Juniartha Semara Putra
Pada dasarnya ada tiga jenis pendekatan yang dapat dilakukan untuk
mengobati ejakulasi dini: (1) terapi secara fisik, (2) terapi secara
psikologis, dan (3) menggunakan obat.
Terapi fisik bertujuan untuk mengkondisikan tubuh dan pikiran pria
agar dapat mengendalikan ejakulasi. Terapi ini dilakukan dengan bantuan wanita,
caranya sebagai berikut:
1. Wanita melakukan masturbasi terhadap pria dengan
posisi pria berbaring terlentang, sampai pria merasa ingin orgasme dan
ejakulasi.
2. Pada saat pria merasa ingin orgasme dan
ejakulasi, wanita menekan penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari
tengah selama beberapa detik untuk mencegah terjadinya ejakulasi.
3. Wanita melakukan masturbasi terhadap pria sampai
terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam vagina dalam
posisi wanita di atas tanpa melakukan gerakan. Bila pria merasa akan ejakulasi,
wanita segera mengangkat tubuhnya dan menekan penis seperti pada langkah
sebelumnya. Selanjutnya rangsangan dengan masturbasi diulang lagi, dan
dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas.
4. Dilakukan setelah beberapa hari melakukan
latihan di atas. Pada langkah ini, pria boleh melakukan tekanan untuk
mempertahankan ereksinya selama berhubungan seksual dengan posisi wanita di
atas.
5. Dilakukan bila pria sudah lebih mampu
mengendalikan ejakulasi. Pada langkah ini pasangan dapat melakukan hubungan
seksual dengan posisi samping. Kalau dengan posisi ini pria mampu menahan
ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi pria di atas.
Jadi inti dari terapi ejakulasi dini adalah membiasakan pria
dengan ereksi dan mencegah terjadinya ejakulasi. Jika proses ini diulang
terus-menerus, lama kelamaan pria akan terbiasa dan ejakulasi dini dapat
dicegah.
Pendekatan kedua adalah dengan terapi secara psikologis. Sebagian
kasus ejakulasi dini terjadi karena masalah psikologis, misalnya masih merasa
asing dengan pasangan, kondisi pikiran/mental yang sedang stress, atau perasaan
bersalah terhadap pasangan. Jika masalah psikologis ini dapat diatasi, maka
kendala ejakulasi dini akan hilang dengan sendirinya. Beberapa hal seperti
perasaan canggung atau kondisi stress yang diakibatkan oleh pekerjaan mungkin
dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Tapi sejumlah hal
lain, misalnya perasaan minder atau perasaan cemas, memerlukan bantuan dari
psikolog / ahli.
Pendekatan terakhir yang dapat ditempuh untuk mengatasi ejakulasi
dini adalah dengan menggunakan obat. Ada dua jenis obat, yaitu obat luar dan
obat dalam. Obat luar biasanya merupakan obat sejenis balsem yang dioleskan di
penis. Fungsinya untuk mengurangi sensitivitas penis, sehingga diharapkan
ejakulasi tidak terlalu cepat terjadi. Sedangkan obat dalam harus dimasukkan ke
dalam tubuh / diminum, tujuannya untuk mengontrol ejakulasi. Obat jenis ini
bekerja dengan cara mengatur kadar serotonin dalam tubuh. Mungkin saja
menyebabkan efek samping jika tidak digunakan dengan benar. Oleh karena itu,
harus konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan.
Berikut sejumlah tips
untuk mengatasi ejakulasi dini:
1. Saat berhubungan badan, arahkan pikiran ke hal
lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan seks. Misalnya memikirkan
Teletubbies, Spongebob, atau mie ayam.... Bisa juga memikirkan hal yang tidak
Anda sukai. Hal ini akan mengurangi rangsangan yang Anda rasakan.
2. Kurangi sensitivitas penis dengan menggunakan
kondom yang tebal atau krim yang dapat membuat penis menjadi kurang sensitif.
3. Tepat ketika akan orgasme, cabut penis dari
vagina sehingga tidak sampai terjadi ejakulasi. Diperlukan kerja sama dari
pihak wanita agar teknik ini dapat berhasil.
4. Cari posisi yang tepat dan nyaman agar hubungan
dapat berlangsung tahan lama.
5. Jangan menggunakan obat secara sembarangan --
selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu karena obat yang salah bisa
fatal akibatnya.
No comments:
Post a Comment