarga inti
- Riwayat keluarga sebelumnya
Tn
“b” pernah menderita penyakit rematik, kedua anak nya pernah menderita diare
dan batuk pilek.
III. Lingkungan
16. Karakteristik
Rumah
Keluarga
tinggal ditempat kontrakan dengan bentuk rumah bangunan kayu mempunyai satu
kamar, satu ruang tamu dan dapur, dan ada tempat mandi sama-sama dengan
tetangga yang menyewa dan terletak didepan rumah. Luas rumah 4x 6 m, tidak
punya perkarangan rumah, ventilasi rumah kurang dengan penerangan ruangan
dengan listrik, lantai papan, kebersihan rumah kurang, dan pengaturan perabot
rumah tangga kurang.
17. Karakteristik
tetangga dan komunitas
Lingkungan
tetangga Cukup baik, saling tolong menolong dan sering berkumpul. Lingkungan
komunitaspun rapi, bersih, dan aman. Tn’B” selalu ikut bermusyawarah dalam
kegiatan masyarakat.Tn “b” dan keluarga dengan tetangga berhubungan akrab,
istri Tn ‘B” ikut pengajian di masjid sekali seminggu.
18. Mobilitas
geografis keluarga
Keluarga
tidak memiliki kendaraan bermotor untuk beraktivitas dalam memenuhi kebutuhan
keluarga.
19. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan
masyarakat
Keluarga tidak pernah mengikuti
perkumpulan keluarga,tetapi KK aktif dalam perkumpulan dalam masyarakat.
20. Sistem pendukung keluarga
KK memenuhi kebutuhan keluarga dengan
usahanya sendiri tanpa bantuan dan dukungan dari orang lain
IV. Struktur
keluarga
21. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga dilakukan pada
saat makan, pada waktu nonton TV bersama atau ketika ada masalah anak
dipanggil.
22. Struktur
kekuatan keluarga
Struktur
kakuatan keluarga dipengaruhi oleh kemampuan individu, seperti ayah yang
dihormati serta terkadang di takuti, karna posisinya sebagai KK yang mengambil
keputusan (legitimate power )
23. Struktur
peran
Dalam
keluarga menjalankan perannya masing-masing yaitu KK adalah orang yang berperan
melindungi keluarga dan mengatur kehidupan keluarga. Istri sebagai orang yang
mendidik dan membimbing anak-anak . masing-masing anggota keluarga menyayagi
satu sama lain.
24. Nilai
dan norma budaya.
Dalam keluarga ini cukup kental dan
menganut adat istiadat komring.
V. Fungsi keluarga
25. Fungsi
afektif
Keluarga
Tn.B menanamkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan dengan anggota yang lain,
baik itu dari keluarga Tn B , maupun dari keluarga istri Tn. B itu sendiri.Tn B
danistri sangat memperhatikan, membimbing, menyayangi anaknya.
26. Fungsi Sosialisasi
Yang berperan membesarkan anak dengan
mengontrol sikap dan perilaku adalah ibu. Fungsi sosialisasi dipikul bersama
yakni dengan bersama-sama dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya untuk
bersosialisasi dengan baik terhadap orang lain. Tn “B” dan istri selalu
bersikap baik, ramah dan sopan dengan orang lain. Dengan cara ini mereka
mencontohkan pada anak-anaknya agar bias meniru sikap yang baik.
27. Fungsi
perawatan kesehatan
Bila
ada anggota keluarga yang sakit biasanya berobat sendiri. Apabila tidak teratasi baru ke puskesmas.
VI. Stress Dan Koping Keluarga
28. Stressor
jangka pendek
Jika
terdapat masalah dalam keluarga Tn “B” dengan segera menanyakan apa yang sedang
terjadi dan segera memanggil anaknya.
29. Stressor
jangka panjang
Dalam
menghadapi masalah keluarga biasanya dipecahkan bersama dengan jalan musyawarah
dan pengambilan keputusan oleh kepala keluarga.
30. Strategi
koping yang digunakan
Strategi
koping yang digunakan untuk menyelesaikan masalah adalah secara konstruktif.
31. Strategi
adaptasi disfungsional
Tidak
ada.
32. Pemeriksaan
fisik head to toe secara inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi dan
tanda-tanda vital termasuk tinggi badan dan berat badan.
1.
Rambut
Kebersihan rambut semua keluarga cukup dengan mengunakan shampo yaitu
empat kali sehari.
2.
Gigi dan mulut
Kebersihan gigi dan mulut anggota keluarga cukup, menggosok dengan
menggunakan pasta dan sikat gigi, kebiasaan menggosok gigi 2 x sehari.
3. Kulit
Kebersihan kulit anggota
keluarga cukup, mandi 2 x sehari, tempat mandi di sumur depan rumah.
4.
Kebersihan tangan dan kaki
Kebiasaan memakai alas kaki, jarang mencuci tangan sebelum makan, keadaan
kuku tangan dan kaki kelihatan panjang,
kotor dan sebelum tidur tidak dilakukan cuci kaki karena sudah mengantuk.
5. Pakaian
Pakaian anggota keluarga cukup
kecuali Nn “I”, mengganti pakaian 2 x sehari.
6. Pemeriksaan fisik Nn “I” keadaan lemah,
mencret lebih dari 3 x sehari, nafsu makan tidak ada, bibir kelihatan kering
dengan suhu 37,8 derajat celcius, nadi 80 x/mnt, tekanan darah 100/60 mmHg,
pernafasan 24 x/mnt, rambut panjang keriting, berwarna hitam, warna kulit hitam
manis, turgor elastis, kebersihan cukup.
VII.
Harapan Keluarga Terhadap Asuhan
Keperawatan Keluarga
Keluarga
berharap dengan diterapkan asuhan keperawatan keluarga maka tingkat pengetahuan
keluarga tentang pelayanan kesehatan makin meningkat dan mendapat informasi
tentang pencegahan dari penyakit.
ANALISA DATA
|
NO
|
DATA
|
MASALAH
|
|
1
2
3
|
DO :
DS :
·
Ibu
mengatakan sementara ini kami tidaklmerasakan pengaruh dari keadaan sekarang
itu.
DO :
DS :
·
IBU mengatakan bahwa keadaan yang demikian
sudah dari dulu di lakukan dan tidak ada pengaruh bagi kesehatan keluarga
DO :
DS :
|
|
Diagnosa Keperawatan
1.
Resiko tinggi terjadinya
sanitasi lingkungan yang jelek b.d ketidakmampuan keluarga dalam memelihara (
memodifekasi ) lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan anggota
keluarga.
2.
Ketidaktahuan tentang pentingnya hidup sehat b.d
ketidakmampuanm keluarga dalam mengenal masalah kesehatan.
3.
Ketidaktahuan keluarga tentang penyakit gastroenteritis
b.d Ketidakmampuan Keluarga dalam mengenal masalah kesehatan.
SKORING
Dp I:
Risiko
tinggi terjadinya sanitasi lingkungan yang jelek b.d ketidakmampuan keluarga
memelihara ( memodifikasi ) lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan
anggota keluarga.
|
No
|
Kriteria
|
Perhitungan
|
Skor
|
Pembenaran
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Sifat masalah
Kemungkinan masalah dapat diubah
Potensi masalah untuk dicegah
Menonjolnya masalah
|
|
1
0
|
Masalah adalah ancaman kesehatan
Sanitasi lingkungan yang jelek dapat diubah dan
diatasi secara bertahap dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan
menciptakan lingkungan yang sehat
Sanitasi lingkungan dapat dicegah bila keluarga
lebih mampu menyadari secara dini manfaat lingkungan sehat
Keluarga tidak sadar adanya masalah
|
|
|
TOTAL SKOR
|
2
|
|
|
Dp II:
Ketidaktahuan keluarga tentang pentingnya
hidup sehat b.d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah
|
No
|
Kriteria
|
Perhitungan
|
Skor
|
Pembenaran
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Sifat masalah
Kemungkinan masalah dapat diubah
Potensi masalah untuk dicegah
Menonjolnya masalah
|
|
1
|
Masalah adalah ancaman kesehatan
Kemungkinan masalah dapat diubah hanya sebagian
karena kebiasaan anak-anak sering lupa untuk mencuci tangan dan kaki, namun
kedua orang tua atau keluarga selalu mengingatkan
Kebersihan keluarga cukup dan dapat terlaksana
bila keluarga sadar aka kebersihan
Keluarga sadar adanya masalah tetapi tidak
segera diatasi
|
|
|
Total Skor
|
2
|
|
|
Dp III:
Ketidaktahuan
keluarga tentang penyakit gastroenteristis b.d ketidalmampuan keluarga dalam
mengenal masalah kesehatan keluarga
|
No
|
Kreteria
|
Perhitungan
|
Skor
|
Pembenaran
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Sifat masalah
Kemungkinan masalah dapat diubah
Potensi masalah untuk dicegah
Menonjolnya masalah
|
|
1
1
1
1
|
Kurang/tidak
sehat
Kemungkinan
masalah dapat diubah hanya sebagian yang dapat diatasi karena pendapatan
keluarga yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
kemungkinan masalah dapat diubah sebagian yang dapat diatasi.
Kemungkinan
dehidrasi yang berat dapat dihindari atau dikurangi bila keluarga mampu
mengetahui penyebab dari dehidrasi dan bagaimana cara mengatasinya.
Masalah dirasakan keluarga dan perlu penanganan
segera.
|
|
|
Total Skor
|
4
|
|
|
PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
|
Prioritas
|
Diagnosa keperawatan
|
Skor
|
|
1.
2
3
|
Ketidaktahuan
keluarga tentang penyakit Gastroenteritis b.d Ketidakmampuan keluarga dalam
mengenal masalah kesehatan
Ketidaktahuan
keluarga tentang pentingnya hidup sehat b.d ketidakmampuan keluarga dalam
mengenal masalah kesehatan
Risiko tinggi
terjadinya sanitasi lingkungan yang jelek b.d Ketidakmampuan keluarga dalam
memelihara ( memodifikasi ) Lingkungan Rumah yang dapat mempengaruhi
kesehatan keluarga
|
4
2
5/6
2
1/3
|
PERENCANAAN
|
No.Diagnosa
|
Tujuan
|
Kriteria
|
Standar
|
Intervensi
|
|
3
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan, keluarga dapat mengerti masalah yang ada.dan
mampu merawat keluarga yang sakit dirumah.
|
Verbal (
pengetahu
an)
Sikap
|
-
Keluarga mengerti tentang penyakit gastroenteritis
yang ada
-
Keluarga mengerti tentang perawatan gastroenteritis
di rumah
-
keluarga
mampu memberikan penjelasan tentang bagaimana makanan yang bersih dan sehat
-
keluarga
mampu menyediakan makanan yang sehat agar tidak tidak jajan di sembarang
tempat.
|
-
kaji tingkat pengetahuan keluarga
-
berikan
penjelasan ulang kepada keluarga yang belum dimengerti
-
diskusikan
dengan keluarga tanda dan gejala penyakit gastroenteritis
-
ajarkan
kepada keluarga tentang perawatan anggota keluarga yang sakit di rumah.
-
diskusikan
dengan keluarga tentang bagaimana pemilihan makanan yang bersih dan sehat
-
ajarkan
kepada keluarga cara pembuatan makanan yang ringan, bersih dan sehat.
|
EVALUASI
|
Tanggal dan waktu
|
No. Diagnosa keperawatan
|
Evaluasi
|
|
14-11-2007
15.00 wib
|
3
|
S : Keluarga mengatakan masih ada materi yang
belum dimengerti tentang materi gastroenteritis
O : Keluarga dapat menjawab pertanyaan tentang
keluarga tidak dapat menjelaskan mengenai ketidaktahuan mereka tentang
gastroenteritis.
A : Implementasi yang dilaksanakan minggu lalu
dengan metode ceramah dan media, brosur, belum sepenuhnya dimengerti oleh
keluarga. Perlu metode dan media lain yang lebih efektif.
P : Berikan pendidikan kesehatan ulang sesuai
ksepakatan dengan keluarga.Metode dengan dmontrasi.
Media ditambah dengan bahan yang
sesuai dengan kondisi di keluarga.
|
No comments:
Post a Comment